Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 52


__ADS_3

Satu minggu Kemudian,...


Hubungan antara Laura dan Gabriel semakin membaik. dan hal itu membuat orang-orang yang ada di dalam Mansion merasa sangat bahagia. terutama Melia. wanita tomboy itu merasa usahanya selama ini tidaklah sia-sia.


"akhirnya semuanya berjalan dengan lancar,"ucap wanita itu Seraya menatap ke arah Gabriel dan juga Laura yang tengah menikmati sarapan paginya disertai dengan sedikit canda tawa.


Melia dengan segera berbalik untuk kembali ke dalam kamar. karena sebenarnya wanita itu, belumlah selesai untuk menonton film kesukaannya. yang tak lain adalah film perang zaman dulu.


Karena menurut Melia, dirinya harus berlatih dari dalam film-film itu. apa lagi mansion itu, dilengkapi dengan bioskop kecil yang ada di dalam kamar penghuni masing-masing.


Saat Melia membalikkan tubuhnya untuk menuju ke kamarnya, wanita itu dibuat terkejut dengan kehadiran Brian yang berada tepat di belakangnya.


"astaga!"pekik wanita tomboy itu karena merasa terkejut dengan kehadiran laki-laki itu. yang saat ini, tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"kau sedang apa di sini?!"tanya Melia dengan suara berteriak. karena masih merasa terkejut dengan kehadiran laki-laki itu yang seperti jalangkung.


Sementara Brian yang mendengar itu, hanya menatap wanita itu tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Melia.


Membuat wanita itu seketika, menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. dan dengan segera, menarik kerah baju milik Brayen karena merasa kesal karena merasa diacuhkan.

__ADS_1


"jawab aku bodoh!"teriaknya tepat di hadapan laki-laki itu. hingga membuat beberapa pengawal yang bertugas untuk menjaga Laura dan juga Gabriel, seketika menoleh dan menatap dua orang itu dengan tatapan aneh.


Bukan hanya para pengawal yang menatap mereka dengan tatapan aneh. karena Gabriel dan juga Laura yang sedang menikmati sarapan mereka, juga ikut menatap Melia dan juga Brian dengan tatapan yang aneh.


Karena merasa malu dengan perbuatannya sendiri, Melia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya. karena menurutnya, tidak ada gunanya juga untuk berdebat dengan laki-laki tembok itu.


Sementara Brian yang melihat itu, hanya menatap kepergian Melia dengan tatapan datarnya. namun tak berselang lama, kedua sudut bibir laki-laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman tipis.


"kenapa dengan sepupumu itu?"tanya Laura Seraya menatap punggung Melia yang semakin lama semakin menjauh dari pandangan mereka itu.


Sementara Gabriel yang mendengar itu, hanya mengedikkan bahunya. dan Laura yang melihat itu, hanya dapat menghela nafas panjang.


"apa kau masih berpikiran jika Melia menyukaimu?"tanya Laura pada suaminya itu. karena beberapa bulan bersama dengan laki-laki itu, membuat Laura sedikit banyak tahu mengenai sifat dari laki-laki itu.


Namun, bukan Laura jika tidak bisa membahas tentang masalah itu sampai selesai. karena Laura sendiri, tidak ingin membiarkan masalah itu berlarut-larut. apalagi, jika masalah itu tentang kesalahpahaman. Maka Laura, harus bisa untuk meluruskan masalah yang sudah terlalu belok itu.


Tanpa pikir panjang lagi, Laura menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam kamar. sementara Gabriel, laki-laki itu hanya menatap kebingungan ke arah sang istri. Namun juga, laki-laki itu tidak menolak saat ditarik oleh Laura.


"duduklah!"titah Laura Seraya mendorong tubuh laki-laki itu untuk duduk di atas ranjang. dengan segera, Laura mah tahi kotak kecil yang ada di dalam laci.

__ADS_1


Setelahnya, wanita itu menyerahkan kota kecil itu kepada Gabriel. hingga membuat laki-laki itu, seketika terdiam dengan raut wajah kebingungan.


"apa ini?"tanya Gabriel menatap ke arah istrinya itu.


"buka saja pasti kau akan tahu apa yang ada di dalam kotak itu,"ucap Laura Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Wanita itu, segera membasuh wajahnya menggunakan air dingin. untuk menghilangkan rasa dongkol yang ada di dalam hatinya. entah mengapa, wanita itu merasa sedikit geram saat melihat Gabriel bersikukuh menyalahkan Melia. dan menuduh wanita itu, menyukainya.


Padahal jelas-jelas, Melia tidak memiliki perasaan sedikitpun pada sepupunya itu. bisa digantung sang Ayah, jika Melia melakukan hal konyol seperti itu.


Sementara itu di tempatnya, Gabriel tengah menonton video yang terdapat di kota kecil itu. video yang memperlihatkan, bagaimana Melia dan keluarganya berusaha mati-matian untuk melindungi Gabriel dari keluarga Elmira.


Hal itu tentu saja membuat Gabriel seketika merasa sangat terkejut. karena ternyata selama ini, keluarga Elmira sangat membenci dirinya.


"apa kau sudah melihat video itu?"tanya Laura saat wanita itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"aku harus bertemu dengan Melia."ucap laki-laki itu Seraya beranjak dari tempat duduknya dan langsung keluar dari dalam kamar.


Sementara Laura yang mendengarnya, hanya dapat menghela nafas panjang."semoga saja setelah ini, kau tidak akan gampang terhasut oleh orang yang kau sayang."gumam Laura Seraya melangkahkan kakinya untuk beristirahat.

__ADS_1


Begitulah kelemahan Gabriel. laki-laki itu akan mudah terpengaruh dengan orang yang sangat ia cintai. dan itulah yang terjadi saat Elmira mengatakan bahwa Melia menyukainya. apalagi dengan beberapa bukti yang dimiliki oleh wanita itu. membuat Gabriel, semakin mudah untuk dipengaruhi.



__ADS_2