
Berapa tahun kemudian,....
Kini, Gabriel dan juga Laura telah hidup bahagia bersama dengan Putri semata wayangnya. Amanda Rosalina Iskandar, kini telah menjadi gadis yang imut dan juga menggemaskan yang ia dapatkan, dari Laura sang ibu. dan sikap dinginnya itu, didapatkan dari Gabriel.
Gadis seusia Amanda ini, senang sekali mengekspor dirinya. namun sayangnya, itu tidak terjadi untuk Amanda.
Karena gadis kecil itu, lebih senang menghabiskan waktunya dengan membaca buku di dalam kamar.
hal itu membuat Laura sebagai seorang ibu, merasa sangat khawatir. karena biasanya, gadis usia anaknya ini senang sekali untuk mengekspor dunianya. tapi ini tidak terjadi untuk Amanda.
"aku merasa khawatir." ucap Laura Seraya menatap ke arah kamar putrinya yang terlihat terkunci dari dalam itu.
"sudahlah sayang, kau tidak usah khawatir. lagipula, kata dokter keluarga kita, Amanda itu tidak apa-apa. dia hanya mewarisi sifat dingin dan juga angkuh dariku."ucap Gabriel Seraya menggenggam tangan istrinya dengan penuh kasih sayang dan penuh rasa cinta.
Namun perkataan dari suaminya itu, tidak masuk ke dalam otak Laura. Karena Wanita itu, malah memikirkan hal yang lain.
"apa kamu tidak ingin memiliki anak lagi?"tanya Laura secara tiba-tiba. hal itu membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika menatap istrinya itu dengan tatapan bertanya-tanya.
"apa maksudmu? kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini?"tanya Gabriel dengan raut wajah tidak suka.
Karena jika Laura telah mengatakan hal seperti itu, ujung-ujungnya mereka akan ribut besar dan malah menyakiti satu sama lain. karena hal itu, seringkali terjadi.
Laura yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."tidak apa-apa aku hanya bertanya saja."ucapnya mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Gabriel yang melihat itu segera memegang kedua pundak istrinya itu."dengarkan aku baik-baik!"ucap Gabriel Seraya menatap kedua mata istrinya itu dengan pandangan yang sangat dalam.
"sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menghianatimu apapun Yang terjadi."ucap laki-laki itu suara yang menggenggam tangan dan menatap wajah istrinya dengan sangat lekat.
"Amanda yuhu!!"teriakan seseorang, membuat pasangan suami istri itu seketika saling pandang.
"dasar pengganggu!"gerutu Gabriel Seraya melepaskan pelukannya dari sang istri.
__ADS_1
Sementara Laura, wanita itu hanya terkekeh pelan saat melihat raut wajah kesal dari sang suami. kemudian, melangkahkan kakinya untuk mendekati sumber suara.
"kalian ngapain hah, Di sini?"tanya Gabriel Seraya menyilangkan kedua tangannya di atas dada menatap tajam ke arah sepupunya itu.
"tentu saja ingin bermain dengan putri cantik kalian."ucap orang itu yang tak lain adalah Melia dengan suara yang sangat enteng.
"Di mana keponakanku?"tanya Melia Seraya menutup ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan gadis kecil itu.
"tante Melia! paman Brian!"teriak Amanda Seraya berlari menghampiri Brian dan juga Melia.
Membuat Laura dan juga Gabriel yang melihatnya, seketika saling pandang dan menggelengkan kepala karena merasa tidak mengerti dengan tingkah laku putrinya itu yang lebih dekat dengan Melia dan juga Brian.
"kau racuni apa putriku itu? kenapa dia lebih dekat denganmu daripada dengan kami?"tanya Gabriel dengan nada sedikit kesal.
Melia yang mendengarnya, seketika tersenyum miring."itu berarti, kami lebih asik dibandingkan kau yang kaku dan juga datar!"ucap Melia Seraya tersenyum sinis.
Gabriel yang mendengar itu, seketika mendengus kesal."enak saja. itu kan dulu, sekarang aku sudah menjadi hot daddy."ucap Gabriel tersenyum bangga.
Perkataan dari laki-laki itu, sama sekali tidak digubris oleh Melia dan juga Laura. karena dua wanita itu, kini tengah asyik bermain dengan Amanda.
"apa istrimu sudah hamil?" tanya Gabriel menatap ke arah mantan pengawalnya itu.
"sudah. baru dua bulan."jawab Brian datar.
Hal itu membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika menghela nafas lega. karena sebentar lagi pengganggu dalam keluarganya, sudah tidak ada. karena sepupunya itu, telah memiliki kesenangan sendiri.
"tante ada kabar baik untuk kamu."ucap Melia Seraya mengusap kepala Amanda dengan penuh kasih sayang.
"apa Tante?"tanya Amanda dengan antusias.
"di dalam sini, ada adik kamu."ucap Melia Soraya tersenyum tipis.
__ADS_1
Amanda yang mendengar itu seketika membulatkan matanya."beneran tante?"tanya Amanda dengan melompat-lompat kecil.
Melia yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. yang membuat Ananda, semakin merasa kegirangan.
Sementara Laura, wanita itu hanya terdiam berusaha mencerna ucapan dari sepupu suaminya itu.
"kau hamil?"tanya Laura yang berhasil menguasai diri dari rasa keterkejutannya itu.
Melia yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. dengan segera, Laura langsung memeluk tubuh sepupu suaminya itu dengan Arab.
"selamat ya, akhirnya Setelah 5 tahun nanti, kau mendapatkan giliran juga sebagai seorang ibu nantinya."ucap Laura Seraya menitihkan air mata.
" tidak usah sedih! Kau sudah mempunyai Amanda, kan?"tanya Melia yang seakan tahu yang dirasakan oleh istri sepupunya itu.
Laura yang mendengarnya seketika tersenyum tipis. dan mereka kembali bermain bersama membagikan sukacita yang terasa hangat di keluarga Iskandar itu.
*****
Beberapa bulan kemudian,....
Saat ini mereka semua telah berada di sebuah rumah sakit. karena sebentar lagi, Melia akan melahirkan.
"huh kenapa aku jadi deg-degan gini?"tanya Laura Seraya mundar-mandir. hal itu membuat Gabriel yang melihatnya, seketika terkekeh geli.
Dan tak berselang lama, suara tangisan bayi terdengar memakakan telinga. hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika bernafas dengan lega.
Mereka semua merasa sangat bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru.
"selamat ya Melia, Brian, kalian telah resmi menjadi orang tua. semoga kedepannya, kalian dapat mengemban tugas ini dengan baik."ucap James memberikan petuah pada pasangan orang tua baru itu.
Mereka akhirnya merasakan kebahagiaan setelah mendapatkan banyak sekali masalah di dalam hidup. terutama Gabriel dan juga Laura. namun akhirnya, kedua manusia itu dapat melewatkan semuanya dengan baik.
__ADS_1
Tamat
terima kasih untuk pembaca semua, telah mengikuti novel ini sampai dengan akhir. yuk mampir ke novelku yang lain, love you sekebun belimbing 🥰🥰🥰