Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 72


__ADS_3

Saat ini, Laura tengah berada di dalam ruang operasi. wanita itu menggenggam tangan Gabriel dengan sangat erat. karena selain takut, Laura juga sedikit berat untuk melakukan operasi ini. karena memang sebenarnya, dirinya masih ingin memiliki keturunan lagi. namun apa daya, keadaannya tidak memungkinkan untuk hal itu terjadi.


"maafkan aku Gabriel, aku mungkin sudah tidak bisa menjadi wanita sempurna."ucap wanita itu Seraya berlinang air mata.


Gabriel menggelengkan kepalanya beberapa kali.";sssst jangan berbicara seperti itu. di mataku, Kau tetap Yang sempurna."ucapnya Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Laura yang mendengar itu, seketika tersenyum kecut."memang kamu akan berbicara seperti itu pada awalnya. tapi nanti setelah beberapa tahun, pasti kamu juga akan meninggalkanku, kan?"ucap Laura ada yang menatap laki-laki itu dengan lelehan air mata.


"Laura apa yang kau katakan?!"tidak sengaja, Gabriel membentak istrinya sendiri. hingga membuat wanita itu, seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan dengan bentakan laki-laki itu.


"maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk membentakmu."ucap Gabriel Seraya memeluk tubuh istrinya itu. ada rasa sesal yang menggelayud di dalam hati laki-laki itu.


Laura menganggukkan kepala. dan setelahnya, berbaring di atas ranjang rumah sakit. karena sebentar lagi, dokter Luis akan datang.


"sekarang, aku minta sama kamu jaga Amanda baik-baik."ucap Laura Seraya menggenggam tangan laki-laki itu dengan penuh kelembutan.


Gabriel segera menganggukkan kepala. dan mendaratkan kecupannya beberapa kali di wajah wanita itu.


"aku tahu kamu pasti kuat!"ucapnya Seraya mulai melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat itu.


****


Sementara itu di ruangan bayi, terlihat seorang yang memakai pakaian serba hitam mengawasi keadaan sekitar. kondisi rumah sakit yang sangat sepi, memudahkan orang itu untuk bergerak dengan leluasa. karena memang rumah sakit itu hanya diperuntukkan untuk keluarga besar Iskandar.


"semuanya akan berakhir!"gumam orang itu Seraya menatap nanar ke salah satu ruangan yang merupakan ruangan bayi di tempat itu.

__ADS_1


Setelahnya, dengan secepat kilat orang itu masuk ke dalam ruangan bayi itu dengan langkah tidak ada yang mencurigakan. Karena orang itu sengaja, merusak CCTV yang ada di dalam rumah sakit itu. entah bagaimana orang itu bisa masuk, karena memang Gabriel telah memperketat penjagaan. namun masih bisa ketolongan.


"halo bayi kecil, setelah ini kau akan terbang ke langit ketujuh."gunung orang itu Seraya tersenyum menyeringai. dan dengan segera, membawa bayi itu dan meninggalkan rumah sakit itu.


Pergerakan orang itu sangatlah licin. sehingga tidak dapat dikenali oleh orang-orang yang berjaga di situ. ditambah lagi, suasana di dalam rumah sakit itu, sangatlah gelap dan juga sepi. hanya beberapa lampu saja yang dinyalakan. dan itu atas permintaan Gabriel. karena Laura merasa tidak nyaman jika memiliki ruangan yang bercahaya terang.


*****


Gabriel melangkahkan kakinya dengan langkah gontai. laki-laki itu mendudukkan dirinya, di sebuah bangku kosong yang tidak jauh dari ruang operasi istrinya.


Kedua mata Gabriel ketika memicing, saat laki-laki itu tidak sengaja menangkap ada sebuah bayangan yang melintas tidak jauh dari tempatnya berada saat ini.


"siapa dia?"tanya Gabriel pada dirinya sendiri. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk mengejar sosok berjubah hitam itu.


"hei tunggu kau!"teriak Gabriel dengan berlari kencang. tentu saja hal itu membuat orang yang memakai jubah hitam itu, seketika menoleh. dan hal itu membuat Gabriel yang melihatnya, seketika mematung. karena laki-laki itu melihat, ada seorang bayi yang berada dalam pelukan orang itu.


Mata laki-laki itu, seketika menatap tajam ke arah para penjaga yang menurutnya tidak becus dalam menjaga keamanan ini.


"Jika sesuatu terjadi pada putriku, maka kalian juga akan hancur?"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera melangkahkan kakinya untuk mengejar sosok hitam itu.


Tentu saja, hal itu membuat orang-orang yang berseragam hitam bergetar dengan kuat karena merasa ketakutan.


Akhirnya, terjadilah aksi kejar-kejaran antara Gabriel dan orang itu. sesekali orang yang memakai baju hitam itu, akan tersenyum menyeringai.


Dan tak berselang lama, akhirnya mereka sampai juga di sebuah danau kecil yang memang dibuat khusus untuk keluarga Iskandar yang sakit untuk memanjakan mata di tempat itu.

__ADS_1


"mau apa kau?"tanya Gabriel dengan perasaan tidak enak.


"tentu saja akan membuat anak kesayanganmu ini, bernasib sama seperti adikku."ucap orang yang memakai jubah hitam itu Seraya tersenyum menyeringai.


Gabriel yang mendengar itu, seketika membulatkan matanya. karena laki-laki itu baru menyadari sesuatu. bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini, adalah keluarga dari Avoss.


"apa sebenarnya yang kau inginkan?"tanya laki-laki itu yang mulai frustasi dengan keadaan seperti ini.


"hahaha tentu saja membalaskan dendam."ucap orang itu yang tak lain adalah Bramantyo.


"dendam apa? aku merasa tidak pernah berurusan dengan keluargamu!"teriak Gabriel dengan suara lantang. karena laki-laki itu merasa sangat geram dengan kondisi seperti ini.


"cih,"Bramantyo berdecih. kemudian mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sesuatu pada Gabriel.


"bagaimana? apa kamu sekarang mengerti apa yang telah kamu lakukan?"tanya Bramantyo Seraya menatap nyalang ke arah laki-laki itu.


Sejenak, Gabriel terdiam. ingatannya seperti terlempar beberapa tahun yang lalu. saat dirinya tidak sengaja menusukkan pisau ke tubuh seorang remaja.


"apa anak itu adalah anggota keluargamu?"tanya Gabriel Seraya membulatkan kedua matanya saat menyadari sesuatu.


"iya dia adalah adikku!"bukan, bukan Bramantyo yang menjawab. melainkan Elmira.


"ja... jadi, kalian semua bersaudara?"tanya Gabriel dengan tubuh sedikit tergagap.


"iya Gabriel, dan kau kau dapat hidup dengan tenang, setelah apa yang kau lakukan pada keluargaku!"teriak Elmira dengan amarah yang meluap-luap.

__ADS_1


degh


Jantung Gabriel seakan ingin lepas dari tempatnya. laki-laki itu mengetahui kenyataan yang menyakitkan. Gabriel memang telah melenyapkan beberapa orang. Namun, semua orang itu yang mencari masalah dengan keluarga Iskandar. namun sekarang, dirinya menghilangkan nyawa dari orang yang tidak bersalah. sungguh Gabriel merasa menyesal. karena baru mengetahuinya sekarang.


__ADS_2