Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 24


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, Brian tampak sekali gelisah. sesekali laki-laki yang memiliki kulit hitam manis itu, menoleh ke belakang. Dimana saat ini, Gabriel tengah terbaru di kursi penumpang.


"Anda yakin baik-baik saja Tuan?"tanya Brian dengan raut wajah khawatirnya.


"tentu, kau tidak usah khawatir! fokus saja pada jalanan." ucap Gabriel dengan nada lirih namun penuh dengan sifat tegas.


Brian yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Tentu saja laki-laki itu sangat mengkhawatirkan kondisi Gabriel. karena Brian, lelah mengabdi kepada keluarga Iskandar sejak James Iskandar masih memimpin. karena dirinya dulu adalah seorang anak yatim piatu yang diangkat oleh keluarga Iskandar dijadikan pengawal Gabriel.


Laki-laki berkulit hitam manis itu, sesekali akan melirik tuannya dari kaca tengah yang ada di mobil itu. sungguh, Brian sangat merasa takut jika sesuatu hal terjadi pada laki-laki yang telah ia anggap sebagai saudaranya sendiri itu.


Walaupun, Gabriel pasti tidak akan pernah terima jika dirinya dianggap saudara oleh orang di bawahnya. Namun, Brian tidak memperdulikan hal itu. karena dia bertekad akan memendam rasa itu seorang diri.


Tiba-tiba saja, mobil mewah itu kembali terhenti secara mendadak. membuat Gabriel, seketika membuka matanya karena tidak merasakan pada pergerakan kendaraannya itu.


"apa ada masalah lagi?!"tanya Gabriel dengan nada sedikit meninggi. karena laki-laki itu telah merasa kelelahan dengan situasi seperti ini. di saat dirinya ingin mendapatkan pertolongan tentang kesehatannya, pasti akan ada saja halangan yang akan menghalangi mereka.


"biar saya atasi semuanya tuan,"ucap Brian yang mulai melepaskan sabuk pengamannya. dan mulai akan membuka pintu mobil itu.


Namun, pergerakan laki-laki itu segera berhenti saat mendengar suara lemah dari bangku belakang. tentu saja hal itu membuat Brian, segera menoleh ke arah sumber suara.


"kau pakailah ini,"ucap Gabriel Seraya menyerahkan sebuah benda bulat kecil seperti kelereng pada Brian. dan hal itu langsung diterima oleh laki-laki berkulit hitam manis itu.


"segera selesaikan pekerjaanmu itu! karena aku sudah merasa tidak tahan dengan tubuhku yang mulai menggigil."ucap Gabriel dengan nada yang sangat lemah.


Brian yang mendengar itu, segera bergegas keluar dari dalam mobil. dirinya segera bersiap untuk menggelindingkan benda kecil itu di hadapan mereka. karena laki-laki itu, sedikit merasa panik dengan ucapan yang dilontarkan oleh Gabriel.


"akhirnya kau keluar juga! di mana tuanmu itu?!"tanya salah seorang dari mereka dengan membawa pistol di tangannya.

__ADS_1


"dia pasti tidak akan pernah berani keluar! dia itu hanyalah anak kemarin sore yang selalu bersembunyi di bawah ketiak ayahnya!"timpal yang lainnya.


"dia itu tidak pantas menjadi pemimpin di keluarga Iskandar. kenapa Tuan James sangat bodoh. apakah dia tidak tahu, dengan memerintahkan putranya untuk memimpin Iskandar, adalah awal kehancuran dari keluarga mereka!" ucap yang lain dengan nada yang sangat sinis.


"hahaha kau benar kawan! memang sebetulnya keluarga Iskandar itu adalah keluarga pengecut. mereka tidak akan pernah bisa berdiri dengan kakinya sendiri!"


"banyak bicara kalian!"Brian yang sudah merasa tidak tahan dengan hinaan hinaan yang dilontarkan oleh mereka terhadap keluarga Iskandar, segera melemparkan benda seperti kelereng itu hingga menggelinding tepat di hadapan mereka.


"hahahaha ternyata pengawal keluarga Iskandar. adalah seorang anak kecil,"tawa mereka mengudara saat melihat Brian menggelindingkan kelereng itu.


"aku yakin, sebentar lagi keluarga itu akan hancur!"mereka masih saja menertawakan tingkah Brian yang menurutnya sangat kekanak-kanakan itu.


Tidak tahukah mereka, jika nyawa mereka sebentar lagi akan melayang? sungguh orang-orang yang bodoh. pikir Brian.


"nikmati saja sisa usia kalian dengan tertawa sepuasnya. sebelum tawa kalian menghilang persamaan dengan nyawa kalian!"setelah mengatakan hal itu, Brian melangkah menjauh dari kerumunan itu.


Tampak mereka semua tidak menghiraukan ucapan dari Brian. dan hanya menganggap ucapan itu adalah bualan semata. dan tiba-tiba saja....


Kelereng itu meledak dan menghancurkan orang-orang itu tanpa sisa. bahkan darah mereka pun, tidak ada jejaknya. sungguh alat pembunuh yang sangat rapi.


Setelah memastikan semuanya selesai, Brian segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan itu untuk menjauh dari tempat itu.


Brian harus menargetkan, mobil itu sampai di mansion milik Gabriel 5 menit lagi. karena laki-laki itu tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada tuannya itu. karena Brian melihat, Keadaan Gabriel semakin parah. bahkan mata laki-laki itu, sudah mengeluarkan air mata. pertanda bahwa kondisinya semakin memburuk.


*****


Sementara itu di kediaman mansion Iskandar, di sana Laura tengah duduk santai karena semua pekerjaannya telah selesai. tiba-tiba saja,...

__ADS_1


dor,...


dor,...


Dua tembakan yang berasal dari luar Mansion, membuat Laura tersentak kaget. dirinya bahkan langsung berlari keluar kamarnya.


"ada apa ? kenapa ada tembakan?"tanya Laura saat wanita itu baru saja melihat beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


Laura sedikit terkejut saat melihat ekspresi dari para pelayan itu yang seperti tidak mendengar apa-apa. padahal, jelas sekali Laura mendengar suara tembakan dari luar bangunan itu.


"kenapa mereka tidak panik?"tanya Laura seorang diri. karena wanita itu sangat merasa keheranan dengan sikap semua orang yang ada di Mansion itu. tiba-tiba saja, Laura mendengar suara tembakan. tentu saja hal itu membuat Laura, sedikit melangkah mundur.


"ka...kalian dengan itu kan, ada suara tembakan. kenapa kalian tidak merasa takut?"tanya Laura dengan tubuh yang sedikit gemetar. karena wanita itu, baru pertama kali berada di situasi seperti ini.


Bukannya menjawab, para pelayan itu justru malah pergi meninggalkan Laura seorang diri yang merasa sangat kebingungan dengan situasi seperti ini.


"apa kabar Laura?"tanya seorang wanita cantik yang masuk dari sela-sela jendela Mansion Gabriel.


Tentu saja kemunculan dari wanita itu yang secara tiba-tiba, membuat Laura seketika tersentak kaget. wanita itu segera melangkah mundur untuk menghindari dari wanita yang ada di hadapannya itu.


"si... siapa kau?"tanya Laura dengan tubuh yang sedikit gemetar.


Tiba-tiba, wanita yang ada di hadapan Laura berlari dengan cepat dan saat ini berada di belakang wanita itu. dan dengan secepat kilat, wanita itu menelikung tangan Laura. hingga membuat si pemilik, seketika merintih kesakitan.


Belum selesai rasa terkejut yang dirasakan oleh Laura, wanita itu tertawa dengan kencang. membuat Laura semakin merasa kebingungan.


"hahaha! "ketawa wanita cantik itu menggema di ruangan itu. "ternyata aku berbakat juga menjadi sosok antagonis!"ucapnya tersenyum kecil.

__ADS_1


Sementara Laura yang melihat itu, tidak mampu berbuat apa-apa. yang dapat wanita itu lakukan, hanyalah menunggu apa yang akan dilakukan oleh wanita berambut pirang itu.


"hai Laura, aku Melia Albern. sepupu dari Gabriel!"ucap wanita itu Seraya mengulurkan tangannya pada Laura.


__ADS_2