Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 68


__ADS_3

Di sinilah Gabriel berada. saat ini, laki-laki itu tengah menggenggam tangan istrinya dengan tubuh masih bergetar hebat. Laura masih belum sadarkan diri dari prosesi persalinan itu.


Atensi Gabriel, seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu dari arah depan ruangan VVIP itu.


"tuan, saya membawa bayi anda. tolong diberikan pelukan hangat."ucap dokter Luis Seraya mendorong box bayi mendekat ke arah Gabriel.


Segera, Gabriel beranjak dari tempat duduk dan langsung menghampiri Dokter wanita itu. Gabriel segera mengangkat bayi mungil itu dari dalam boks bayi.


"apa kondisinya benar-benar tidak mengkhawatirkan?"tanya Gabriel Seraya sesekali menatap ke arah bayi mungil itu.


"Tuan tenang saja. bayi mungil ini sangat kuat dia tidak terluka sedikitpun."ucap dokter Luis Seraya tersenyum kecil.


"tolong diberi kehangatan. karena bayi baru lahir, membutuhkan kehangatan yang lebih."ucap dokter Luis Seraya berbalik badan untuk keluar dari dalam ruangan itu.


"lalu bagaimana dengan asupannya?"tanya Gabriel yang berhasil membuat dokter Luis menghentikan langkahnya.


"anda tenang saja Tuan, bayi yang baru lahir itu masih memiliki persediaan makanan di dalam tubuhnya. dan itu berlangsung hingga 1 sampai 2 hari kedepan. jadi kalau dia tidak mendapatkan ASI, anda tidak perlu khawatir. lagi pula Nyonya Laura sebentar lagi akan sadar."setelah mengatakan hal itu, dokter Luis segera keluar dari dalam kamar ruangan mirip Laura.


Gabriel melihat ke arah bayi mungil itu dengan penuh kasih sayang. ada kebahagiaan tersendiri yang tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam hati laki-laki itu. dan tak berselang lama, kedua sudut bibirnya pun melengkung membentuk sebuah senyuman manis.


"ternyata seperti ini memiliki seorang anak."gumam laki-laki itu Soraya masih menimang-nimang bayi mungil yang ada di dalam gendongannya itu.


"Dia seorang perempuan. sebaiknya aku memberikan nama dia siapa?"tanya Gabriel pada dirinya sendiri. laki-laki itu memutuskan akan berdiam diri untuk mempertimbangkan sebuah nama yang cocok untuk Putri kecilnya itu.


Karena Gabriel harus memberikan nama yang baik dan juga bermakna yang indah untuk bayi mungil itu.


"baiklah kalau begitu, aku akan memberimu nama. Amanda Rosalina Iskandar"gumam laki-laki tampan itu Seraya menatap bayi mungil itu dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Dengan perlahan-lahan, laki-laki itu melangkahkan kakinya untuk mendekati ranjang sang istri. dan dengan segera, meletakkan bayi mungil itu di samping Laura. dan tak lama berselang, Gabriel pun ikut naik ke atas ranjang.


Laki-laki tampan itu berbaring dengan memeluk tubuh mungil putrinya. sementara Laura, masih belum bergerak dan belum sadarkan diri. kedua sudut bibir Gabriel, seketika tertarik ke samping membentuk sebuah senyuman manis.


"kita sudah seperti sebuah keluarga bahagia."ucap laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"untuk itulah, aku mohon bukalah matamu."ucap Gabriel Seraya mengecup pening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Sungguh, saat ini Gabriel benar-benar merasa sangat takut untuk kehilangan istrinya. jika dulu, laki-laki itu menginginkan agar Laura segera menghilang dari kehidupan Gabriel, tidak untuk saat ini. laki-laki itu sangat takut jika Laura akan benar-benar pergi meninggalkannya.


Tak berselang lama, Laura seperti menggerakkan anggota tubuhnya. dan hal itu membuat Gabriel, seketika langsung bangkit dari tempat tidur. dan langsung memencet tombol darurat yang ada di sebelah ranjang itu.


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. dan tak berselang lama, dokter Luis membuka pintu ruangan itu.


"ada apa?"Tanya Dokter Luis.


Dengan perlahan, dokter Luis segera memeriksa keadaan Laura. dan tak berselang lama, wanita paruh baya itu tersenyum.


"sebentar lagi Nyonya Laura akan tersadar."setelah mengatakan hal itu, dokter Luis segera keluar dari dalam kamar itu.


Gabriel yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis."kamu dengarkan sayang, bundamu sebentar lagi akan sadar."ucap Gabriel mengajak bicara bayi mungil itu.


Dan setelah mengatakan hal itu, entah kebetulan atau apa, bayi mungil yang baru saja menghirup udara kehidupan beberapa jam lalu itu, seketika tertawa. hal itu tentu saja membuat Gabriel yang melihatnya, tertegun di tempat. dan tak berselang lama, laki-laki tampan itu pun ikut tertawa.


"Kau sangat bahagia kan, sayang?"tanya Gabriel pada bayi mungil itu. Soraya ikut tertawa. laki-laki itu kembali membaringkan tubuhnya dan juga tubuh putrinya di atas tempat tidur yang sama dengan Laura.


****

__ADS_1


Sore harinya, Laura membuka matanya secara perlahan. dan dengan segera, wanita itu menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut hebat.


"ini di mana?"tanya wanita itu Seraya menatap ke sekeliling ruangan yang tampak asing baginya


Sementara Gabriel, laki-laki tampan itu segera membuka mata saat merasakan pergerakan dari samping tubuhnya.


"sayang, kamu sudah bangun?"tanya Gabriel Soraya tersenyum simpul. dan dengan segera bangkit dari tempat tidur dengan menggendong baby Amanda.


Sontak saja Laura yang mendengar itu, segera menoleh. dan wanita itu merasa sangat terkejut dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini.


"Gabriel, dia siapa?"tanya Laura Seraya menunjuk ke arah bayi mungil yang ada di dalam dekapan suaminya.


Gabriel mengikuti arah tangan sang istri. dan setelahnya, tersenyum tipis." Dia anak kita sayang,"ucapnya Seraya menyerahkan bayi mungil itu di hadapan Laura.


Wanita cantik itu, seketika membulatkan kedua matanya."aa...apa kau bilang, Dia anak kita? itu berarti,..."Laura tidak melanjutkan ucapannya.


Mata wanita itu seketika menatap ke arah perut buncitnya yang telah menghilang. dan setelahnya, menatap Gabriel dengan ekspresi wajah tak percaya.


Seketika itu pula, Laura menangis tersedu-sedu. dan hal itu membuat Gabriel yang melihatnya, dengan segera langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"ada apa kenapa? apa kau merasakan sesuatu?"tanya Gabriel bertubi-tubi Seraya menatap ke arah tubuh istrinya.


Laura yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."aku hanya tidak menyangka. akan secepat ini memiliki anak,"ucap Laura masih dengan tangisan tersedu-sedu.


Kemudian, wanita itu teringat akan sesuatu. dan dengan segera melerai pelukan dari suaminya."bukankah anak kita lahir masih satu bulan lagi?"tanya Laura dengan raut wajah kebingungan.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menghilang nafas panjang. dirinya bingung untuk memberitahu istrinya atau tidak. Terlebih, Laura saat ini baru saja tersadar dari kondisi kritisnya. dan Gabriel tidak ingin hal buruk kembali terjadi pada wanita kesayangannya itu.

__ADS_1


"emm tidak apa-apa, lebih baik sekarang kamu istirahat saja."ucap Gabriel Soraya menatap ke arah Laura dengan tersenyum tipis.


__ADS_2