
Dengan perasaan gugup dan juga takut, Laura menundukkan kepala. wanita itu sangat merasa takut jika laki-laki yang ada di hadapannya itu melampiaskan kekesalannya dengan cara memukul.
Walaupun akhir-akhir ini, Gabriel tidak pernah lagi, melakukan penganiayaan secara fisik. hanya saja, Laura masih merasa takut jika laki-laki itu hilang kendali.
"maafkan saya tuan, saya harus kembali ke kamar. karena hari sudah mulai larut,"ujar Laura dengan nada gugup dan juga tubuh bergetar hebat.
Karena wanita itu, benar-benar merasa takut saat ini. apalagi saat melihat raut wajah dari laki-laki itu. sangat menakutkan dan juga menegangkan.
"Tuan, Tuan tidak apa-apa?"tanya Laura dengan tubuh yang masih gemetar.
Namun, bukannya menjawab, Gabriel justru malah menarik tangan Laura hingga membuat wanita itu, seketika masuk ke dalam pelukannya. tentu saja perlakuan dari Gabriel yang secara, membuat Laura terkesiap untuk beberapa saat. Bahkan, otak wanita itu ikut terdiam karena perlakuan dari laki-laki itu.
Hingga Laura tersadar, saat merasakan sesuatu mengenai bagian tubuhnya. dan setelah wanita itu menoleh, betapa terkejutnya Laura. saat mendapati, tangan Gabriel yang lain telah masuk ke dalam pakaian yang dikenakan oleh Laura.
"Tuan, bolehkah saya kembali ke kamar?"tanya wanita itu Seraya menatap Gabriel dengan tatapan bingungnya.
Namun, bukannya menjawab Gabriel malah menarik tangan Laura. hingga membuat wanita itu, seketika ikut berbaring di tempat yang sama dengan Gabriel.
Tentu saja, itu membuat Laura semakin merasa kebingungan dengan tingkah laku laki-laki itu.
"kenapa laki-laki ini bertingkah aneh seperti ini?"tanya Laura dalam hati. Namun demikian, Laura tetap memasang wajah waspada. karena sepertinya, laki-laki kejam itu akan melakukan sesuatu hal kepada dirinya.
"kamu di sini saja, temani aku tidur!"ucap Gabriel dengan tegas dan tak terbantahkan. dan setelahnya, laki-laki itu memejamkan mata dengan tangan yang masih melingkar di pinggang wanita itu.
"hah apa yang sebenarnya terjadi pada laki-laki ini? apakah terjadi kecelakaan hingga membuat otaknya geser?"tanya Laura pada dirinya sendiri. matanya masih menatap fokus ke arah laki-laki itu.
"tidak usah di tatap seperti itu, aku tahu aku memang tampan,"ucapan dari Gabriel itu sukses membuat Laura seketika membuang muka.
__ADS_1
"dasar bodoh kamu Laura!"maki wanitaitu pada dirinya sendiri. wajahnya terasa panas karena merasa malu dengan kelakuannya sendiri.
Laura dengan segera membaringkan tubuhnya di samping laki-laki itu. dengan perasaan sedikit gugup. karena ini adalah pertama kalinya, wanita itu tidur bersebelahan seperti ini. karena walaupun mereka adalah suami istri, tapi Laura dilarang keras untuk tidur di sebelah Gabriel. karena laki-laki itu, menganggap bahwa Naura adalah sampah dan juga hama. yang patut untuk dihindari.
"kenapa dia melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri?"tanya Laura dalam hati. sepertinya wanita itu, masih merasa kebingungan dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh laki-laki itu.
Setelah cukup lama memikirkan hal itu, akhirnya Laura terlelap dengan posisi membelakangi Gabriel. membuat laki-laki itu yang sebelumnya memang belum tertidur, mengangkat kepalanya. untuk melihat, apakah wanita itu telah tertidur lelap atau belum.
"apa benar aku harus membuka hati? " tanya Gabriel yang masih merasa bimbang dengan keputusannya itu. "Tidak! aku tidak mau menghianati kekasihku!"ucapnya penuh dengan tekanan.
"lagi pula, aku sangat mencintai kekasihku! Dia adalah wanita terbaik yang aku miliki, mana mungkin, aku menukar wanita berkelas seperti itu dengan wanita murahan seperti ini"ucap Gabriel masih pada dirinya sendiri. Soraya menatap ke arah Laura dengan tatapan sinis.
Kemudian dengan segera, turun dari atas ranjang. dan keluar dari dalam kamar. sepertinya, laki-laki tampan itu telah merasa kebingungan dengan sikap yang harus diambil.
***
prang!!
pyar!!
Suara hantaman benda-benda itu, seketika menggema di dalam ruangan milik laki-laki itu. ruangan yang semula rapi, kini berubah menjadi ruangan yang baru terkena angin pu*ting beliung.
"ada apa ini dengan hatiku? kenapa aku bergerak untuk mendengarkan perintah dari laki-laki tua itu?!"tanya Gabriel mengeram kesal.
"tidak, aku tidak akan pernah membiarkan laki-laki tua itu menguasai diriku. keputusan yang ada pada hidupku, adalah mutlak milik diriku!"ucapnya menatap tajam ke arah dinding.
Kali ini Gabriel bertekad, tidak akan pernah mengikuti saran ayahnya lagi. sudah cukup, laki-laki itu menuruti permintaan James untuk menikahi Laura. untuk kali ini, Gabriel tidak akan mengikuti saran dari laki-laki itu.
__ADS_1
Walaupun, James adalah Ayah dari Gabriel, yang pasti memiliki insting yang sangat tajam, Namun laki-laki itu bertekad tidak akan mengikuti saran dari laki-laki tua itu.
Akhirnya, Gabriel memutuskan untuk tidur di ruangan kerja itu. walaupun ruangan itu seperti kapal pecah, tapi itu lebih baik daripada harus satu ruangan dengan wanita itu.
Pagi harinya,..
Laura terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang sangat segar. karena wanita itu, tidur di kasur busa dengan kualitas terbaik. dan juga alat pemijat yang ada di dalamnya.
"hoam enak sekali rasanya,"ucap Laura Seraya meregangkan otot-otot tangan dan kakinya.
Sudah lama, dirinya tidak tertidur di tempat seperti ini. apalagi, saat dirinya telah masuk ke dalam neraka berbentuk rumah itu. hanya ada penyiksaan di dalamnya.
"kenapa aku bisa ada di sini?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri. dengan segera, Laura bangkit dari tempat tidur dan langsung berjalan untuk membuka pintu.
Namum tiba-tiba saja, ingatannya kembali terekam sewaktu dirinya dan Gabriel terlibat 1 obrolan tadi malam.
"oh iya, di mana laki-laki itu?"tanya Laura Soraya mengedarkan pandangannya ke arah penjuru ruangan itu.
Namun demikian, Laura tidak melihat keberadaan dari laki-laki itu. "apa dia sudah berangkat?"tanya Laura pada dirinya sendiri.
Laura mengedikkan bahunya merasa tidak peduli dengan laki-laki itu. "kenapa aku harus peduli,"ucap wanita itu Seraya keluar dari dalam kamar Gabriel.
Baru beberapa langkah, Laura mengayunkan kakinya, sebuah suara berhasil membuatnya terdiam. dan dengan segera, membalikkan badannya untuk menatap ke arah si pemilik suara.
"kenapa kau ada di dalam kamar tuan Gabriel?"tanya Merry dengan melayangkan tatapan tajam ke arah Laura.
Membuat Laura yang mendengarnya sejenak terdiam. sebelum akhirnya, berkata sesuatu yang membuat Merry seketika terdiam.
__ADS_1
"tanyakan saja pada tuanmu itu, kenapa aku berada di kamar ini."ucap Laura dengan nada dinginnya. sepertinya, wanita itu telah merasa jengah dengan sikap yang ditunjukkan oleh wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.