Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 78


__ADS_3

Saat ini, Gabriel tengah berada di depan sebuah ruang gawat darurat. laki-laki itu, baru saja diberitahu oleh dokter Luis bahwa istrinya, tiba-tiba saja tak sadarkan diri.


Tentu saja itu membuat Gabriel yang mendengarnya segera meninggalkan pesanan sang istri. dan langsung bergegas menuju di mana istrinya berada.


Gabriel mengusap kasar wajah tampannya dengan kedua tangan. saat melihat ruang gawat darurat itu, telah tertutup dengan lampu yang menyala.


"apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Gabriel pada Melia. yang memang kebetulan berada di sana. karena diperintahkan oleh James untuk menemani Gabriel. sementara laki-laki paruh baya itu, mempersiapkan acara pemakaman cucunya.


"kata petugas yang sedang piket, ada seseorang yang mengenakan pakaian dokter dengan membawa keranjang makanan. orang itu masuk ke dalam ruangan Laura berada. dan tak lama berselang, terdengar teriakan dari istrimu. setelahnya, orang itu keluar dari ruangan Laura."ucap Melia mencoba menjelaskan apa yang ia dengar dari petugas rumah sakit itu.


Gabriel yang mendengarnya, seketika melayangkan tatapan tajam. bukan, bukan ke arah sepupunya itu. melainkan melayangkan tatapan tajam ke sembarang arah. dengan kedua tangan seketika mengepal dengan sangat kuat.


"kali ini, mereka sudah keterlaluan."setelah mengatakan hal itu, Gabriel melangkahkan kakinya menuju arah pintu keluar rumah sakit.


"mau ke mana?"tanya Melia mencoba untuk mencegah sepupunya itu bertindak bodoh.


"melenyapkan mereka semua."ucap Gabriel dengan suara yang sangat dingin dan juga mengerikan.


Melia yang mendengar itu, seperti kamu menggelengkan kepala."jangan pernah bertindak bodoh Gabriel, ingat kau masih mempunyai keluarga."ucap Melia mencoba untuk menyadarkan sepupunya itu.

__ADS_1


Namun, hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Gabriel. laki-laki tampan itu tetap melaju kan langkah kakinya untuk menuju ke arah pintu keluar rumah sakit.


"kalau aku tidak kembali, sampaikan permintaan maafku kepada semua orang,"Gabriel menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Melia. Setelahnya, laki-laki tampan itu kembali melajukan langkah kakinya untuk menuju pintu keluar bangunan rumah sakit itu.


Melia yang mendengar itu, seketika mendesah pelan. kemudian berlari untuk menghampiri paman dan juga ayahnya yang masih berada di ruangan tempat keponakannya berada.


"kenapa, Ada apa?"tanya James yang melihat keponakannya itu berlari dengan ekspresi wajah yang sangat cemas.


"Gabriel pergi untuk menemui keluarga Avoss,"ucap Melia Seraya mengatur detak jantungnya yang berdetak sedikit kuat akibat dirinya yang berlari.


"lalu?"tanya James dan juga Theo dengan alis yang saling bertautan.


"dasar laki-laki bodoh!"maki James Seraya melangkahkan kakinya untuk menyusul Sang putra. laki-laki paruh baya itu tahu betul bahwa jika putranya telah dikuasai oleh emosi, maka laki-laki itu akan langsung bersikap bodoh.


"lalu proses ini bagaimana?"tanya Theo ya sedikit berteriak. menatap ke arah jenazah Amanda.


"kita urus nanti saja itu. yang lebih penting saat ini, adalah Gabriel. karena aku tidak ingin, kehilangan anggota keluargaku lagi."setelah mengatakan hal itu, James segera melangkahkan kakinya untuk menuju parkiran rumah sakit guna mengambil mobilnya.


*****

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Gabriel telah sampai di sebuah rumah mewah. yang tak lain adalah milik dari keluarga Avoss. laki-laki itu, segera berjalan dengan cepat. dan langsung mendobrak pintu rumah itu.


brakkk


Satu kali tendangan, seketika membuat pintu itu terbuka dengan lebar. hingga membuat penghuni rumah yang ada di sana, seketika terlonjak kaget.


"ber3n9s3k!! apa yang kau lakukan?!"teriak seorang laki-laki muda yang tak lain adalah Bramantyo berjalan dan menghampiri Gabriel dengan tatapan yang sangat membunuh.


Sementara Gabriel, laki-laki itu tertegun sesaat setelah melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


"ternyata kalian bersekongkol,"ucap Gabriel lirih. matanya memerah saat melihat kenyataan pahit yang ada di hadapannya saat ini.


bagaimana tidak, di hadapannya saat ini terlihat ayah dan ibu mertuanya kenapa berbincang dan tertawa lepas dengan musuh yang telah merenggut anak dan juga istrinya.


"Ayah, Ibu, kenapa kalian melakukan hal ini? apa sebenarnya yang kalian inginkan?"tanya Gabriel dengan tatapan terluka dan juga kecewa menatap ke arah Excel Smith dan juga Alina Smith.


Bukannya merasa bersalah, kedua orang tua istrinya itu justru tertawa terbahak-bahak. disusun oleh keluarga dari mantan kekasihnya itu, dan juga Tony Virzha.


Mereka sepertinya tengah mengejek duka dan kehancuran dari seorang Gabriel Iskandar. tiba-tiba saja, salah seorang diantara mereka bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Gabriel dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


"tujuan kami adalah, ingin membuatmu menderita. mengetahui, apa yang dimaksud dengan kehilangan itu!"ucapkan ya Avoss disertai dengan tawa yang berderai.


__ADS_2