Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 71


__ADS_3

Saat ini, Laura tengah termenung di atas ranjang tempat tidur rumah sakit seorang diri. karena kebetulan Gabriel tengah mengajak Putri kecil mereka untuk berjalan-jalan dan menghirup udara yang sedikit sejuk itu.


"apa yang harus aku lakukan?"tanya Laura pada dirinya sendiri. karena Gabriel telah menceritakan semuanya kepada wanita itu.


Hingga membuat Laura, merasa sedikit syok dan juga terpukul. namun setelah dijelaskan, Laura baru tersadar. bahwa semua yang terjadi pada dirinya itu, adalah keteliduran yang ia buat sendiri.


"aku memang bodoh, karena mempercayai orang lain."gumamnya Soraya menitikan air mata yang mengalir cukup deras di pelupuk mata.


Laura seketika teringat. dirinya ketika berdebat dengan sang suami karena menganggap Gabriel terlalu protektif terhadapnya. jika mengingat itu, Laura benar-benar menyesali perbuatannya itu.


"andai waktu dapat diputar kembali, pasti aku tidak akan pernah menganggap remeh perkataan suamiku."ucap Laura menyesali perbuatannya.


Memang, penyesalan itu selalu datang terlambat. karena jika di awal, itu namanya pendaftaran hihihi canda guys. 😁.


****


Sementara itu di taman rumah sakit, terlihat Gabriel tengah menimang-nimang Putri cantiknya itu. dengan penuh kelembutan.


Sesekali laki-laki itu akan menatap garang ke arah depan dengan tangan mengepal kuat. saat mengingat laporan yang diberikan oleh Brian beberapa saat yang lalu.


"berani-beraninya mereka mencari gara-gara denganku," gumam laki-laki itu Soraya menatap dingin lurus ke depan. dan membuat siapapun yang melihatnya, akan melihat aura mencekam dari laki-laki itu.


puk


Tiba-tiba saja, atensi laki-laki itu teralihkan saat merasakan pundaknya ditepuk seseorang dari arah belakang. dan hal itu membuat Gabriel, seketika menoleh ke arah orang yang menepuknya.

__ADS_1


"Kau kenapa ada di sini? di mana menantuku?"tanya James yang ternyata memang berada di belakang Gabriel bersama dengan Theo dan juga Melia.


"dia ada di kamar,"ucap Gabriel setelah laki-laki itu terdiam cukup lama.


"kau meninggalkan dia seorang diri?"tanya Melia Yang ini merasa sangat terkejut dengan tingkah laki-laki itu.


Belum sempat Gabriel menjawab, terdengar suara teriakan dari arah rumah sakit itu. dan dengan segera, Gabriel segera berlari untuk menghampiri sumber suara itu. setelah sebelumnya, laki-laki itu menyerahkan baby Amanda kepada Melia.


"Sayang!!"teriak Gabriel dengan lantang. dengan kaki yang melangkah masuk ke dalam bangunan itu.


Laki-laki itu sempat menatap tajam ke arah beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu ruangan istrinya. karena bisa-bisanya mereka kecolongan seperti ini.


"jika terjadi sesuatu pada istriku, maka kalian akan mendapatkan ganjaran yang setimpal!"ucap Gabriel dengan penuh amarah.


Dengan paksa, Gabriel membuka pintu itu hingga hampir saja roboh. karena mendadak, pintu itu terkunci. setelah berhasil membuka, Gabriel segera berlari ke arah ranjang rumah sakit. dan langsung memeluk tubuh Laura dengan sangat erat.


Sementara Laura, wanita cantik itu masih menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.


"hiks hiks hiks aku takut, "ucapnya dengan lirih Seraya mendongakkan kepala menatap mata suaminya.


"memangnya apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Gabriel yang kini ikut duduk di atas ranjang tempat tidur.


"tadi setelah aku dari kamar mandi,..."Laura segera menceritakan semuanya pada sang suami.


Dimulai dari dirinya melihat seseorang yang memakai jubah berwarna hitam yang mengendap-endap dari arah balkon kamar rawatnya Laura, hingga dengan sebuah batu yang dilemparkan oleh orang lain. Yang sepertinya bersekongkol dengan orang yang memakai jubah warna hitam itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari istrinya, membuat Gabriel semakin mengepalkan tangannya kuat-kuat. dirinya yakin, bahwa yang melakukan ini adalah keluarga Avoss.


Atensi Gabriel seketika teralihkan saat mendengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. dan tak lama berselang, muncul Brian dengan memasang wajah lesu.


"bagaimana apakah kamu telah mendapatkan keluarga itu?"tanya Gabriel saat asisten pribadinya itu telah sampai di hadapannya.


"maafkan saya tuan, tapi menurut beberapa orang keluarga Avoss, telah pergi meninggalkan negara ini seminggu yang lalu."ucap Brian Seraya menunjukkan kepala.


"kurang ajar!"berani mereka bermain-main denganku! akan aku tunjukkan, mereka berhadapan dengan siapa kali ini!"ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Bahkan saking emosinya, Gabriel sampai tidak menyadari bahwa saat ini dirinya tengah memeluk dan menenangkan wanita kesayangannya itu. kesadaran laki-laki itu seketika pulih, saat merasakan tubuh dalam dekapannya itu bergetar hebat.


"astaga sayang maafkan aku!"gumam Gabriel Seraya menenangkan istrinya yang menangis dan ketakutan.


Gabriel segera menatap ke arah Brian dan memberikan kode untuk laki-laki itu meninggalkan tempat itu.


"baik Tuan. kalau begitu saya akan berusaha untuk mencari bukti-bukti yang lainnya."setelah mengatakan hal itu, Brian segera melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.


*****


Sementara itu di tempat lain, terlihat sebuah keluarga tengah tertawa terbahak-bahak. karena mereka baru saja berhasil mempermainkan mental seseorang.


"bagus sekali pekerjaanmu Bramantyo. aku bangga padamu!"ucap Enriq Seraya menepuk pundak putranya itu.


"Ayah tenang saja. aku pasti akan berhasil menghancurkannya! karena nyawa harus dibalas dengan nyawa!"ucap Bramantyo Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.

__ADS_1


Ingatan laki-laki Itu, seketika terlempar saat di mana, orang yang ia sayangi menjadi korban dari keganasan seseorang. Bramantyo berjanji, akan membalas semua rasa sakit hatinya dan juga rasa sakit hati keluarganya.


__ADS_2