Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 67


__ADS_3

Tubuh Gabriel, kini bergetar hebat. laki-laki itu sesekali akan menjambak rambutnya sendiri. karena saking frustasinya dengan keadaan yang ada. Gabriel baru saja mendapatkan informasi, bahwasanya di rahim istrinya terdapat racun yang sangat mematikan.


Hal itu membuat Gabriel merasa sangat terkejut dan juga terpukul. karena telah merasa kecolongan dengan semua itu. hingga membuat keadaan wanita yang sangat ia cintai, menjadi sekarat seperti ini.


"Tuan, ada apa?"tanya Brian yang berjalan menghampiri laki-laki tampan itu.


Gabriel yang mendengar itu, sama sekali tidak menyahut. pikiran dari laki-laki tampan itu, masih melalang buana ke berbagai arah.


"segera pulang ke Mansion. dan lihat seluruh rekaman di sana. jika ada orang yang berani-beraninya mencelakai istriku, Maka langsung saja eksekusi!"ucap laki-laki tampan itu dengan raut wajah menyeramkan.


Brian yang mendengarnya, segera menganggukkan kepala."baiklah kalau begitu, saya permisi dulu!"ucap Brian Seraya pamit undur diri.


Selepas kepergian asistennya itu, Gabriel seketika tersungkur di atas lantai dengan buliran bening yang mengalir di kedua sudut matanya.


"aaaakkhh! Sialan!"umpat laki-laki itu dengan suara yang menggelegar. dia tidak peduli dengan keadaan sekitar. yang dia pedulikan saat ini, adalah melampiaskan amarahnya. toh di rumah sakit ini, hanya ada istrinya yang sebagai pasien. karena semua telah dipesan oleh Gabriel. dan memindahkan pasien lainnya, ke rumah sakit yang lain.


"Gabriel, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya James yang berjalan dengan cepat menghampiri putranya itu.


Gabriel yang mendengar suara ayahnya, segera mendongakkan kepala. dan setelahnya, laki-laki itu bangkit dari atas lantai.


"kata dokter Luis, istriku harus segera menjalani tindakan operasi. untuk menyelamatkan Ibu dan bayinya."ucap dengan raut wajah frustasi.


James yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang."apa terjadi sesuatu?"tanya James hati-hati.


Gabriel yang mendengar itu seketika menatap ke arah ayahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"ada seseorang yang sengaja meracuni Laura. hingga membuat rahimnya, mengalami kerusakan yang sangat parah."ucap Gabriel Seraya menundukkan kepala.


Semua orang yang ada di sana, seketika membulatkan kedua matanya sempurna. bahkan Melia, wanita tomboy itu sampai harus melangkahkan kakinya mundur untuk beberapa saat.


"jangan bilang di rumahmu ada penyusup?"tanya wanita tomboy itu dengan raut wajah gusarnya.

__ADS_1


Gabriel yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."aku tidak mungkin menurunkan kewaspadaanku!"sergah laki-laki itu.


"tapi memang semenjak Laura hamil, kau menjadi lemah Gabriel."kini Theo juga angkat bicara.


James yang mendengarnya, juga ikut menganggukkan kepala."aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh pamanmu. kok akhir-akhir ini memang sangat lemah Gabriel."timpal laki-laki paruh baya itu.


Tak berselang lama, dokter Luis keluar dari dalam ruangan operasi dengan raut wajah yang sangat kacau. dan Gabriel yang mendengarnya, dengan segera menghampiri dokter wanita itu.


"bagaimana? apakah kau berhasil menyelamatkan istri dan juga anakku?"tanya Gabriel Seraya menarik kerah milik dokter Louis.


Melia yang melihat itu, segera menarik tangan sepupunya. jangan sampai, laki-laki tampan itu hilang kendali dan berbuat bodoh di saat situasi seperti ini.


"tenangkan dirimu Gabriel, jangan sampai kau bertindak bodoh seperti itu."ucap Melia memperingatkan dan dengan segera, Gabriel segera melepaskan cengkraman dari kerah baju dokter Merry.


"Tuan harus tenang dan juga sabar."ucap wanita paruh baya itu Setelah beberapa lama terdiam.


"maksudmu apa?"tanya Gabriel dengan raut wajah mencekam.


"jika tidak, apa Dok?!"bentak Gabriel dengan nada yang memburu. karena laki-laki itu merasa tidak sabar dengan penjelasan selanjutnya.


"karena jika tidak, mungkin anak Anda akan hancur melebur menjadi gumpalan darah. tapi anak anda telah berhasil dikeluarkan dari dalam rahim Nyonya Laura."ucap dokter Luis.


Helaan nafas panjang, seketika langsung berhembus dari keempat manusia itu. sementara dokter Luis, wanita itu terlihat sangat gelisah.


"lalu kenapa wajahmu gelisah seperti itu?"tanya James yang menangkap raut wajah tidak biasa dari dokter itu.


"sayangnya kondisinya tidak sebaik yang kalian kira."ucapnya Seraya menundukkan kepala.


"maksudnya?"tanya mereka serempak.


"racun itu membuat rahim Nyonya Laura menjadi rusak parah. dan kami membutuhkan persetujuan Tuan Gabriel untuk mengangkat rahim Nyonya Laura."ucap Luis Seraya menghela nafas panjang.

__ADS_1


Gabriel yang mendengar itu, seketika kembali ambruk di atas keramik. dia sangat-sangat menyesali keteledorannya kali ini. sementara orang-orang yang melihat Gabriel, merasa sedikit tersentuh. karena mereka tidak menyangka, bawa Gabriel akan mengalami keadaan seperti itu.


"apa boleh menunggu?"tanya Gabriel Seraya menatap ke arah dokter Luis."aku ingin menunggu, sampai Laura benar-benar sadar. karena rahim adalah bagian dari Laura. sehingga harus atas persetujuan dari si pemilik.


Dokter Luis yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. dan kembali masuk ke dalam ruangan.


******


"kita sudah berhasil,"ucap seorang laki-laki paruh baya kepada dua orang yang berada di hadapannya saat ini.


"apa dia benar-benar mati?"tanya seorang wanita yang tak lain adalah Elmira.


"walaupun dia tidak mati, pasti dia akan tersiksa dengan kondisi yang seperti itu." Enriq berkata Seraya tersenyum menyeringai.


"kalau begitu, sekarang waktunya aku bertindak."Bramantyo dengan segera beranjak dari tempat duduk.


"kau akan melakukan apa?"tanya Tania menatap ke arah putranya itu.


"seperti yang dia lakukan kepada adikku,"setelah mengatakan hal itu, Bramantyo segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari rumah itu.


Tak berselang lama, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. dan tak berselang lama pula, seorang wanita paruh baya masuk dengan paksa ke rumah itu.


Tania yang melihat itu, segera tersenyum simpul dan merentangkan tangannya memeluk orang yang baru saja tiba di hadapan mereka.


"bagaimana, apakah semua sesuai dengan rencana?"tanya Tania merasa tidak sabar.


"tentu saja kakak iparku sayang, semua akan terbalaskan. dan sekarang, aku akan bersembunyi di sini. karena Gabriel pasti akan mencari dan membunuhku."ucap Merry Seraya tersenyum datar.


"istirahatlah! kau telah berjasa dalam membalaskan dendam kami pada laki-laki itu." kini, Enriq melangkahkan kakinya untuk mendekati sang adik.


"terima kasih Kak,"ucap wanita paruh baya itu Seraya tersenyum simpul. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar yang memang telah disediakan oleh keluarga Elmira

__ADS_1


__ADS_2