Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 59


__ADS_3

Laura masih mematung di tempatnya. wanita itu merasa tidak percaya dengan penjelasan yang dilontarkan oleh wanita paruh baya itu.


"jadi selama aku hamil, aku harus melihat ekspresi seperti itu dari seorang Gabriel Iskandar?"tanya Laura masih pada dirinya sendiri.


Bahkan, wanita itu tidak menyadari kedatangan Gabriel. yang saat ini, telah berada tepat di belakang tubuhnya.


"kita kembali ke kamar ya sayang,"ucap Gabriel Seraya mengusap punggung istrinya itu dengan gerakan yang sangat lembut.


Namun ternyata, gerakan itu masih membuat Laura terjingkat. refleks, wanita itu segera memberikan satu pukulan pada Gabriel.


Sehingga membuat laki-laki itu, seketika mengaduh. karena memang, laki-laki itu belum siap untuk menahan tubuhnya.


Entahlah, mengapa sekarang Gabriel menjadi sedikit lemah seperti itu. padahal dulunya, laki-laki itu adalah orang terkuat yang ada di dalam Mansion itu.


brugh


Laura seketika membulatkan kedua matanya. saat wanita itu menyaksikan, bagaimana suaminya terjatuh dan terduduk di atas lantai hanya karena satu pukulannya saja.


"astaga! apakah kau baik-baik saja?!"tanya Laura yang langsung menghampiri laki-laki itu dan membantunya untuk berdiri.


Sementara Gabriel, laki-laki itu merasa sangat kebingungan. karena baru kali ini, dirinya selemah itu.


"kenapa aku menjadi selemah ini?"tanya Gabriel pada dirinya sendiri. sepertinya, laki-laki itu masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya itu.

__ADS_1


"lebih baik kita ke kamar saja, sepertinya tubuhmu kurang fit,"ucap Laura Seraya membantu suaminya berdiri dengan tegak.


Mereka segera melangkahkan kakinya, menuju ke kamar yang berada tidak jauh dari ruangan dokter Luis itu.


Yap, Gabriel sengaja memindahkan kamar Laura di sebelah ruangan dokter Luis. hanya karena laki-laki itu, ingin selalu memantau keadaan istri dan juga calon anaknya. padahal tanpa dipindah pun, dokter Luis pasti akan langsung menangani Laura. karena memang, tugas dari wanita paruh baya itu adalah memantau kondisi ibu hamil itu.


"Kau kenapa Gabriel?"tanya Melia Yang merasa sangat kebingungan. wanita itu, seperti baru melihat seorang laki-laki lemah yang tengah dipapah oleh seorang wanita.


"Dia baru saja terjatuh,"sahut Laura Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar.


uhuk uhuk uhuk


seketika itu pula, Melia tersedak salivanya sendiri. Karena Wanita itu, baru saja mendengar pengakuan yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu.


"aku harus cepat memberitahu paman,"ucap Melia Seraya melangkahkan kakinya untuk membicarakan hal itu pada James.


Karena, jika kondisi Gabriel seperti ini terus, tidak menuntut kemungkinan keluarga besar Iskandar yang telah dibangun susah-susah oleh James, akan hancur tanpa disadari, ada sepasang mata yang menatap Melia dengan tatapan sulit diartikan.


Setelah puas mengamati, orang itu segera pergi meninggalkan tempat itu.


*****


"sekarang kau berbaring saja,"ucap Laura Seraya ikut merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Sungguh, kehamilannya ini, membuat Laura sedikit kesulitan untuk bergerak.

__ADS_1


Karena memang, kandungan Laura telah memasuki usia 6 bulan. dan Gabriel dengan berlebihannya, memberikan makanan apa saja kepada Laura. dengan alasan, agar calon anaknya dapat mendapatkan asupan yang terbaik.


Walaupun sebenarnya, itu tidaklah perlu. yang terpenting dalam asupan makanan itu, ada beberapa gizi yang memang diperlukan untuk ibu hamil. dan itu tidak perlu menambahkan porsinya.


Laura kembali menoleh ke arah Gabriel. dan wanita itu, sedikit merasa terkejut. dengan apa yang ia lihat saat ini.


"apa ini benar-benar Gabriel?"tanyalah orang pada dirinya sendiri.


Karena Wanita itu merasa, suaminya itu sudah keluar dari zona nyamannya. laki-laki yang biasanya bersikap tegas dan juga keras itu, sekarang bisa bersikap lembut. bahkan Laura, sampai bergidik ngeri saat membayangkan perubahan dari suaminya itu.


"semoga ini hanya sementara,"gumam Laura pada dirinya sendiri. sepertinya wanita itu tidak akan pernah kuat, jika Gabriel bersikap seperti itu.


Menurut Laura, lebih baik Gabriel bersikap tegas dan juga dingin. karena itu akan mengembalikan Wibawahnya.


"apa ini karena anakku akan terlahir perempuan?"tanya Laura pada dirinya sendiri. Soraya tangannya, perlahan-lahan mengusap perut yang semakin membuncit itu.


Karena memang selama ini, baik Gabriel maupun Laura, tidak pernah ingin mengetahui jenis kelamin dari anak mereka. yang mereka periksakan selama ini, adalah kondisi bayi.


****


"apa kau bilang, jadi saat ini Gabriel sangat lemah?"tanya James menatap ke arah Melia.


Karena saat ini, wanita tomboy itu tengah berada di Mansion utama keluarga Iskandar.

__ADS_1


"iya paman, dan aku khawatir jika keadaan ini terus-menerus terjadi, maka tidak dapat dipungkiri jika kita akan kalah nantinya."ucap Melia Seraya menghela nafas panjang.


__ADS_2