Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 9


__ADS_3

Mereka kini, telah duduk dengan saling berhadapan satu sama lain. dan dengan segera tanpa basa-basi, Gabriel memulai perbincangan itu.


"apakah kita akan menjadi rekan bisnis yang baik?"tanya Erik pada Gabriel.


Membuat laki-laki tampan itu seketika menghentikan aktivitasnya Dan meletakkan ponsel miliknya di atas meja.


"tentu saja Tuan, itu akan segera terjadi."ujar Gabriel dengan suara datar dan juga senyum yang mengembang.


Namun, di balik senyumannya itu, terdapat hati yang meremehkan kinerja dari keluarga Johnson. karena Gabriel merasa, tidak ada yang bisa menjalankan suatu proyek dengan baik. kecuali dirinya.


"kapan kita akan memulai pembangunan ini?"tanya Erik Seraya memasukkan potongan buah apel ke dalam mulutnya.


"dua hari lagi. dan saya harapkan, Anda dapat mengatur semuanya agar dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal!"ujar Gabriel seraya memasukkan potongan hot dog ke dalam mulutnya.


Erik yang mendengar itu seketika tersenyum bangga. sakit perut bayi itu bersikap jumawa. dirinya berpikir, dapat melakukan hal itu dengan mudah. padahal di dunia ini, tidak ada yang pasti karena semua masih abu-abu.


Setelah pertemuan mereka, Gabriel kembali mengganti semua pakaiannya di dalam mobil. karena, laki-laki itu merasa telah memasuki tempat yang penuh kuman.


"ke mana lagi kita sekarang?"tanya Gabriel pada asistennya.


"tidak ada Tuan,"ucap sang asisten Soraya menatap lurus ke depan.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menampilkan wajah yang sangat berseri. Sang asisten yang mengetahui itu, segera mengerti dan memerintahkan semua bawahannya untuk mengantar Gabriel bertemu dengan kekasihnya.


"kita berhenti saja di situ,"ucap Gabriel Seraya menunjuk ke arah sebuah toko perhiasan yang terkenal di kota itu.


"baik Tuan,"ucap para bawahannya itu dengan nada yang sangat serempak. dan dengan segera, mereka semua mengarahkan mobil itu menuju tempat yang ditunjuk oleh Gabriel.


"selamat datang Tuan, apakah anda mengincar kalung itu?"tanya pemilik toko perhiasan yang berjalan menghampiri waktu itu.


Gabriel yang mendengarnya, segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam bangunan itu.


Saat telah sampai di dalam toko perhiasan tersebut, mata laki-laki itu langsung mengarah kepada bunda kecil yang ada di tubuh sebuah patung wanita yang terpajang di sana

__ADS_1


"saya mau itu!"ucap Gabriel Seraya ke ke arah patung yang ada di hadapan itu.


"baik Tuan!" ujar laki-laki itu dengan nada tegasnya dan dengan segera langsung mengambil dan memberikan barang itu pada Gabriel.


Gabriel menerima barang itu dengan cepat dan dengan segera membawanya keluar dari tempat itu. laki-laki tampan itu yakin, jika kekasihnya pasti akan menyukai orang yang ia bawakan itu.


"percepat perjalanannya!"seru Gabriel. dan dijawab anggukan serempak oleh mereka semua.


*****


"honey, aku merindukanmu,"ujar Elmira Seraya menggandeng tangan Gabriel dengan yang sangat mesra. tentu saja itu disambut baik oleh laki-laki tampan itu.


Dengan perlakuan yang sangat lembut, Gabriel membawa Elmira masuk ke dalam apartemen milik wanita itu.


"kalian boleh kembali ke mansion. dan jangan lupa, awasi terus wanita itu. jangan sampai dia melarikan diri,"ujar Gabriel menoleh ke arah para bawahnya.


"baik Tuan,"setelah mengatakan hal itu, para bawahan Gabriel segera kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


"wanita siapa?"tanya Elmira dengan raut wajah penasaran. Saat mereka berdua telah tiba di dalam apartemen milik wanita itu.


Elmira yang mendengar penuturan dari kekasihnya, hanya memasang wajah cemberut. karena wanita itu tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


"tidak usah merajuk seperti itu, nanti cantiknya hilang."ujar Gabriel Seraya mencubit pipi kekasihnya itu dengan gemas.


Tentu saja hal itu membuat si pemilik pipi, meringis kesakitan. karena memang, cubitan Gabriel sedikit keras.


"ish honey, sakit tahu!"ucapnya dengan wajah yang cemberut. hal itu membuat Gabriel yang melihatnya malah semakin menjadi.


"jangan memasang wajah seperti ini, atau aku akan kalap nantinya ujarnya Seraya mendesah pelan.


"kenapa tidak sekarang saja?"tanya Elmira dengan nada yang sangat menggoda. dan juga gerakan yang memancing.


Tentu saja, Gabriel segera menghentikan aksi kekasihnya itu. dengan cara menangkap kedua tangan lontik milik wanita itu.

__ADS_1


"jangan pernah memancingku, atau kau akan menyesal,"ujarnya Seraya melayang kata depan tajam pada wanita itu.


"memang itu yang aku inginkan,"gumanya dalam hati. "memangnya kalau aku memancingmu, apa yang akan kamu lakukan?"tanya Elmira dengan gerakan yang semakin menjadi.


"sudahlah, aku tidak ingin berbuat lebih sebelum kita menikah nantinya."ujar Gabriel Soraya sedikit menjauhkan tubuh wanita itu dari tubuhnya.


Elmira yang melihat itu, seketika berdecak sebal." CK, menyebalkan!"gerutunya sangat pelan. namun ucapan wanita itu, masih didengar oleh Gabriel.


"sudahlah jangan cemberut seperti itu,"Gabriel menarik Pelan tangan kekasihnya. dan dengan segera, menyerahkan sebuah kotak ke dalam telapak tangan wanita itu.


Tentu saja Elmira segera menghentikan gerutunya. dan dengan segera membulatkan mata saat melihat sesuatu yang menakjubkan di hadapannya.


"ini buat aku?"tanya Elmira pada sang kekasih. dan hanya dijawab anggukan oleh laki-laki itu.


"woah! ini barang yang aku incar dari dulu, dan kau mendapatkannya?"tanya Elmira yang merasa tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya itu.


"tentu saja sayang, aku mendapatkan ini dengan harga yang tidak murah. Dan aku harap, kau membalasnya dengan kesetiaan!"ujarnya Seraya tersenyum manis.


Elmira yang mendengar itu* segera menghambur ke dalam pelukan Gabriel. dirinya merasa sangat beruntung karena mendapatkan laki-laki sekaya Gabriel.


"aku berjanji, akan selalu setia kepadamu."ujarnya tersenyum tipis Seraya menatap ke arah laki-laki itu dengan tatapan penuh cinta.


Namun beberapa saat kemudian, raut wajahnya kembali cemberut. tentu saja, hal itu membuat Gabriel merasa sangat kebingungan.


"kenapa? ada yang salah?"tanya Gabriel dengan raut wajah cemasnya.


Elmira yang mendengar itu, segera menatap ke arah kekasihnya dengan tatapan memelas. dan tak lama berselang, setitik air mata jatuh dari mata wanita itu.


"hei kau kenapa?"tanya Gabriel dengan mengusap air mata Elmira.


"kapan kau akan menikahiku?"pertanyaan dari Elmira itu, sukses membuat Gabriel terdiam. dan hal itu, membuat Elmira kembali menitikan air mata.


"kau memang tidak pernah serius!"ujar wanita itu Soraya beranjak dari tempat duduknya. namun dengan segera, tangannya ditarik oleh Gabriel. hingga membuat Elmira kembali duduk di sebelah laki-laki itu.

__ADS_1


"semua wanita tidak akan pernah sanggup jika harus dibodohi seperti ini!"ujarnya Seraya menepis tangan Gabriel.


"beri aku waktu untuk meyakinkan hati ayahku!"ujarnya dengan nada memelas namun juga penuh keseriusan.


__ADS_2