
Laura berjalan menyusuri Mansion. wanita cantik itu berjalan untuk mencari keberadaan di mana suaminya berada.
Karena sudah hampir dua jam, Gabriel belum kembali. dan entah mengapa, wanita cantik itu merasa sangat khawatir. Entahlah, perasaan apa ini. kenapa dia begitu khawatir terhadap Gabriel? padahal biasanya tidak seperti itu.
"anda mencari siapa, nyonya?"tanya salah satu pelayan di rumah itu saat melihat Laura yang berkeliling Seraya sesekali menatap ke ruangan-ruangan yang ada di Mansion itu.
"di mana Gabriel?"tanya Laura Seraya masih menatap ke seluruh ruangan.
"tuan muda sekarang berada di ruangan khusus keluarga Iskandar."ucap pelayan itu Seraya menurut hormat.
Laura yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian, melangkahkan kakinya untuk menuju tempat di mana suaminya saat ini berada.
"kenapa aku baru tahu, di Mansion ternyata ada uang rahasia seperti ini?"tanya Laura dalam hati. saat wanita itu, sesekali mencondongkan tubuhnya untuk melihat keadaan di dalam sana.
Namun, semuanya nihil. karena ruangan itu, ternyata dijaga khusus oleh beberapa pengawal. dan saat Laura melangkahkan kakinya untuk menghampiri ruangan itu, wanita itu segera disuguhkan dengan semua orang yang menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
Tentu saja hal itu membuat Laura yang melihat itu, seketika melangkah mundur. wanita itu merasa sangat ketakutan. karena tatapan para laki-laki itu, sungguh sangat mengerikan.
"apa yang kalian lakukan pada istriku?"atensi semua orang, seketika menatap ke arah sumber suara.
"Tu... Tuan,"ucap mereka Seraya bergetar dengan hebat. karena mendapati laki-laki itu menatap mereka dengan tatapan yang sangat tajam.
__ADS_1
Gabriel dengan langkah tergesa-gesa, langsung menghampiri dan langsung memeluk pinggang istrinya itu. dengan sangat posesif.
"kau tidak apa-apa sayang?"tanya Gabriel Seraya menatap ke arah istrinya itu Dengan kata panjang sangat lembut dan juga penuh kasih sayang.
Setelahnya, melayangkan tatapan tajam kepada semua para pengawal yang telah berlaku kasar terhadap istrinya itu. tentu saja hal itu membuat semua orang, seketika merasa sangat kebingungan.
Karena menurut mereka, Gabriel tidak pernah seposesif ini saat memperlakukan wanita. laki-laki itu akan bersikap biasa saja. bahkan terhadap Elmira pun, Gabriel tidak pernah sebegitunya. tapi kenapa saat bersama Laura perlakuan yang sangat berbeda?
"apa yang kau lakukan pada istriku? hah!"bentak Gabriel Seraya mencengkeram kerah baju dari salah satu pengawal di Mansion itu.
bugh
uhuk uhuk
Seketika itu pula, laki-laki itu langsung terbatuk dengan mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya. membuat semua orang, seketika merasa tercengang karena perbuatan dari Tuan mereka.
"bawa dia berobat, aku tidak ingin di rumah ini ada orang sekarat seperti ini!"ucap Gabriel dengan suara yang sangat lantang dan juga menyeramkan.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan. tidak terkecuali Laura. wanita itu bahkan langsung memutar tubuhnya untuk berlari menjauh dari Gabriel.
Karena Laura melihat, suaminya itu seperti orang yang kerasukan setan. sangat mengerikan dan juga ganas.
__ADS_1
Namun belum sempat wanita itu melangkah lebih jauh, tangan dari Gabriel telah terlebih dahulu menariknya. hingga membuat wanita itu, seketika langsung jatuh dalam pelukan sang suami.
"kamu ke mana sayang?"tanya Gabriel Seraya menghujani wajah istrinya itu dengan beberapa kali kecupan.
Entahlah. mengapa laki-laki itu merasa tidak malu karena melakukan hal itu di hadapan umum. padahal biasanya, laki-laki itu akan sangat menjaga wibawanya. Apalagi, saat di hadapan para bawahannya.
Laura yang diperlakukan seperti itu, seketika menundukkan kepala. Karena Wanita itu, sungguh sangat malu dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh suaminya itu.
"kenapa wajahmu merah?"tanya Gabriel menggoda istrinya itu.
Membuat Laura seketika semakin menundukkan kepala. Gabriel dengan segera mengangkat dagu istri kesayangannya itu. hingga mata mereka berdua seketika bertemu dan saling mengunci.
Ah, istri kesayangan? rasanya Gabriel merasa malu saat mengakui bahwa wanita yang pernah sangat ia benci, kini masuk ke dalam seluruh hati dari laki-laki itu. tapi Gabriel merasa sangat bersyukur. karena istrinya itu, tidak membencinya.
Itulah manusia maka dari itu sebagai manusia biasa, tidak boleh membenci seseorang dengan berlebihan. karena kita tidak akan pernah tahu, bagaimana perasaan kita kedepannya nanti.
"A.. aku ingin ke kamar,"ucap Laura dengan cepat. Karena Wanita itu, saat ini benar-benar merasa sangat malu. dengan tindakan yang dilakukan oleh Gabriel.
Laki-laki itu seperti bukan seorang Gabriel Iskandar. apa jangan-jangan, memang ada jiwa yang lain yang menempati raga laki-laki itu? sehingga membuat dirinya berubah seperti ini? pikir Laura dalam hati.
__ADS_1