Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 27


__ADS_3

"lalu apa yang kita akan lakukan, Bos?"tanya salah satu laki-laki yang menjadi anak buah dari orang itu.


"tenang, kita masih mempunyai beberapa rencana untuk cadangan. Lagi pula dengan gagalnya rencana kita itu, kita tidak perlu merepotkan diri untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak berguna seperti mereka."ucapnya dengan senyuman menyeringai lebar yang sangat menakutkan.


"apa kita perlu bertindak?"tanya si bawahan terhadap atasannya itu.


"tidak perlu, aku sudah mempunyai rencana yang sangat besar untuk membuat keluarga itu hancur!"ucapnya dengan sering menakutkan.


Mereka semua akhirnya meninggalkan tempat itu dengan pakaian serba hitam. dan hal itu membuat semua orang yang ada di sana, menatap para manusia berbaju hitam itu dengan tata pan penuh ketakutan. karena para gerombolan itu saat ini, tengah berada di fasilitas umum.


Namun, tentu saja mereka memilih tempat VVIP agar tidak terganggu oleh hal-hal Tak penting seperti ini.


"apa mereka adalah seorang penyamun?"tanya salah satu pengunjung berbisik pada temannya.


"ssstt jangan keras-keras bodoh! kau mau mati, hmmm!"ucap salah satu dari mereka memperingatkan orang itu.


Seketika itu pula, suasana kembali hening. sementara orang-orang itu, segera masuk ke dalam mobil untuk segera meninggalkan tempat itu. karena urusan mereka, telah selesai.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki paruh baya tengah duduk di dalam kamar seorang diri. tangannya dengan lincah mengetikkan sesuatu pada papan keyboard-nya. entah apa yang laki-laki paruh baya itu cari, sehingga membuat laki-laki itu sangatlah fokus.


"jadi, anak itu baru saja terkena racun? dasar ceroboh!"gumam laki-laki paruh baya itu penuh dengan penekanan. tak berapa lama, terdengar suara ketukan dari arah luar kamar laki-laki itu.

__ADS_1


"Tuan James, apa Anda perlu sesuatu?"tanya seseorang itu Seraya mengetuk pintu kamar laki-laki itu.


Dengan segera James mengatakan bahwa dirinya tidak memerlukan sesuatu. tentunya masih menggunakan alat itu. entah apa yang James lakukan sehingga laki-laki itu memilih untuk bersandiwara seperti ini.


Setelah orang itu pergi, James kembali melanjutkan pekerjaannya. "huh, melelahkan sekali menjadi orang lumpuh seperti ini,"ujar James pada dirinya sendiri.


Laki-laki paruh baya itu, segera menghubungi seseorang untuk menanyakan bagaimana keadaan Gabriel.


Tut Tut Tut


Beberapa saat kemudian, terdengar suara ponsel yang diangkat dari seberang sana.


"halo Paman, ada apa?!"tanya orang itu dari seberang sana.


"aku hanya ingin bertanya, apakah kondisi anak itu sudah membaik?"tanya James dengan to the point tanpa berbasa-basi. karena memang, laki-laki paruh baya itu tidak menyukai hal-hal yang berbau berlebihan.


"Bagus kalau begitu! terus awasi dia. jangan sampai, dia melakukan hal-hal aneh."ucap James dengan tegas. Setelah mengatakan hal itu, laki-laki paruh baya itu segera menutup panggilan telepon itu.


Kemudian, dengan perlahan laki-laki itu berjalan menuju ke arah ruangan rahasia yang ada di kamar itu. dan tidak ada seorangpun yang tahu tentang kamar itu. termasuk juga Gabriel.


Sesaat setelah pintu kecil itu dibuka, mata James langsung disuguhkan oleh berbagai senjata api dan juga beberapa bom nuklir dan juga bom kelereng yang belum aktif. kemudian, laki-laki paruh baya itu berjalan secara perlahan dan menyentuh satu persatu dari benda itu dengan usapan lembut.


Seakan-akan, laki-laki itu sangat menyayangi dan mencintai benda itu. "aku harap, setelah benda-benda ini jatuh ke tanganmu, kau dapat memanfaatkannya dengan baik."ucap James Seraya menatap ke arah sebuah foto yang tak lain adalah foto putranya sendiri.

__ADS_1


Setelah puas mengamati ruangan itu, jam segera kembali ke dalam kamarnya. karena laki-laki paruh baya itu takut, jika aksinya ini diketahui oleh para pekerjanya. jangan sampai mereka menemukan James dalam keadaan sehat seperti ini. karena itu pasti akan langsung menggagalkan rencananya yang telah ia bangun dengan susah payah selama berbulan-bulan lamanya.


Benar saja, setelah James keluar dari dalam ruangan itu, terdengar suara pintu diketuk dari arah luar.


"Tuan James, waktunya anda makan tuan."ucap salah satu pekerja rumah itu hendak membuka pintu.


Dengan sigap, laki-laki paruh baya itu langsung melompat ke arah ranjang dan langsung berbaring seperti biasanya. tak berselang lama, para pelayan itu langsung masuk dan mulai memberi makan laki-laki paruh baya itu seperti biasa. dan setelah selesai, datanglah pelayan laki-laki yang bertugas untuk membersihkan tubuh James.


Para pelayan wanita itu, dengan segera meninggalkan tempat itu. karena mereka tahu, itu bukan ranah mereka.


Pelayan laki-laki itu, mulai membersihkan tubuh James dari atas hingga bawah sampai bersih. dan setelah selesai, orang itu segera pamit untuk keluar dan melanjutkan pekerjaannya. Gabriel sengaja menempatkan beberapa pelayan laki-laki untuk merawat sang ayah dengan baik. tentu saja mereka Bukan pelayan biasa. melainkan terapis yang sengaja didatangkan Gabriel dari negara lain. berharap agar ayahnya dapat segera sembuh.


James memejamkan matanya. karena laki-laki paruh baya itu merasa sangat lelah. padahal, dirinya tidak pernah melakukan aktivitas apapun selain berbaring dan duduk di kursi roda. namun, itu justru malah membuat tubuhnya merasa sangat tidak nyaman.


*****


Sementara itu di kamar Gabriel, terlihat Laura tengah menyuapi laki-laki itu dengan telaten. terlihat beberapa kali, Laura mengusap bibir suami laki-laki itu dengan penuh kasih sayang.


"sudah selesai tuan, kalau begitu saya permisi dulu."ujar Laura Seraya melangkahkan kakinya yang hendak keluar dari sana.


Namun langkahnya seketika terhenti saat mendengar ucapan dari laki-laki itu.


"kau jangan ke mana-mana, temani saja aku di sini."ucap laki-laki itu Seraya menarik tangan Laura. membuat wanita itu, seketika jatuh ke dalam pelukan Gabriel. dan untuk beberapa saat, kedua mata sepasang suami istri itu saling bertemu dan saling mengunci satu sama lain. durasinya sangatlah lama. hingga mereka tidak menyadari, ada seseorang yang hampir saja masuk ke dalam kamar itu.

__ADS_1


Namun, hal itu tidak terjadi karena melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu. Dengan mengulum senyum.


"dasar manusia-manusia bucin!"gumam orang itu yang tak lain adalah Melia. wanita itu hendak melangkahkan kakinya untuk mengecek keadaan sepupunya. Namun, hal itu urung dilakukan saat melihat pemandangan itu.


__ADS_2