
Sementara itu, di dalam kamar Laura, suasana kembali mencekam. dengan kehadiran Gabriel melayangkan tatapan tajam pada wanita itu. hingga membuat Laura, merasa semakin kebingungan.
"ada apa sih sebenarnya? kenapa dia menatapku seperti itu? apa belum puas dengan hukuman yang baru saja ia berikan?"Laura seketika bertanya-tanya saat melihat ekspresi wajah Tak biasa dari laki-laki itu.
"ternyata kau memang belum kapok ya?" tanya laki-laki itu Seraya tersenyum menyeringai.
"maksudmu apa?"tanya Laura dengan ekspresi wajah takut dan juga sedikit merasa heran dengan tingkah laku suaminya itu.
brugh
Gabriel langsung melompat ke atas kasur dan langsung menindih wanita itu. Seraya sesekali, menghujani wanita itu dengan beberapa kali kecupan disertai gigitan kecil di kulit wanita itu.
"aww"seketika itu pula, Laura merintih kesakitan. saat mendapatkan perlakuan tidak terduga dari laki-laki itu.
"sebenarnya kau ini kenapa?"tanya Gabriel dengan ekspresi wajah penuh amarah.
"seharusnya saya yang tanya. Anda ini kenapa? kenapa seperti orang kesetanan seperti itu ?"tanya Laura akhirnya memberanikan diri.
Karena Wanita itu, sudah merasa tidak tahan dengan sikap Gabriel yang semakin hari semakin aneh itu.
"jangan panggil saya Tuan, karena sekarang aku bukan Tuanmu!"ucapnya Seraya mencengkeram kedua pundak wanita itu. membuat si pemilik, seketika meringis kesakitan.
"lalu aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?"tanya Laura disertai ringisan kecil. saat merasakan kedua pundaknya dicengkeram kuat oleh laki-laki itu.
"panggil aku sayang,"ucap Gabriel Soraya menatap wanita itu dengan tatapan yang sangat tajam.
__ADS_1
uhuk uhuk uhuk
Seketika, Laura yang mendengar penuturan dari laki-laki itu, tersedak salivanya sendiri. kemudian, wanita itu berusaha kuat untuk menatap ke arah mata Gabriel.
"apa anda sedang baik-baik saja? aww!"Laura seketika memekik keras. saat merasakan lehernya, digigit dengan kuat oleh Gabriel.
"sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku Tuan. karena sekarang, aku bukan tuhanmu lagi."ucapnya penuh emosi.
Seakan-akan Gabriel tengah melupakan sumpahnya sendiri. bahwa dia tidak akan pernah menganggap Laura sebagai istrinya. dan akan terus menganggap wanita itu, sebagai pelayan. tapi sekarang, lihatlah tingkah laki-laki itu.
"ba.. baik Sayang,"ucap Laura dengan gelagapan. wanita itu merasa risih dan juga geli saat mengatakan panggilan "sayang"pada Gabriel.
"huh rasanya aku pengen muntah,"ucap Laura dalam hati. Soraya mulai memejamkan mata. saat merasakan, sesuatu yang hangat menyentuh permukaan kulitnya.
Sementara Gabriel yang mendengar itu, seketika tersenyum senang. dan dengan segera, mengangkat tubuhnya sendiri. yang sejak tadi, menindih Laura. namun, sepertinya Dewi Fortuna belum berpihak pada laki-laki itu.
"astaga!"pekik Laura saat wanita itu baru saja menyadari tindakan apa yang telah ia perbuat.
"sa.. sayang, maafkan aku."ucap Laura dengan suara gugupnya. karena Wanita itu, dapat merasakan aura mengerikan yang terpancar dari wajah suaminya itu.
Gabriel yang mendengar itu, sama sekali tidak bergeming. laki-laki itu, semakin menatap intens Laura.
"kenapa bisa begini?"tanya Gabriel dalam hati. Karena laki-laki itu, baru merasakan miliknya bereaksi saat tersenggol oleh tangan Laura. padahal dulu, Elmira sering sekali menggodanya. tapi tidak pernah berhasil. Gabriel pun, sempat mengira dirinya tidak normal. saat tidak ada reaksi apapun, dari tubuhnya saat mendapatkan sentuhan dari Elmira.
"kau harus bertanggung jawab atas ini!"ucap Gabriel dengan mata yang telah berkabut dengan gairah.
__ADS_1
Membuat Laura yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua mata." sa.. sayang, aku mohon maafkan aku. aku benar-benar tidak sengaja--"ucapan Laura terhenti saat merasakan. benda kenyal itu membungkam bibir tipisnya. dan akhirnya, kegiatan itu terulang kembali.
*****
"bagaimana rencanamu sekarang?"tanya seorang wanita paruh baya pada seorang wanita muda yang ada di sebelahnya.
"aku tidak tahu Bu, tapi aku akan berusaha keras, untuk mendapatkan Gabriel."wanita muda itu yang tak lain adalah Elmira.
"bagus, Ibu mau, kau segera menjalankan rencanamu itu!"ucap sang Ibu Seraya beranjak dari duduknya.
Sementara Elmira, wanita muda dan senantiasa cantik itu, menatap kepergian ibunya dengan senyuman misterius.
"kau tenang saja Bu, aku pasti akan berhasil melakukan rencana ini."gumam Elmira Seraya mengepalkan tangannya kuat. saat beberapa kepingan masa lalu itu muncul kembali di otaknya.
"Ayah harap, kau tidak akan pernah mengecewakan kami semua."ucap laki-laki paruh baya itu Seraya beranjak dari duduknya dan mulai mengikuti langkah istri yang masuk ke dalam kamar.
Elmira yang mendengar itu, kembali menganggukkan kepala. kemudian, setelah kepergian kedua orang tuanya, Elmira mulai mengeluarkan benda pipih yang ada di tas kecilnya itu.
"halo, sekarang apa yang harus aku lakukan?"tanya Laura pada seseorang di seberang sana.
"lakukan sesuai dengan rencana yang telah kita sepakati,"ucap seorang laki-laki. yang terdengar begitu menakutkan.
"baiklah!"setelah mengatakan hal itu, Elmira segera menyudahi panggilan telepon itu.
"suatu saat nanti, aku berjanji akan menghancurkanmu Gabriel Iskandar!"ucap Elmira Seraya mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. dada wanita itu, seketika naik turun. Mengimbangi dengan detak jantungnya yang semakin lama, semakin cepat karena menahan amarah.
__ADS_1
Nb: yuk mampir ke cerita teman aku, di jamin ngak nyesel deh kalo kalian