
Selesai mengatakan hal itu, Gabriel segera melangkah keluar dari dalam Mansion bersama dengan Brian yang masih setia berada di belakang laki-laki itu.
"kita ke cafe Mawar,"ucap Gabriel tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
Brian yang mendengar itu, hanya menganggukan kepala. dan setelahnya, membukakan pintu mobil untuk Gabriel. atensi laki-laki tampan itu teralihkan, saat mendapati sesuatu yang tidak asing yang telah digenggam oleh asisten pribadinya itu.
"sepertinya aku pernah melihat sapu tangan itu, tapi di mana ya?"tanya Gabriel Seraya mengetuk-ngetuk keningnya karena memikirkan sesuatu.
"Hei Brian, bukankah itu milik Melia?"tanya Gabriel saat laki-laki itu mengingat bahwa benda yang tengah digenggam oleh asistennya itu adalah milik dari sepupunya.
Brian yang mendengar itu, segera mengikuti arah pandang Tuan Mudanya."Nona Melia memberikan ini pada saya, tuan. dia bilang, agar saya menjaganya dengan baik-baik. jangan sampai hilang. kalau sampai hilang, maka kepala saya juga akan hilang,"ucap laki-laki itu mengadukan semua perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu.
Gabriel yang mendengarnya, sejenak terdiam."apa itu artinya, dia memang benar-benar tidak menyukaiku?"tanya Gabriel dalam hati.
"ah nanti akan aku selidiki,"ucap Gabriel Seraya menggelengkan kepalanya. "kita jalan sekarang,"ucap laki-laki itu Saraya menatap lurus ke depan.
Brian yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. laki-laki itu, melajukan kendaraannya, dengan kecepatan tinggi. karena Gabriel meminta, bahwa mereka harus sampai ke tempat tujuan dalam waktu 10 menit. Padahal, jarak antara Mansion dan juga Cafe tersebut, normalnya membutuhkan waktu hampir satu setengah jam.
Bisa dibayangkan bukan, bagaimana cara Brian membawa mobil itu agar cepat sampai ke tempat tujuan dengan cepat, jika itu orang awam, pasti tidak akan sadarkan diri karena mendapatkan sedikit serangan-serangan di tubuhnya akibat laju kendaraannya dibawa oleh laki-laki itu.
Benar saja. mobil yang dikendarai oleh Brian, telah sampai di depan Cafe itu dalam waktu kurang dari 10 menit. Gabriel segera turun dari dalam mobil itu, setelah asistennya memarkirkan di tempat khusus.
__ADS_1
"kau dan anak buahmu tunggu saja di sini,"ucap Gabriel Seraya melirik ke arah Brian dan juga beberapa para pengawal yang telah stand by di belakang mobilnya.
Bian hanya melakukan kepala. kemudian mereka segera menuju tempat yang biasa digunakan untuk menunggu Gabriel saat mengunjungi para tamunya di tempat itu. walaupun itu hanyalah Cafe, namun Cafe itu sangatlah beruntung karena beberapa kali, digunakan oleh Gabriel untuk menjamu para tamu-tamunya.
Karena memang, kualitas dari Cafe itu tidak pernah diragukan lagi. Gabriel adalah orang yang tidak pernah salah dalam menilai sesuatu hal. Jika dia mengatakan hal itu adalah baik, maka kenyataannya adalah seperti itu. dan begitu pula sebaliknya.
"silakan Tuan Gabriel,"ucap salah seorang karyawan yang memang ditugaskan oleh pemilik cafe untuk menyambut kedatangan tamu agung itu.
Gabriel yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian kembali memasukkan kedua tangannya di saku jas miliknya itu.
Ting
Suara lift terbuka, membuat semua orang, seketika menatap ke arah Gabriel dengan ekspresi wajah terkejut. karena mereka tidak mengetahui, ada ruang rahasia di cafe itu.
"gagah sekali Tuan Gabriel,"
"aku mau lah kalau jadi istrinya,"
"kau ingin berhadapan dengan keluarga Elmira? kau pasti akan langsung mati!
Begitulah bisik-bisik yang dilontarkan oleh berapa pengunjung di cafe itu. namun itu sama sekali tidak dipedulikan oleh Gabriel. jangankan diperdulikan, lihat saja tidak. menurut Gabriel, mereka hanyalah beberapa ekor serangga yang tidak mengganggu.
__ADS_1
Ting
suara lift terbuka, dan pemandangan yang disajikan pertama kali, adalah wajah Elmira. laki-laki itu, seketika tersenyum kecil. saat mendapati kekasihnya, telah menunggunya di ruangan itu.
"apakah sudah lama?"tanya Gabriel Seraya duduk di hadapan wanita itu.
"aku baru saja sampai Honey,"ucapnya Soraya tersenyum kecil.
Keheningan seketika tercipta dari kedua anak manusia itu. karena masing-masing di antara mereka, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.
"ada yang ingin aku katakan,"ucap Gabriel dengan raut wajah yang sangat serius.
Tentu saja hal itu membuat Elmira yang mendengarnya, merasa sangat penasaran. karena selama mereka menjalin hubungan, baru sekarang ini Gabriel berkata dengan raut wajah seperti itu.
"ada apa?"tanya wanita itu merasa sangat penasaran dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh kekasihnya.
Gabriel terlihat beberapa kali menghela nafas panjang. sebelum akhirnya, laki-laki itu mulai membuka mulut untuk bersuara.
"sebenarnya,..."
Nb: Yuk Mampir yuk ke cerita teman aku ini, di jamin ngak akan nyesel hehehe
__ADS_1