Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 8


__ADS_3

Saat ini Laura dengan Gabriel, telah berada di ruang makan. dengan Laura, yang masih memasak untuk sarapan laki-laki itu.


Sementara Gabriel, hanya menatap Laura dengan tatapan merendahkan. "dia memang sangat cocok menggunakan itu,"gumamnya dengan sedikit keras.


Karena Gabriel, memang berniat ingin melihat raut wajah wanita itu. dan dia akan semakin merasa semena-mena saat melihat ekspresi Laura yang tidak terima nantinya.


Namun semua di luar dugaan dari laki-laki tampan itu. karena ternyata, Laura hanya diam dan sesekali tersenyum hangat ke arah dirinya.


"kenapa kau tersenyum seperti itu?"tanya Gabriel dengan raut wajah dingin dan juga datar.


Laura yang mendengar itu segera menggelengkan kepala tanpa melunturkan senyuman di wajah cantiknya.


"silakan sarapannya Tuan,"ujar Laura Seraya menata makanan itu di atas meja. dan dengan segera melangkahkan kakinya untuk mencuci barang-barang bekas dirinya memasak.


Namun langkah Laura segera terhenti saat mendengar ucapan dari Gabriel. "duduklah! temani aku makan!"ujar laki-laki tampan itu dengan suara beratnya.


Laura yang mendengar itu, seketika sedikit menegang. karena wanita itu merasakan akan terjadi sesuatu. jika dirinya, menuruti ucapan dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu.


"saya ingin mencuci..."perkataan Laura segera terhenti saat mendengar dan melihat ekspresi wajah dari laki-laki itu.


"duduk! atau kulempar kau ke kandang singa yang ada di sebelah mansion?!"tanya laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat dingin.


Mendengar perkataan dari laki-laki itu, seketika membuat Laura menuruti perkataan dari Gabriel. wanita itu duduk di sebelah Gabriel. dan dengan segera, mengambilkan makanannya diinginkan oleh laki-laki itu.


"kau memang cocok sekali menjadi pelayan! kenapa kau tidak melamar saja sebagai pelayan dimension Ayahku? kenapa harus melamar menjadi istri dari ayahku?"tanya laki-laki itu dengan nada yang sangat sinis.


Namun demikian, Laura sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Gabriel. wanita itu sibuk mempersiapkan makanan untuk laki-laki itu. membuat Gabriel yang merasa geram, segera melempar piring yang berisi makanan itu ke lantai.


"jawab pertanyaanku wanita sialan!"ucapnya dengan penuh kekesalan dan suara yang sangat keras. hingga suara itu, menggema di ruangan makan.

__ADS_1


Laura yang mendengar itu, menatap Gabriel dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun demikian, bibirnya tetap menyunggingkan senyuman tipis.


"maafkan saya Tuan Gabriel yang terhormat, tapi saya tidak pernah berniat untuk menggoda ayah anda!"ujar Laura dengan nada yang sangat lembut. namun penuh dengan penekanan.


"tidak usah banyak alasan! bilang saja, kau ingin mengharap kekayaan ayahku kan, tapi semua angan-anganmu berakhir. dan kebahagiaanmu, berubah menjadi duka. karena kau menikah denganku."ucapnya dengan senyuman sinis namun tatapan yang sangat tajam.


"terserahmu saja Tuan. yang pasti, aku tidak pernah melakukan perbuatan yang kau tuduhkan itu."ujar Laura dengan sikap tenang.


Walaupun hati wanita itu saat ini tengah menjerit kesakitan. akibat penghinaan yang dilontarkan oleh Gabriel secara terang-terangan. jika dirinya bisa memutar waktu, maka Laura akan membuat pertemuan kedua orang tuanya dan juga Tuan James gagal. jika Laura tahu, akhirnya akan seperti ini.


prang!!


Gabriel segera membuang semua piring yang berisi makanan, ke bawah. hingga membuat semua makanan itu, berhamburan tak menentu.


Laura dengan cepat, dari sesuatu yang membahayakan dirinya. dengan cepat, wanita itu bangkit dari tempat duduknya. hendak melarikan diri dari Gabriel.


Namun pergerakan wanita itu, segera terhenti saat melihat Gabriel dengan cepat menarik tangannya.


Seketika itu pula, Laura menyadari kesalahannya. dan mengutuk dirinya sendiri karena telah memancing laki-laki itu. hingga sekarang, Laura harus menerima akibatnya.


Gabriel dengan segera menyingkirkan dan membuang barang-barang yang ada di atas meja makan itu. dan dengan segera, laki-laki itu kembali menerkam Laura. walaupun wanita itu, merasa sudah kepayahan dan merasa sangat kesakitan dengan tingkah laku laki-laki itu.


Namun itu sama sekali tidak menyurutkan niat dan perlakuan dari Gabriel. laki-laki itu seakan merasakan hal baru yang menyenangkan. yang rasanya, ingin ia coba berkali-kali.


****


Kondisi itu, terus berlangsung hingga dua hari. tentu saja hal itu membuat Laura merasa sangat tidak memiliki tenaga. dan akhirnya wanita cantik itu, tumbang tak sadarkan diri.


Tentu saja, hal itu membuat Gabriel yang menyaksikan, merasa sangat bahagia.karena dapat menyiksa wanita itu dengan kejam.

__ADS_1


"bangunlah! jangan menjadi wanita lemah seperti itu, kau ini adalah seekor lintah. mana ada lintah yang lemah sepertimu,"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera keluar dari dalam kamar wanita itu.


Sesampainya di ruangan utama mansion itu, Gabriel segera melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya. kemudian, memerintahkan beberapa bodyguard-nya untuk membuang atau membakar pakaian itu.


Karena Gabriel tidak akan pernah sudi memakai pakaian yang telah terkontaminasi dengan kuman dan juga sampah.


Tentu saja para pengawal merasa sudah terbiasa dengan tingkah bosnya itu. setelah membuang dan memakai pakaian yang baru, Gabriel segera menuju ke kendaraan pribadinya.


"kita harus ke mana?"tanya Gabriel pada asisten pribadinya yang berada tepat di sampingnya.


"bertemu dengan Tuan Erik Johnson!"ujar sang asisten dengan nada yang sangat tegas.


"baik segera atur semuanya! pastikan semuanya akan selesai sebelum jam makan siang. karena aku akan bertemu dengan Elmira."ujar Gabriel tanpa menoleh ke arah sang lawan bicara.


"baik Tuan,"


Mobil segera melaju dengan kecepatan tinggi karena harus sampai ke tempat tujuan dalam waktu 15 menit. Padahal jarak antara mansion milik Gabriel dengan mansion milik keluarga Johnson sekitar hampir 500 km.


Namun itu semua tidak akan menjadi masalah bagi orang-orang milik Gabriel. karena mereka dapat melakukannya dengan baik.


Karena Gabriel sendiri yang memilih dan melantik orang-orang yang mengawalnya itu. bukan karena tidak memiliki biaya untuk menyuruh seseorang mengawasi mereka, namun Gabriel memang tidak pernah mempercayai seseorang untuk mendapatkan suatu mandat.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh Gabriel, telah sampai di kediaman milik keluarga Johnson.


"silakan masuk Tuan, anda sudah ditunggu oleh Tuan Erik!"ujar pengawal itu dengan menundukkan kepala hormat.


Gabriel yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, laki-laki itu masuk ke dalam mansion yang sebetulnya tidak terlalu luas itu.


Bahkan dapat dipastikan, jika tempat tinggal keluarga Johnson ini, tak lebih besar dari kamar miliknya. itulah yang membuat Gabriel merasa sedikit malas untuk menemui keluarga itu.

__ADS_1


Namun Gabriel tidak bisa melakukan apa-apa. karena itu merupakan perintah dari James. Ayahnya.


__ADS_2