Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 65


__ADS_3

Gabriel saat ini, tengah menatap langit-langit kamarnya dengan menerawang jauh. "Brian, apa menurutmu keterlaluan?"tanya Gabriel pada asisten pribadinya itu. tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


Sementara Brian, laki-laki yang memiliki tubuh atletis dengan warna kulit sedikit gelap itu, seketika mendongakkan kepalanya. memberanikan diri untuk menatap ke arah tuannya itu.


Karena selama ini, Gabriel memberikan peraturan bahwa semua bawahan yang ada di Mansion itu, tidak diperbolehkan menatap atasan mereka terlalu lama jika tidak dalam keadaan genting.


"Maaf jika saya lancang tuan, tapi akan lebih baik jika suasana hati seorang ibu hamil dibuat bahagia selalu. karena mood ibu hamil itu selalu berubah-ubah setiap waktu."ucap Brian kembali menundukkan kepala.


Sementara Gabriel yang mendengar itu, seketika itu pula merubah posisi tubuhnya dan langsung terduduk di atas panjang empuknya.


"dari mana kau tahu?"tanya Gabriel masih menatap ke arah lurus ke depan.


"karena saya memiliki seorang kakak yang juga dalam keadaan hamil, jadi saya tahu apa yang dialami oleh wanita hamil. Tuan,"ucap Brian.


Membuat Gabriel yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang."baiklah kalau begitu, aku akan mencoba untuk menuruti keinginan dari istriku itu."ucap Gabriel pada akhirnya.


Ternyata, memang benar apa kata seseorang. jika kekuatan cinta itu, dapat merubah segalanya. bahkan merubah orang yang awalnya dingin, menjadi hangat. seperti apa yang dialami oleh Gabriel dan juga Laura.


Sungguh, tidak akan pernah ada yang menyangka. seorang Gabriel Iskandar yang terkenal kejam dan juga berhati dingin, akan secepat itu jatuh cinta pada seorang wanita yang pernah ia anggap sebagai benalu dan penghancur semuanya itu.


"baiklah kalau begitu, sekarang kita kembali bekerja."ucap Gabriel Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan pribadinya.

__ADS_1


Sepertinya hati laki-laki itu, sudah lebih baik dari sebelumnya. terbukti dengan dirinya yang kembali bekerja. padahal sebelum-sebelumnya, jika laki-laki itu tengah mengalami mood yang buruk, jangankan kembali bekerja keluar dari kamar pun Gabriel akan enggan melakukannya.


*****


"bagaimana rasanya?"tanya Melia menatap ke arah istri sepupunya itu dengan tatapan yang sangat serius.


Karena sekarang, wanita hamil itu tengah menikmati salad buah dicampur dengan jasuke alias jagung susu keju. tentu saja hal itu membuat Melia yang mendengar permintaan dari istri sepupunya itu, merasa sedikit tercengang.


Karena memang, wanita tomboy itu belum pernah mencicipi makanan seperti itu.


"enak dong emangnya kamu mau?"tanya Laura yang menyodorkan satu mangkok sedang yang berisi jasuke kepada Melia.


"aneh kamu Melia, makan nasi enak ini kok kamu nggak mau."ucap Laura Seraya sibuk memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.


"dia memang tidak suka itu Laura. dia lebih suka makan tempe dan juga tahu daripada makanan bergizi seperti itu,"ucap Theo Seraya melirik ke arah putrinya itu.


Tentu saja hal itu membuat Melia yang mendengarnya, seketika mendengus kesal. "enak apanya Laura, enakan juga ayam goreng daripada makanan itu."ucapnya mengerucutkan bibir.


Sementara ketiga orang itu, hanya terkekeh pelan mendengar ucapan dari wanita tomboy itu.


"wah kalau gitu ceritanya, suamimu nanti pasti akan menjadi miliarder."celetup Laura saat wanita itu, baru saja menyelesaikan makanannya.

__ADS_1


"kenapa bisa begitu?"tanya Melia dengan raut wajah bingungnya.


"ya karena makanan kamu tuh cuma ayam goreng dan juga tempe."sahut Theo dengan tertawa puas.


.Membuat Melia yang mendengar itu, seketika mencebikkan kedua bibirnya. Seraya memutar bola mata malas. karena ayahnya, kembali menggoda.


"sudah sudah mari kita bicara di luar,"ucap James Seraya menarik tangan saudaranya itu untuk keluar dari Mansion itu.


Karena rencananya, Theo dan juga James, akan membahas sesuatu hal yang penting. yang berkaitan dengan keamanan dari keluarga Iskandar.


Tepat saat kedua laki-laki paruh baya itu keluar, terdengar suara pintu lift yang terbuka. dan mendapati, Gabriel keluar dari dalam ruangan itu.


"apa acara makan-makannya sudah selesai?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah cerah.


Membuat melia dan juga Laura yang mendengar itu, seketika saling pandang. dan tak berselang lama, Laura menganggukkan kepala.


"kalau begitu mari kita istirahat,"ucap Gabriel Seraya menarik tangan istrinya itu. dan membawanya ke kamar.


"hei kenapa Laura di bawa?"tanya Melia dengan berteriak. karena wanita tomboy itu merasa sangat kesepian jika Laura dibawa oleh Gabriel.


"dia harus istirahat!"ucap Gabriel dengan suara tegasnya. tentu saja hal itu membuat Melia yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2