Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 37


__ADS_3

Setelah kejadian itu, hubungan Laura dan juga Gabriel semakin menunjukkan kemajuan. mereka bahkan sudah beberapa kali tidur bersama.


Tentu saja, hal itu membuat Laura semakin merasa kebingungan. dengan perlakuan yang ditampilkan oleh Gabriel.


"kenapa dia seperti itu?"ucap Laura pada dirinya sendiri."dan kenapa hatiku seperti ini?"wanita itu saat ini tengah menyentuh jantungnya yang terasa berdetak cukup kencang.


"mungkin karena kau memang sedang jatuh cinta,"ucapan seseorang, membuat Laura seketika tersentak kaget. wanita itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


"Me... Melia, sejak kapan kau ada di sini?"tanya Laura dengan wajah yang sangat gugup. dan wanita itu, dan wajahnya seketika memerah.


Bisa dipastikan, bahwa hati Laura saat ini tidak menentu. karena baru saja dipergoki oleh orang terdekat. dan dapat dipastikan, Melia pasti akan langsung mengolok-olok dirinya. karena walaupun Laura mengenal Melia baru sebentar, wanita itu seakan sudah tahu watak dari sepupu suaminya itu.


"apa sih kau, aku tidak melakukan apa-apa."ucap Laura Seraya mencoba untuk bersikap biasa saja.


Namun, semua sudah kepalang tanggung. wanita itu sudah mendengar keluh kesah Laura. Melia segera menghampiri istri dari sepupunya itu, dengan senyuman yang sangat jahil.


"kau mau bercerita, atau aku bongkar di hadapan Gabriel?"tanya Melia sedikit mengancam wanita itu.


Laura yang mendengar itu, seketika mendengus kesal. dan dengan segera, Laura mulai menceritakan perasaannya pada sepupu suaminya itu.


Melia yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala." kau tenang saja aku akan membantumu,"ucap Melia Seraya menepuk bahu Laura dengan lembut.


Mendengar ucapan dari sepupu suaminya itu, seketika membuat Laura membulatkan kedua matanya. "jangan gila kau Melia, aku tidak ingin malu dua kali. cukup bagiku malu di depanmu,"Sentak Laura Seraya menatap tajam ke arah sepupu suaminya itu.

__ADS_1


" pffff hahahaha,"seketika itu pula, tamamelia yang sengaja ia tahan, akhirnya meledak. karena wanita itu, merasa sangat lucu saat melihat reaksi dan ekspresi wajah dari istri sepupunya itu.


Membuat Laura yang melihat itu, seketika mendengus kesal. seraya menatap tajam ke arah Melia Yang masih asik tertawa itu.


"kau sungguh menyebalkan,"ucap Laura Seraya melangkahkan kakinya untuk menjauh dari wanita itu.


Namun, pergerakannya terhenti. saat merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. membuat Laura seketika menoleh.


"kenapa?'tanya Laura Seraya mengerutkan kening.


"aku ke sini sebenarnya disuruh oleh Gabriel. untuk mendandani dirimu,"ucap Melia Seraya menarik tangan Laura untuk duduk di kursi meja rias.


"untuk apa?"tanya Laura dengan raut wajah penasaran.


karena Melia tahu, Laura adalah sosok wanita yang sangat simple. dia tidak menyukai make up yang berlebihan. dia hanya menggunakan krim pelindung matahari. dan pelembab.


Karena memang, wajah istri dari sepupunya itu, sudah kelewat cantik. maka tidak perlu untuk menggunakan krim yang berlebihan atau make up yang minor.


"tapi ini kan baru jam lima sore, memangnya acaranya jam berapa?"tanya Laura dengan mata yang mulai terpejam. karena Melia, mulai memberikan aksen di mata wanita itu.


"mana aku tahu, sudah kau jangan bertanya lagi."ucap Melia menegur istri sepupunya itu.


Setelah mendandani Laura selama 30 menit, akhirnya kedua wanita itu menyelesaikan tugas mereka. dan tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.

__ADS_1


"itu pasti para pelayan yang ditugaskan oleh Gabriel,"gumam Melia Seraya berjalan untuk mendekati ambang pintu dan membukanya.


"kalian berdua silakan masuk,"ucap Melia kepada dua pelayan itu.


"permisi Nyonya Iskandar, izinkan kami berdua untuk mengganti pakaian anda."ujar salah satu pelayan Seraya menghampiri Laura dan menarik tangan wanita itu agar masuk ke dalam kamar mandi.


"eh aku bisa sendiri,"ucap Laura mencegah saat melihat salah satu dari pelayan itu mulai membuka kancing milik Laura.


"itu sudah menjadi kewajiban setiap pelayan yang ada di Mansion ini Laura."ucap Melia yang juga ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Tentu saja, hal itu membuat Laura, seketika merasa sangat risih. karena seumur hidupnya, tidak pernah diperlakukan seistimewa ini pada seseorang. jangankan orang asing, kedua orang tuanya sendiri pun, tidak pernah melakukan kegiatan itu.


Bahkan ibunya, tidak pernah sekalipun membacakan cerita saat Laura kecil akan terlelap. mereka akan membiarkan Laura kecil, tertidur dengan sendirinya. bahkan tak jarang, Laura kecil tertidur dengan perut kosong karena tidak diberi susu oleh pengasuhnya


"tapi apa ini tidak berlebihan?"tanya Laura saat wanita itu menyadari saat ini dirinya sudah dalam keadaan tanpa benang.


"tidak Laura, bahkan dulu ibunda Gabriel lebih extreme lagi. saat kedatangan tamu, akan digantikan oleh pelayan."ucap Melia dengan suara yang sangat santai.


Tentu saja hal itu membuat Laura yang mendengarnya, membulatkan kedua matanya. "hah ini sih benar-benar gila."gumam wanita itu menggelengkan kepalanya.


Nb: yuk mampir ke cerita teman aku yang sangat seru ini, di jamin gak nyesel


__ADS_1


__ADS_2