
Sementara itu di lain tempat, terlihat seorang wanita cantik tengah duduk bersama keluarganya. sepertinya mereka tengah menunggu kedatangan seseorang. terbukti dari wajah mereka yang menatap ke arah pintu utama.
"aku kembali Mah, Pah,"ucap seorang laki-laki menghampiri orang-orang yang tengah berkumpul itu.
"Bramantyo, akhirnya kau kembali."ucap seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Ayah dari Bramantyo dan juga Elmira.
"Tentu saja aku akan kembali, karena dendam kita belum terbalaskan."ucap Bramantyo Seraya tersenyum mengerikan menatap ke arah keluarganya.
Sementara Elmira, wanita itu hanya tersenyum. Seraya menatap interaksi antara keluarganya itu.
Setelah puas melepas rindu dengan kedua orang tuanya, Bramantyo segera menghampiri adik kesayangannya itu.
"apa kabar adik kesayangan abang?"tanya Bramantyo Seraya memeluk tubuh Elmira dengan erat.
"baik, Abang apa kabar?"tanya Elmira dengan senyuman yang terkesan dipaksakan.
Bramantyo yang melihat itu, seketika menarik tangan Elmira. hingga membuat wanita itu, seketika duduk di hadapan Bramantyo.
"ada apa?"tanya laki-laki itu Seraya menatap adik kesayangannya yang tampak murung dan tak bersemangat dari biasanya.
"aku dan Gabriel sudah mengakhiri hubungan kita,"ucap Elmira Seraya menghela nafas panjang.
Bramantyo yang mendengar itu, seketika memicingkan kedua matanya. laki-laki Itu tampak melihat ekspresi aneh dari adik kesayangannya itu.
"apa kau sudah mencintai laki-laki itu?"tanya Bramantyo Seraya menatap Elmira dengan lekat.
"mana mungkin, aku mempunyai rasa terhadap pembunuh adikku?"ucap Elmira dengan suara penuh emosi dan tubuh yang bergetar hebat karena menahan amarah yang luar biasa.
Sungguh, emosi Elmira tidak akan terkendali saat wanita itu mengingat bagaimana tragisnya kondisi adik laki-lakinya.
__ADS_1
flashback on.
Elmira baru saja pulang dari tempatnya bekerja. wanita itu bekerja sebagai seorang model. dan dengan segera, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. dan tiba-tiba saja,...
"tolong! semuanya tolong!"baru saja Elmira menutup matanya untuk beberapa menit, wanita itu telah dikejutkan dengan suara teriakan dari arah lantai satu. dan tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera turun dengan langkah tergesa-gesa. dan Sesampainya di sana,..
Degh
Jantung Elmi rasa akan ingin lepas dari tempatnya. saat wanita itu mendapati Reno Avoss anak bungsu dari keluarga Avoss, telah tergeletak dalam kondisi sekarat.
Dengan langkah yang bergetar hebat, Elmira mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekati kerumunan keluarganya itu. yang saat ini tengah menangis dengan tersedu-sedu. bahkan, Tania Avoss, ibunda dari Elmira, beberapa kali sampai jatuh pingsan. karena tidak kuasa, untuk menghadapi kenyataan ini.
Sementara Bramantyo dan Enriq yang melihat keluarganya sangat tragis, bersumpah akan menghancurkan orang yang berada di dalam kejadian itu.
"siapa yang berani melakukan ini pada putraku?!" teriak laki-laki paruh baya itu dengan nada suara menggelegar. sepertinya laki-laki itu, murka sejadi-jadinya.
"jawab!" bentak Enriq menatap pada para bawahan yang memang sengaja dibawa untuk mengawal keluarga dari Evoss.
brakk
Ponsel itu seketika hancur saat dengan keras menghantam marmer lantai rumah itu.
"beraninya mereka mencari mati!" geram laki-laki paruh baya itu Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"aku akan membunuh keluarga mereka tanpa sisa!"ucapnya Seraya berlalu pergi dari sana.
Tentu saja hal itu membuat Bramantyo, dengan segera berlari dan bmengejar ayahnya. karena saat ini, laki-laki itu telah dikuasai oleh setan. sehingga tidak akan pernah berpikir panjang.
"Ayah tenangkan emosimu dulu!"ucap Bramantyo Seraya menarik pundak laki-laki paruh baya itu.
__ADS_1
sementara Enriq yang mendengar itu, segera melayang ketetapan tajam pada putra sulung yaitu.
"katakan padaku, bagaimana caranya aku bisa menahan emosi saat mengetahui keluargaku dihancurkan oleh keluarga itu?"tanya laki-laki paruh baya itu Seraya mencengkeram kerah baju milik putranya.
"kita bisa menghancurkan keluarga Iskandar, dengan menggunakan Elmira."ucap Bramantyo dengan senyuman misterius.
"maksudmu?"tanya laki-laki paruh baya itu menatap putranya dengan tatapan kebingungan.
Dengan segera, bramantya mulai menceritakan bagaimana nanti rencananya pada Ayahnya.
"apa kau yakin ini akan berhasil?"tanya Enriq menatap pada putranya.
Ayah tenang saja, aku sudah memikirkan opsi lain jika rencana pertamaku gagal."ucap Bramantyo tersenyum menakutkan.
*****
Sementara Elmira, wanita itu tampak gemetaran saat menyaksikan bagaimana adiknya, dihabisi dengan begitu kejam oleh laki-laki yang tak lain adalah Gabriel Iskandar.
"aku bersumpah akan membalas semua !"ucap wanita itu berteriak lantang.
flashback off.
Bramantyo yang melihat itu, seketika memeluk tubuh adik kesayangannya dengan sangat erat.
"apa kau sudah tahu, jika Gabriel telah menikah?"tanya Bramantyo Seraya menatap ke arah Elmira.
"aku tahu, aku bahkan sudah tahu sejak awal."ucap wanita itu masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang kakak.
"kau tenang saja, aku akan membantumu."ucap Bramantyo raya mengusap kepala adiknya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1