
Setelah hampir dua jam setengah, Laura keluar dari ruangan Gabriel dengan tubuh yang sangat lemas. karena wanita itu, baru saja di terjang oleh Gabriel.
"mengerikan sekali," gumam wanita itu Seraya bergidik ngeri. dan setelahnya, wanita itu kembali melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah kamarnya. yang memang berada di bangunan paling belakang.
Saat Laura hendak melangkahkan kaki menuju kamarnya, tak sengaja wanita cantik itu menangkap seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu utama.
"siapa wanita itu? cantik sekali!"gumam Laura tanpa sadar. "ish apa peduliku? " tanya Laura pada dirinya sendiri. Soraya mengedikan bahunya merasa tidak peduli. dan dengan segera, membuka pintu kamarnya. setelahnya masuk ke dalam kamar.
Tanpa disadari oleh Laura, seseorang telah mengamatinya dari arah kejauhan. "siapa wanita itu?"tanya seseorang siapa lagi jika bukan Elmira.
"hei kalian para pelayan, siapa wanita itu?!"tanya Elmira dengan raut wajah menakutkan dan juga nada yang sangat lantang.
"dia adalah,..."suara pelayan itu terhenti saat mendengar suara dari Merry sang kepala pelayan di mansion milik Gabriel.
"ah Nyonya Elmira, anda kemarin ingin mencari Tuan Gabriel, kan?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah berbinar dan juga senyuman yang sangat manis.
Walaupun, di dalam senyuman itu, terdapat racun yang sangat mematikan alias sebuah kebencian yang mendarah daging yang terpancar dari mata wanita itu.
Elmira yang mendengar suara Merry, segera menoleh ke arah sumber suara Seraya melipatkan kedua tangan di atas dada.
"benar aku ingin bertemu dengan kekasihku, di mana dia sekarang?"tanya Elmira dengan nada yang sangat angkuh.
"sebentar nyonya, akan saya panggilkan Tuan Gabriel.."Merry berhenti melangkah saat mendengar ucapan dari Elmira.
"tidak usah! biar saya saja yang memanggil,"ujar Merry dengan gerakan cepat dan langsung menarik tangan wanita itu hingga membuat Elmira sedikit terhuyung ke belakang.
"apa-apaan kau ini, berani kau memperlakukan aku seperti itu?"tanya Elmira dengan tatapan mata yang sangat tajam. dan jangan lupakan suara wanita itu yang meninggi beberapa oktaf.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan. tapi itu tak berlaku untuk Merry, wanita paruh baya itu hanya menatap Elmira dengan tetapan datar dan juga senyuman manis.
"maafkan saya Nyonya, tapi peraturan di mansion ini melarang seseorang untuk masuk ke dalam kamar Tuan Gabriel."ucap Merry masih bersikap senang mungkin.
__ADS_1
"termasuk aku?"tanya Elmira sedikit mau nantang wanita paruh baya itu.
"betul Nyonya Elmira. untuk itulah, lebih baik anda tunggu di sini saja,"ucap Merry Seraya melirik ke arah beberapa pelayan untuk melayani Elmira dengan baik.
Hanya dengan gerakan mata dan juga sedikit gerakan bibir, para pelayan itu menuruti perintah Merry dan dengan segera membawa Elmira yang masih tertegun di tempatnya untuk menuju ruangan khusus milik Tuan Gabriel.
"eh, apa-apaan ini?"tanya Elmira yang sedikit meronta ingin segera dilepaskan. saat wanita cantik itu, baru menyadari jika dirinya akan dibawa ke ruangan khusus itu.
"hei tunggu!"ucap Elmira lantang Seraya menatap ke arah Merry dengan tatapan tajam.
"kalau aku tidak boleh masuk ke dalam kamar kekasihku? kenapa wanita itu boleh?"tanya Elmira yang langsung menujuk ke arah Laura yang saat itu baru saja keluar dari dalam kamarnya.
Tentu saja hal itu membuat Laura merasa sangat kebingungan. karena wanita itu, emang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Elmira.
"kenapa harus aku?" tanya Laura yang masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita yang ada di hadapannya itu.
"dia adalah pelayan khusus yang ditunjuk oleh Tuan Gabriel. Nyonya,"ucap Merry dengan senyuman manis.
"nanti akan disampaikan sendiri oleh Tuan kami, mari."para pelayan itu kembali menyeret Elmira untuk masuk ke dalam ruangan.
Sementara Merry, wanita paruh baya itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar milik Gabriel. meninggalkan Laura yang masih berdiri di tempatnya dengan tatapan bingung.
Saat wanita itu menatap ke sekeliling, para pelayan di rumah itu segera menghindari tatapan Laura dengan meneruskan pekerjaan mereka.
"apa benar dia Kekasih dari Tuan Gabriel?"tanya Laura pada dirinya sendiri. "eh, apa peduliku?"tanya wanita itu masih pada dirinya sendiri. dan dengan segera, melanjutkan pekerjaannya yang terasa masih sangat banyak.
****
"Tuan, Tuan Gabriel. ini saya Merry,"ujar wanita itu setelah mengetuk pintu beberapa kali. dan tak berselang lama, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. saat mendengar sahutan dari dalam ruangan itu.
"maaf Tuan, di luar ada Nyonya Elmira."ucap Merry Seraya menundukkan kepala.
__ADS_1
Mendengar nama kekasihnya disebut, dengan segera Gabriel menampakkan wajah yang berbinar-binar.
"di mana dia?!"tanya laki-laki tampan itu dengan nada yang begitu bahagia.
"ada di ruangan khusus!"ucap Merry.
Dengan segera, Gabriel melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa-gesa untuk menghampiri kekasih hati yang sangat ia rindukan itu.
Padahal, mereka baru saja bertemu beberapa saat yang lalu. namun, entah mengapa laki-laki itu merasa sangat merindukan kekasihnya dan tidak ingin berjauhan dari wanitanya itu.
Sementara Merry, wanita paruh baya itu hanya menetap kepergian Gabriel, dengan tatapan yang sulit diartikan.lalu dengan segera, melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu.
****
" honey mereka sangat kasar padaku,"ucap Elmira yang memasang wajah merajuk dan juga nada yang sangat manja. saat wanita itu, sudah mendapati kekasihnya berjalan menghampiri.
Gabriel yang mendengar ucapan dari Elmira, segera melayangkan tatapan tajam kepada beberapa pelayan yang masih berada di sana.
"lain kali, jangan pernah berubah seperti itu pada calon istriku!"ucapnya saraya menekankan kalimat yang keluar dari mulutnya.
"baik Tuan,"ucap mereka dengan tubuh bergetar hebat. dan tak berselang lama, para pemain itu segera keluar saat melihat lambaian tangan dari tuan mereka.
"ada apa kamu ke sini? hmm,"tanya Gabriel Seraya mengusap kepala kekasihnya itu dengan lembut.
Membuat Elmira yang awalnya memasang wajah kesal, seketika berubah menjadi berbinar-binar.
"aku membawa kabar baik,"ujar wanita itu Seraya menyandarkan kepalanya di pundak sang kekasih.
"kabar baik, kabar baik apa?"tanya Gabriel yang mulai mengusap kepala kekasihnya itu.
"sebentar lagi, orang tuaku akan kembali ke sini. dan itu artinya, kau tahu kan apa maksudku?"tanya Elmira mendongakan kepala menatap wajah tampan kekasihnya itu.
__ADS_1
Memang, Gabriel pernah menjanjikan pada kekasihnya jika kedua orang tuanya kembali ke negara itu, dirinya dan sang ayah akan langsung melamar wanita itu. tapi sekarang, semua telah hancur berantakan.