Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 7


__ADS_3

Pagi hari pun telah tiba dengan menampilkan langit yang sangat cerah. tentu dengan sapuan hangat mentari pagi yang menyinari seisi bumi itu.


Di sebuah kamar yang sangat mewah di mension Iskandar, Gabriel yang baru saja membuka matanya, dengan segera meregangkan otot-otot tubuhnya. dan tak lama berselang, laki-laki tampan itu menatap ke sebelahnya.


Sesaat, Gabriel terdiam saat matanya tidak sengaja melihat sesuatu yang mencolok yang terdapat di tengah-tengah ranjang empuknya itu.


"darah,"


Gumam laki-laki tampan itu dengan mengerutkan dahi. seperti tengah berpikir keras untuk mengingat kejadian apa yang terjadi semalam.


"oh rubah kecil itu,"ucapnya dengan senyuman misterius. yang membuat siapapun yang akan melihatnya pasti akan merasakan merindingnya luar biasa.


Seketika itu pula, Gabriel tersentak kaget saat merasakan sesuatu di bawah sana menegang. padahal dirinya baru memikirkan wanita itu. dan semakin lama, semakin tidak terkendali.


"sial! apa yang kau lakukan?!"ucapnya pada diri sendiri.


Gabriel merasa sangat geram. mengapa hanya karena dirinya mengingat kejadian itu, tubuh sensitifnya langsung bereaksi? ini konyol namanya.


Padahal, dirinya dan juga sang kekasih, sering menghabiskan waktu bersama. dan terkadang wanita itu, sesekali menggodanya. tapi kenapa tidak terjadi apa-apa? berbeda dengan saat Gabriel mengingat Laura. dan dirinya mendapatkan reaksi seperti itu.


"aaarrrgggghhh sial!!"makinya entah pada siapa. dengan segera, laki-laki tampan itu menyambar jubah tidur yang tergeletak di lantai. dan dengan segera langsung memakainya dengan tergesa-gesa.


Sebenarnya, Gabriel adalah manusia yang sangat perfeksionis. dirinya tidak akan pernah memakai pakaian yang sudah jatuh ke lantai. dan pasti akan langsung membuangnya dan menggantikannya dengan yang baru. karena menurut Gabriel, barang yang sudah terjatuh itu, tidak bisa digunakan lagi.


Entahlah, mengapa pikiran laki-laki itu begitu memandang remeh barang-barang yang ada di bawahnya. termasuk juga, para bawahannya. Gabriel tidak pernah mempercayakan semua pekerjaan pada para bawahannya.


Pastinya, laki-laki tampan itu akan melakukan penyelidikan secara diam-diam. karena Gabriel ingin, melihat bagaimana, orang-orang itu bekerja jika tidak ada dirinya. dan sejauh ini, Gabriel belum pernah menerima laporan yang mengecewakan dari mata-matanya tentang kinerja bawahannya.

__ADS_1


Setelah memakai jubah tidurnya itu, Gabriel segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar. suasana terasa sangat sepi. karena memang, Merry mengumumkan jika Gabriel akan bersenang-senang untuk beberapa hari. untuk itulah, wanita paruh baya itu memerintahkan semua pelayan dan pekerja rumah itu untuk meliburkan diri dalam dua hari itu.


Gabriel segera membuka pintu kamar Laura dengan sedikit keras. Namun sepertinya, wanita cantik itu tidak mengetahui. karena mungkin, Laura merasa sangat kepayahan akibat gempuran malam itu.


Saat Gabriel membuka pintu, di saat itulah laki-laki tampan itu tertegun di tempatnya. dirinya seakan memerlukan usaha yang sangat kuat untuk menelan salivanya sendiri akibat melihat pemandangan di hadapannya itu.


Bagaimana bisa, seorang wanita tertidur dengan posisi seperti itu? pikir Gabriel. Namun sedetik kemudian, senyum miring laki-laki itu muncul.


"bukankah dia memang penggoda?"tanya Gabriel pada dirinya sendiri. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk mendekati Laura yang masih tertidur lelap dengan posisi kedua kakinya terbuka lebar.


Tanpa basa-basi Lagi, Gabriel segera menerkam Laura yang masih tertidur lelap itu. Tentu saja tindakan dari laki-laki tampan itu, membuat Laura terperanjat kaget.


"Tu..tuan, a..apa ya...ang and..a la..kukan?" tanya Laura dengan tubuh yang bergetar hebat dan juga wajah yang sangat ketakutan.


Gabriel yang mendengarnya seketika tersenyum miring. "tentu saja, aku kemari ingin meminta sarapan pagi padamu,"ujarnya masih membelai wajah Laura dengan gerakan lembut.


Tanpa basa-basi lagi, Gabriel segera menancapkan adik kecilnya itu ke dalam lembah milik wanita itu. dan hal itu tentu saja membuat Laura, merasakan kesakitan yang luar biasa.


Namun demikian, Laura tidak bisa untuk berteriak. karena di buku kecil itu tertulis, jika menginginkan permainan cepat selesai, maka dirinya harus menikmati semuanya. walaupun itu sangat menyakitkan.


Sementara Gabriel, laki-laki tampan itu semakin menggila saat melakukannya. di balik rasa bencinya terhadap Laura, Gabriel juga merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru saja ia alami itu.


Karena memang laki-laki tampan itu tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. walaupun dengan kekasihnya sekalipun. membuat sesuatu yang tidak pernah ia rasakan, ini tiba-tiba saja muncul dan seperti candu baginya.


"sial kenapa seperti ini?!"umpat laki-laki tampan itu dalam hati. namun begitu dirinya tidak menghentikan kegiatan itu dan malah semakin menggila.


Hingga membuat Laura sesekali, merasa begitu kesakitan. Dan setelah hampir 2 jam lamanya, permainan itu akhirnya selesai.

__ADS_1


Gabriel dengan segera, bangkit dari tempat tidur yang ditempati oleh Laura. dan dengan segera memakai jubah tidurnya itu kembali.


"segera bersihkan dirimu! dan buatkan aku sarapan!"ucapnya dengan nada yang sangat dingin dan juga datar.


Setelah mengatakan hal itu, laki-laki tampan itu segera keluar dari kamar milik Laura. dan sepanjang perjalanan, laki-laki tampan itu sesekali mengumpat dirinya sendiri.


"sialan kenapa aku menjadi seperti ini?"tanya laki-laki itu Soraya sesekali mengacak-acak rambut miliknya. dan setelahnya, melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam kamar pribadi.


******


Sementara itu di dalam kamar, Laura kembali menangis terisak. apalagi saat merasakan inti tubuhnya seperti terkoyak akibat permainan itu.


"sampai kapan aku harus begini Tuhan?"tanya Laura Seraya manarawang jauh menatap langit-langit kamar itu. dan setelah puas menangis, wanita itu segera bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri.


Laura kembali meringis saat kakinya menyentuh lantai. rasa ngilu yang luar biasa, seketika menyeruak hingga masuk ke dalam ulu hati. Namun demikian, wanita itu harus segera membersihkan diri.


Jangan sampai, monster yang mencilma menjadi suaminya itu, marah dan berbuat lebih terhadapnya. karena pasti, Laura tidak akan pernah sanggup untuk ucapkan semuanya jika hal itu sampai terjadi.


Tak membutuhkan waktu lama, kini Laura telah bersiap dengan memakai daster yang sepertinya baru saja dibeli itu.


"segera kau pakai itu, dan segeralah kau temui Tuan Gabriel." Laura tersentak kaget saat mendapati Merry yang berada di kamarnya.


"kenapa melamun? ayo segera pakai!"ucapnya dengan nada yang sedikit dinaikkan.


Tentu saja hal itu membuat Laura yang mendengarnya, dengan langkah cepat langsung memakai pakaian itu.


"segera keluar dan melayani Tuan Gabriel dengan baik."setelah mengatakan itu, Merry keluar dari dalam kamar Laura.

__ADS_1


__ADS_2