
Beberapa Bulan kemudian,....
Sepertinya hubungan di antara mereka, telah mengalami kemajuan yang signifikan. bukti dengan saat ini mereka yang saling mendamba satu sama lain. bahkan Gabriel, laki-laki itu terbilang sedikit posesif terhadap istrinya itu.
Entah disadari atau tidak, Laura telah menepati seluruh ruang hatinya. dan membuat wanita itu, menjadi wanita kesayangan tuan muda Iskandar.
"kenapa aku merasa bahwa ini adalah sebuah mimpi?"tanya Laura pada dirinya sendiri. saat wanita itu berada di kamar pribadinya seorang diri.
hap
Laura seketika terkejut. saat wanita itu, merasakan sebuah tangan kekar melingkar di perut rampingnya. siapa lagi orangnya jika bukan Gabriel. entah sejak kapanz laki-laki itu telah berubah menjadi seorang laki-laki yang sangat posesif.
Padahal, pertama kali Gabriel menikahi Laura, laki-laki itu sangat membenci wanita yang ada di dalam dekapannya saat ini. bahkan saking membencinya, laki-laki itu sempat bersumpah atas nama Iskandar untuk menghancurkan Laura. karena dianggap telah menghancurkan rencana manisnya bersama dengan Elmira.
Namun sekarang lihatlah pemandangan yang tersaji. Gabriel seperti seorang laki-laki yang sudah lama mencintai Laura. karena laki-laki itu, sekarang begitu posesif terhadap istrinya.
"kau ini kenapa?"tanya Laura Seraya membalikkan tubuhnya. hingga membuat mereka berdua, seketika saling berhadapan. dengan senyuman yang mengembang satu sama lain.
Entahlah, sejak kapan perasaan mereka sama-sama tumbuh subur di dalam hati masing-masing. yang jelas saat ini, baij Laura maupun Gabriel, sama-sama memiliki perasaan yang sama. bahkan mungkin lebih dari salah satunya.
"aku mencintaimu,"bisik laki-laki itu pada telinga sang istri. hingga membuat Laura, seketika berwarna merah karena merasa malu.
__ADS_1
"sudah berapa kali kau mengatakan hal ini? apa tidak bosan? hmm,"tanya Laura Seraya menangkup kedua pipi Gabriel. hingga membuat jarak di antara mereka semakin dekat. dan dapat merasakan nafas satu sama lain.
"sudah ratusan kali, bahkan ribuan kali. tapi aku tidak akan berhenti untuk mengucapkannya. karena aku memang benar-benar mencintaimu."ucap laki-laki itu Seraya mendekatkan wajah di antara mereka berdua.
Gabriel menempelkan hidung mancungnya dengan hidung Laura. hingga wajah mereka saling menempel satu sama lain. dengan tatapan yang saling mengunci.
Laura yang mendengar itu, seketika menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sangat manis.
"oh ternyata Tuan Gabriel Iskandar yang terhormat, sudah jatuh cinta pada seorang wanita biasa yang bernama Laura Mirabella?"tanya wanita itu bermaksud untuk menggoda Gabriel.
Namun ternyata, reaksi dari laki-laki itu tidak terduga. karena dengan segera, Gabriel melepaskan diri dari istrinya itu. dan setelahnya, langsung beranjak dari tempat duduknya.
Tentu saja hal itu membuat Laura yang melihatnya, merasa sangat kebingungan. wanita itu, segera menatap Gabriel dengan tatapan penuh tanya.
"tidak apa-apa, aku harus ke ruangan kerjaku dulu."setelah mengatakan hal seperti itu Gabriel segera keluar dari ruangan Laura.
"shitt, kenapa aku bisa melupakan ini semua?"tanya Gabriel pada dirinya sendiri. laki-laki itu berjalan dengan langkah tergesa-gesa memasuki sebuah ruangan rahasia yang terletak di Mansion itu.
"Brian, segera kau persiapkan upacaranya."ucap Gabriel menatap ke arah asisten pribadinya itu.
"baik Tuan,"setelah mengatakan hal itu, Bryan segera berjalan meninggalkan "ruang spesial".
__ADS_1
"kenapa?"tanya Melia saat wanita itu tidak sengaja berpapasan dengan Brian.
Namun, laki-laki itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Melia. hingga membuat wanita itu, seketika mengeram kesal.
"awas aja kau Brian!"geramnya Seraya melangkahkan kaki untuk meninggalkan tempat itu.
Melia akan menuju ke kamar Laura untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sepupunya itu.
"Laura apakah kau di dalam?"tanya Melia Seraya mengetuk pintu kamar itu.
Tak lama berselang, Melia segera masuk ke dalam kamar milik Laura. saat wanita itu, mendengar persetujuan dari si pemilik kamar.
"Laura, apakah kau tahu apa yang terjadi pada suamimu?"tanya Melia Seraya duduk di samping wanita itu dengan menarik tangannya.
"memangnya apa yang terjadi?"bukannya menjawab, Laura malah balik bertanya. hingga membuat Melia, seketika merasa sedikit kesal.
"aku bertanya padamu Laura, kenapa kau malah bertanya,"ucapnya Seraya Mendes kesal.
sementara Laura yang mendengar itu, seketika menatap Melia dengan raut wajah kebingungan. "karena aku memang tidak tahu,"ucap wanita itu dengan bersungguh-sungguh.
Melia dengan segera, bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu kamar. wanita itu tidak mendapati jawaban yang ia inginkan.
__ADS_1
"Melia tunggu, kau mau ke mana?"tanya Laura Seraya menatap ke arah sepupu suaminya itu dengan ekspresi masih kebingungan.