Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 58


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu. Gabriel merasa sangat bahagia. karena perkembangan malaikat kecil yang ada di tubuh istrinya, sangatlah baik. bahkan saking excited nya, Gabriel sampai harus memeriksakan kandungan istrinya setiap hari.


Tentu saja hal itu membuat Laura, sesekali meringis. Karena Wanita itu, sedikit merasa malu dengan dokter Luis.


"tidak usah malu Nyonya, memang kelakuan tuan muda Iskandar sangat berlebihan seperti itu,"ucap wanita paruh baya itu Soraya mengusap punggung milik Laura.


Saat ini, mereka tengah berada di sebuah ruangan yang memang khusus diciptakan oleh Gabriel sebagai ruangan kesehatan ibu hamil. dan itu dibuat saat mengetahui bahwa Laura telah mengandung benihnya. tentu dapat kalian bayangkan bukan, betapa menderita dan tertekannya para pekerja untuk membangun ruangan itu, tapi itu tidak masalah. karena mereka, akan mendapatkan reward yang cukup besar dari Gabriel.


"jadi, anakku baik-baik saja kan di dalam sana?"terhitung sudah hampir 10 kali Gabriel mengatakan hal itu pada dokter Luis.


Tentu saja, hal itu membuat Laura yang mendengarnya, sesekali meringis dan menatap Gabriel dengan tatapan yang sangat tajam.


"sayang, sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik."ucap Laura Seraya mencoba bersikap tenang.


Walaupun, di dalam hati wanita itu saat ini tengah merasakan kemarahan yang luar biasa akibat ulah dari satelit itu.


"apa salahnya, aku hanya ingin melihat bagaimana bentuk dari calon anakku,"itulah kata-kata enteng yang keluar dari mulut laki-laki itu.


Ingin rasanya, wanita itu memukul kepala Gabriel agar tersadar dari tingkah konyolnya itu.

__ADS_1


"tapi masalahnya, kau sudah menanyakan hal ini dalam beberapa kali,"ucap Laura dengan wajah yang terlihat sangat kesal. bahkan wanita itu, sesekali akan menghentak-hentakkan kakinya. Laura benar-benar sangat kesal kepada Tuan muda Iskandar.


"apa ini tidak apa-apa dok?"tanya Laura yang saat ini fokus menatap ke arah dokter wanita paruh baya itu. tanpa memperdulikan Gabriel yang berada tepat di sampingnya.


"maksudnya?"tanya dokter Luis yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Laura.


"tentang USG ini,..."ucap Laura Seraya menatap dokter itu dengan tatapannya sangat serius.


Dokter Luis yang mendengar itu, seketika mengerti apa yang dimaksud oleh Laura. "jangan khawatir Nyonya, itu adalah mitos dari kalangan masyarakat kita. alat USG itu tidak menggunakan radiasi. jadi aman untuk digunakan sepuasnya, mungkin yang tidak aman adalah kantong dari pasangan mereka."wanita paruh baya itu mencoba untuk menggoda istri dari Gabriel Iskandar.


Tentu saja hal itu membuat Laura yang mendengarnya, seketika terkekeh geli saat melihat guyonan yang di lontarkan oleh Dokter Louis.


"tidak apa-apa Nyonya. bagaimana, apakah anda mood-nya sudah lebih baik?"Tanya Dokter Louis dengan suara yang sangat hati-hati.


Karena wanita paruh baya itu tahu, bahwa suasana hati dari ibu hamil itu sangatlah cepat berubah-ubah. maka dari itu, tidak disarankan untuk pasangan atau anggota keluarga yang lain, memberikan tekanan terlalu berlebihan pada seorang ibu hamil.


"hmm, aku sudah lebih baik,"ucap Laura tersenyum kecil. wanita itu segera melirik ke arah suaminya yang masih diam membisu.


"apakah kau masih ingin berada di sini?"tanya Laura Seraya menatap suaminya itu dengan tatapan yang masih sedikit kesal.

__ADS_1


Dokter Luis yang mendengar itu, segera langsung angkat bicara. "Maaf nyonya, tapi bolehkah saya berbicara sebentar pada suami nyonya ini,"ucapnya Seraya tersenyum lembut kepada wanita hamil itu.


Laura yang mendengar itu, seketika hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk menjauh dari mereka. namun baru beberapa langkah Laura mengayunkan kakinya, suara Gabriel sudah terdengar. laki-laki Itu tampak memperingatkannya.


Tentu saja, hal itu membuat Laura, merasa kesal kembali."Gabriel aku itu sedang hamil bukan sedang sakit keras,"ucap wanita itu semakin merasa kesal dengan tingkah laku suaminya itu.


Gabriel yang mendengar itu, juga tidak ingin mengalah. "aku hanya tidak ingin calon anakku kenapa-napa Laura,"ucap laki-laki itu Seraya menitikan air mata.


Sontak saja, pemandangan yang ada di depan matanya itu, membuat Laura dan juga Dokter Luis merasa sangat terkejut.


"apa kau baik-baik saja Tuan?"Tanya Dokter Luis Seraya menghampiri laki-laki itu.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menatap ke arah wanita paruh baya itu dengan tatapan sendunya.


"apa aku salah, jika aku sangat mengkhawatirkan anakku,"ucap laki-laki itu Seraya mengusap air matanya dengan sapu tangan yang ada di telapak tangannya itu.


Dokter Luis yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya. rencana yang awalnya ingin menasehati Gabriel agar tidak berlebihan terhadap Laura, kini malah berbanding terbalik. karena wanita paruh baya itu, malah menghampiri Laura yang masih berada di hadapan Gabriel.


"sepertinya kita perlu bicara Nyonya,"dokter Luis memberikan kode pada wanita itu.

__ADS_1



__ADS_2