Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 69


__ADS_3

Kini, Gabriel tengah termenung di taman rumah sakit. dan sesekali, pandangan matanya menatap ke arah ruang VVIP. di mana saat ini istrinya berada.


"aaarrrgggh!"teriak laki-laki itu kencang. Gabriel merasa sangat frustasi saat ini. bagaimana tidak, dokter Luis menyuruh caption untuk segera memberitahu Laura. agar tindakannya, segera dilakukan.


Namun saat melihat antusiasme dari wanita itu, membuat dada Gabriel bergemuruh hebat. apalagi saat Laura mengatakan, ingin sekali memiliki satu orang anak lagi agar menjadi sepasang.


Hal itu tentu saja membuat Gabriel yang mendengarnya, merasa sangat bimbang."aku harus bagaimana sekarang?"tanya laki-laki itu Soraya mengusap wajahnya dengan kasar.


Tak lama berselang, seseorang datang menghampirinya. dan hal itu membuat Gabriel, seketika mendongakkan kepalanya.


"Tuan, kenapa Anda masih ada di sini? apakah anda sudah memberitahu kepada Nyonya Laura?"tanya orang itu yang tak lain adalah dokter Luis.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."aku belum siap mengatakannya."ucap Gabriel Seraya menundukkan kepala.


Sungguh, laki-laki itu saat ini merasa sangat tidak berdaya. ternyata memiliki kekuasaan yang berlimpah, tidak juga dapat memperbaiki keadaan yang ada. Gabriel menjadi sadar. bahwa Sekuat apapun manusia, tidak akan dapat melawan takdir Tuhan.


"Tuan harus segera memberitahu Nyonya Laura, tuan! Karena bagaimanapun, operasi ini harus segera dilakukan. Karena racun itu telah menyebar ke seluruh rahim Nyonya Laura. saya takut, nyawanya menjadi terancam. "setelah mengatakan hal itu, dokter Luis segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.


Karena memang Dokter wanita paruh baya itu, akan mempersiapkan semuanya. karena tindakan operasi itu, memang harus dilakukan. jika tidak ingin nyawa seseorang terancam.


Setelah lama berpikir, Gabriel akhirnya memutuskan untuk segera memberitahu hal ini kepada istrinya. Karena bagaimanapun juga, berita buruk seperti ini harus ia sampaikan kepada si pemilik tubuh.


"baiklah kalau begitu, aku akan segera memberitahu keadaan ini pada istriku," gumam Gabriel pada dirinya sendiri Seraya beranjak dari tempat duduknya itu.


Langkah Gabriel terasa semakin berat. karena laki-laki itu, tidak mengetahui respon apa yang akan diterima oleh wanita kesayangannya itu. bahkan laki-laki itu, sesekali menghela nafas. karena merasakan, dadanya yang nyeri luar biasa.


ceklek

__ADS_1


Bersamaan dengan suara pintu yang dibuka dari luar, pandangan laki-laki itu segera disambut oleh senyuman hangat dari sang istri. yang saat ini, tengah menatapnya dengan penuh rasa cinta.


"kau sudah bangun?"tanya Gabriel Serayu melangkahkan kakinya untuk mendekati ranjang rumah sakit itu. dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya itu.


Laura yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. kemudian menatap ke arah suami dan putrinya secara bergantian


"ternyata kalian sangat mirip,"ucap Laura Soraya masih menyunggingkan senyuman tipisnya.


Gabriel yang mendengar itu, seketika terkekeh kecil. saat mendengar penuturan dari istrinya itu.


"Ya jelas dia mirip denganku, aku kan Ayahnya, bagaimana sih kamu?"ucap Gabriel Soraya mengacak-acak rambut istrinya itu karena gemas.


Hal itu membuat Laura yang mendengarnya, seketika mengerucutkan bibirnya."iya deh yang punya pasukan. "ucapnya mendengus kesal.


"lihat saja, satu tahun lagi, aku pasti akan memiliki pasukan. yang keluar dari rahimku."ucap Laura penuh dengan semangat.


"Gabriel Kau ini kenapa?"tanya Laura yang menyadari raut wajah suaminya yang telah berubah.


Dengan segera, laki-laki itu mendongak. hingga membuat Laura seketika terkejut. karena suaminya itu, saat ini tengah menangis.


grepp


Gabriel segera memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat. laki-laki itu bahkan menangis sesenggukan. hingga membuat Laura yang mendengarnya, merasa sangat kebingungan.


"hei Kau ini kenapa?"tanya Laura Seraya mencoba menepuk wajah tampan suaminya itu.


"maafkan aku sayang, aku, aku tidak bisa menjagamu."ucapnya dengan deraian air mata yang membasahi pipi.

__ADS_1


Laura yang mendengar itu, malah semakin kebingungan."hei Kau ini kenapa? kenapa malah minta maaf?"tanya Laura yang memang tidak mengerti apa yang tengah dikatakan oleh suaminya itu.


"rahimmu harus di angkat!"ucap Gabriel dengan tubuh bergetar hebat.


degh


Jantung Laura, seakan ingin lepas dari tempatnya. saat kedua Indra pendengarannya, menangkap kalimat mengejutkan itu dari mulut suaminya.


"Ti... tidak tidak mungkin, Kau pasti bohong, kan?"tanya Laura dengan suara tercekat di tenggorokan.


"Kau pasti ingin mengerjaiku, kan?"tanya wanita itu lagi. dan setelahnya, Laura tertawa terbahak-bahak.


"hahaha ini tidak lucu Gabriel!"ucap wanita itu yang mengira, jika saat ini suaminya tengah mengerjainya sebagai hadiah karena telah berhasil melahirkan anaknya.


Entahlah. mengapa Laura dapat berpikiran seperti itu. apa dia tidak mengetahui, jika Gabriel tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya. karena menurut Gabriel, menyenangkan seseorang dengan mengerjainya terlebih dahulu, itu adalah tindakan yang sangat bodoh.


"tidak Laura, aku tidak berbohong padamu. aku sungguh sangat serius. rahimmu rusak, karena racun yang ada di dalam tubuhmu."ucap laki-laki itu Seraya menatap serius ke arah Laura.


Seketika itu pula, tubuh Laura bergetar hebat. wanita itu menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"tidak! ini pasti tidak mungkin, kan?!"sentak Laura Seraya menatap ke arah suaminya itu dengan tatapan menuntut.


Berharap bahwa apa yang ia dengar itu, hanyalah bualan semata. Namun ternyata, harapan tinggal harapan. karena raut wajah Gabriel, menunjukkan raut wajah keseriusan.


Seketika itu pula, tangis wanita itu pecah. bahkan Laura tidak menyadari, bawa di ruangan itu Ada sesosok bayi mungil yang berada di sampingnya. tentu saja, bayi itu juga ikut menangis. karena mungkin, terkejut dengan suara ibunya.


Gabriel dengan segera memeluk tubuh wanita itu dengan erat."maafkan aku, maafkan aku karena telah kecolongan dan tidak bisa menjagamu dengan baik."ucap laki-laki itu Seraya mengecup kening istrinya beberapa kali.

__ADS_1


Laura yang mendengar itu, semakin kencang menangis. wanita itu bahkan, menggelengkan kepalanya beberapa kali. berharap, bahwa apa yang ia dengar itu hanyalah mimpi buruk.


__ADS_2