
Setelah dokter wanita keluar dari dalam Mansion Milik Gabriel, Laura segera diperlakukan begitu spesial oleh laki-laki itu.
Gabriel bahkan melarang Laura untuk berjalan terlalu jauh. dan meminta wanita itu, untuk istirahat saja di tempat tidur.
Tentu saja, hal itu membuat Laura yang mendengarnya, merasa sangat geram. wanita itu bahkan menatap sinis ke arah Gabriel. sementara laki-laki itu, malah menatap kebingungan dengan reaksi dari Laura.
"memangnya aku salah apa?"tanya Gabriel Seraya menautkan kedua alisnya.
"jangan berlebihan!"setelah mengatakan hal itu, Laura segera beranjak dari tempat duduk. tentu saja hal itu membuat Gabriel, seketika ikut bangkit dari tempat duduknya. dan dengan segera, langsung menarik tangan wanita itu.
Sehingga hal itu membuat Laura, seketika terhempas dari tempatnya berdiri. Untung saja, Gabriel dengan sigap menangkap tubuh istrinya.
"kau ingin membunuhku, hah?!"tanya Laura semakin berani menatap tajam ke arah suaminya itu.
Sementara Gabriel yang mendengar teriakan dari istrinya itu, sejenak menatap bingung. karena Laura selama ini, belum pernah menunjukkan ekspresi segarang itu.
"kenapa dia menjadi mengerikan seperti itu?"gumam Gabriel Seraya menatap Laura dengan tatapan keheranan.
Akhirnya karena tidak ingin ribut dan memperpanjang urusan, Gabriel memutuskan untuk menjauh dari Laura. Namun demikian, lagi itu tetap mengawasi wanita kesayangannya itu.
Gabriel melangkahkan kakinya menuju ke ruangan pribadinya. Sesampainya di sana, laki-laki Itu tampak melamun dengan perubahan kondisi yang dialami oleh Laura.
__ADS_1
"apakah anda baik-baik saja Tuan?"tanya Brian saat laki-laki itu masuk ke dalam ruangan atasannya.
"hmm,"Gabriel hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan dari asisten sekaligus pengawal pribadinya itu.
Setelah beberapa saat, laki-laki tampan itu seperti tengah memikirkan sesuatu. hingga membuatnya seketika menghentikan aktivitas di depan layar komputer.
"oh ya Brian, tiba-tiba saja aku ingin menyantap kentang goreng dicampur dengan keju parut dan juga burger,"ucapnya Seraya menatap ke arah Brian sekilas.
Sementara Brian yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, laki-laki itu keluar dari dalam ruangan Gabriel.
"Tuan muda Iskandar ingin menyantap kentang goreng dicampur keju dan juga burger!"ucap Brian lantang.
Tentu saja hal itu membuat para pelayan yang ada di ruangan itu, sejenak saling pandang. sebelum akhirnya, mereka semua menganggukkan kepala.
Bagaimana tidak aneh, saat ini Gabriel tengah meluruskan kakinya dengan tangan yang masih mengetik di keyboard komputer. hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. karena Gabriel adalah orang yang sangat perfeksionis.
"apakah ada yang bisa saya bantu lagi?"tanya Bryan Soraya menatap ke arah Gabriel yang masih asik dengan pekerjaannya itu.
Sementara Gabriel yang mendengar itu, seketika menolehkan kepalanya menatap ke arah Brian. sontak saja hal itu membuat Brian, seketika mundur beberapa langkah.
Bukan, bukan karena penampilan Gabriel yang membuat Brian mundur beberapa langkah. melainkan tatapan dari laki-laki itu. Tatapan penuh dengan kelembutan yang ia dapatkan.
__ADS_1
"kenapa jadi seperti ini?"tanya Brian pada dirinya sendiri. Seraya sesekali, menatap ke arah Tuannya itu.
"sepertinya aku butuh kehangatan, kau selesaikan saja ini pekerjaanku!"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera bangkit dari tempat duduk dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar di mana Laura berada.
Sementara Brian yang mendengar itu, seketika bergidik ngeri. saat melihat, ekspresi dan raut wajah dari laki-laki yang biasanya tegas itu.
"kenapa Tuan Gabriel menjadi seperti ini?"tanya Brian pada dirinya sendiri. setelahnya, laki-laki tampan itu segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Gabriel padanya.
*****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kamar milik Laura, terlihat wanita itu tengah duduk di sofa Seraya sesekali membuka buku dan membacanya.
Tiba-tiba saja, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. dan hal itu membuat Laura yang asik membaca buku, seketika menoleh. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya.
"hello sepupu, apa kabar?"tanya Melia Seraya merentangkan tangan pada istri sepupunya itu.
sementara Laura yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil dan menyambut rentangan tangan dari sepupu suaminya itu.
"aku memiliki hadiah untukmu," ucap Melia Seraya menarik tangan Laura untuk duduk di kursi panjang dekat dengan ranjang.
Sementara Laura yang mendengar itu, seketika mengerutkan keningnya."hadiah apa? aku tidak ulang tahun hari ini,"ucapnya Seraya menatap Melia dengan tatapan penasaran.
__ADS_1
Melia yang mendengar itu, seketika hanya tersenyum kecil. kemudian menyerahkan sebuah paper bag pada istri sepupunya itu.