Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 6


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh Gabriel telah sampai dan mendarat mulus di depan mansion laki-laki itu.


"selamat malam Tuan,"ujar semua pelayan Seraya menunduk hormat. saat laki-laki tampan itu, berjalan untuk memasuki bangunan mansion itu.


Gabriel yang mendengarnya, sama sekali tidak memperdulikan sapaan itu. karena laki-laki tampan itu beranggapan, bahwa apa yang dilakukan oleh para bawahannya itu, hanyalah aksi menjilat untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih. atau agar tidak ditendang dari keluarga Iskandar.


"buatkan saya minuman dan tambahkan ini di minuman saya,"ujar Gabriel Seraya menyerahkan tabung kecil berisi cairan kepada Merry.


Wanita paruh baya itu segera menganggukkan kepala. dan dengan segera, menangkap tabung kecil dari majikannya itu. kemudian wanita itu segera melaksanakan perintah laki-laki itu.


"aku tunggu di sini,"ujar Gabriel Seraya duduk di sofa yang terletak di depan pintu kamar miliknya itu.


"kita akan segera bersenang-senang,"ujar laki-laki tampan itu Seraya tersenyum dengan sangat mengerikan


Tak berselang lama, Merry datang dengan membawa gelas kecil berisi minuman hangat yang telah dicampur oleh sesuatu yang ada di tabung itu.


"ini Tuan,"ucapnya Seraya menyerahkan gelas itu pada Gabriel. dan dengan segera, laki-laki tampan itu menerimanya. dan langsung mau minumnya dengan sekali teguhkan.


Setelah itu terjadi, Gabriel segara duduk kembali seperti semula. laki-laki itu ingin mengetahui apa reaksi yang akan ditunjukkan dari benda kecil itu. apakah akan sedahsyat seperti rumor yang beredar? atau hanya obat perang-sang seperti biasanya? maka Gabriel akan menunggu reaksi itu terjadi.


Gabriel tersenyum miring saat merasakan tubuhnya sedikit menggigil dengan suhu kadar panas yang mulai menguap dari dalam tubuhnya.


"ternyata memang benar nomor itu,"ucap laki-laki tampan itu seram tersenyum menyeringai.


Kemudian, menatap dua orang itu yang masih setia di hadapannya. "kalian bisa istirahat!"ujar Gabriel dengan suara yang sangat tegas tak terbantahkan.


Tentu saja hal itu membuat Merry yang mendengarnya, segera mengerti apa maksud dari majikannya itu. dan begitu pula dengan asisten Gabriel. laki-laki sedikit jangkung itu, juga mengerti apa yang diinginkan oleh Tuannya.

__ADS_1


"baik kalau begitu kami permisi dulu,"ucap Merry yang melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari tempat itu. dan hal itu diikuti oleh asisten Gabriel.


Sementara Gabriel yang mendengar itu, segera tersenyum dengan raut wajah yang sangat tajam. pertanda jika obat itu, telah masuk sempurna ke dalam tubuhnya.


***


Sementara itu di dalam sana, Laura merasakan tubuhnya sedikit menggigil karena kegugupan dengan situasi seperti ini. walaupun yang akan melihat tubuhnya adalah suaminya sendiri, tetap aja Laura merasa sedikit merasa ketakutan.


"Tuhan, tolong lindungi aku!"ujar wanita itu Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.


Bersamaan dengan Laura selesai mengucapkan kalimat itu, pintu kamar terdengar dibuka dari luar. dan dengan segera, muncullah Gabriel dari luar.


Laki-laki itu menatap Laura yang masih memunggunginya dengan tubuh yang sedikit bergetar.


"tolong jangan apa-apa kan saya,"ujar wanita itu Seraya masih dalam posisi membelakangi Gabriel.


Sehingga membuat mereka berdua, seketika saling berhadapan. dan tentu saja hal itu membuat Laura, merasa semakin ketakutan.


"to...tolong ja...jangan sakiti saya tuan,"ucapnya Seraya berlinang air mata.


Sungguh saat ini, Laura merasa sangat ketakutan. karena memang, dirinya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.


Gabriel segera menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri. menandakan, jika wanita itu tidak boleh membuka suaranya sendiri. tanpa basa-basi, Gabriel segera menyerang wanita itu dengan sedikit kasar.


Sehingga sesekali, Laura akan merasa kesakitan. dan wanita itu akan sesekali menjerit. Saat tubuh sensitifnya diserang secara tiba-tiba oleh Gabriel.


"eugghh am..pun Tuan,"Laura seperti tidak mempunyai tenaga untuk melawan atau sekedar meminta ampun pada laki-laki itu. karena Gabriel tak henti-hentinya menyerang tubuh Laura.

__ADS_1


"diam kau serangga kecil! malam ini, dua hari setelahnya, kita akan bersenang-senang."ucap Gabriel lagi Seraya menghisap bibir milik Laura.


Membuat wanita itu, merasa sudah tidak sanggup lagi untuk mengelak dari serangan laki-laki itu. karena Gabriel, sangat pandai dalam mempermainkan perasaan wanita. dan membuat dirinya, merasa hanyut semakin dalam akibat permainan itu.


Di saat Laura merasakan sedikit terbuai dengan perlakuan yang ditampilkan oleh Gabriel, di saat itulah, wanita cantik itu menjerit kesakitan. saat merasakan, bagian tubuh rahasianya, dibobol oleh Gabriel. yang entah sejak kapan, laki-laki itu sudah tidak menggunakan sehelai benang pun. begitupun dengan dirinya.


Air matanya ikut mengalir persamaan dengan cairan yang ada di dalam sana yang ikut meleleh. dan Laura yakin, itu adalah cairan berharga miliknya. yang saat ini telah berhasil direnggut oleh laki-laki itu.


Walaupun Gabriel adalah suaminya, namun Laura sama sekali belum merelakan jika hal itu sampai terjadi dan menimpa dirinya. karena dirinya takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


Tangis Laura menggema di ruangan kamar itu menangisi nasibnya yang begitu sial. terkadang Laura berpikir mengapa, kedua orang tuanya sangat kejam terhadapnya.


Terhadap seseorang yang dianggap berharga di dalam sebuah keluarga. namun dengan teganya, dihancurkan dengan dijual ke tangan laki-laki yang tidak tepat seperti ini. dan akhirnya, permainan itu pun akhirnya selesai saat waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi.


Tentu saja hal itu membuat Laura merasa sangat kepayahan. karena semalaman penuh, dirinya diserang terus-menerus oleh Gabriel. namun wanita itu harus mengingat kalimat tertulis dalam buku kecil itu. bahwa dirinya, harus segera meninggalkan kamar Gabriel setelah selesai bermain. dan harus siap kapan saja saat suaminya itu memanggil.


"hiks hiks hiks, kalian benar-benar jahat!"teriak Laura. saat wanita itu, telah berada di dalam kamarnya. wanita itu seakan tidak peduli jika suaranya mengganggu orang lain.


Padahal itu tidak akan pernah terjadi. karena semua ruangan di rumah ini, memiliki alat peredam suara. tak terkecuali, milik para pelayan di rumah itu.


"sampai kapan aku harus bertahan seperti ini Tuhan?!"teriak Laura dengan raut wajah yang merah padam.


"kalian akan menerima akibatnya nanti!"ucap Laura dengan tatapannya sangat tajam dan juga dingin.


Seakan wanita itu memiliki dua kepribadian yang berbeda. karena kelelahan akibat menangis terus menerus, Laura akhirnya tertidur pulas dengan tubuh polos tanpa benang.


Tidakkah Laura tahu, jika perbuatannya itu dapat mengundang seekor harimau yang akan menerkamnya sesaat lagi? oh ya, autor lupa jika Laura belum mengetahui sifat asli dari Gabriel.

__ADS_1


__ADS_2