
Beberapa hari telah berlalu dan dilewati oleh Gabriel dan juga Laura dengan penuh kebahagiaan. apalagi sebentar lagi, Melia si Gadis tomboy akan segera menikah dengan Brian laki-laki yang menurut Gabriel adalah laki-laki yang tepat.
Dan pada akhirnya, di sinilah mereka sekarang. di sebuah hotel berbintang. untuk merayakan kebebasan mereka dan juga pernikahan dari Bryan dan juga Melia.
"akhirnya, kalian terasa juga menjadi suami istri."ucap Gabriel dengan menghela nafas lega.
"kau harus menjaga sepupuku ini baik-baik."ucap Gabriel Seraya menepuk bahu Brian. membuat laki-laki hitam manis itu, seketika mengganggu kan kepala dan tersenyum tipis.
Sementara Melia, wanita tomboy itu hanya duduk di sebelah Brian dengan wajah tertekuk seperti pakaian yang belum disetrika.
"sudahlah Melia, jangan cemberut terus. manis cantiknya hilang loh."ucap Laura menggoda sepupu suaminya itu dengan menggendong Amanda.
Membuat wanita tomboy itu seketika Mendes kesal. hal itu membuat Gabriel dan juga Brian yang awalnya tengah berbincang-bincang, seketika menatap wanita itu dengan tatapan sangat dalam.
"biarkan saya bicara dengan Melia terlebih dahulu tuan."ucap Brian Seraya menghampiri kedua wanita itu di atas pelaminan.
Gabriel yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala dan dengan segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Laura dan mengajaknya untuk keluar dari tempat itu.
__ADS_1
"kita keluar sekarang."bisik Gabriel pada Laura. dan hal itu membuat Laura yang mendengarnya, sejenak merasa heran. namun saat melihat kode yang diberikan oleh Gabriel, akhirnya Naura menganggukkan kepala.
Pasangan orang tua baru itu, segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu. memberikan sedikit ruang gerak untuk pasangan pengantin baru yang baru saja beberapa saat yang lalu disahkan oleh agama dan juga negara.
"kalian mau ke mana?!"tanya Melia sedikit berteriak. karena memang jarak mereka, sudah sedikit berjauhan.
"mau ke kamar!"sahut Gabriel dengan tetap menggandeng istrinya untuk masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di hotel itu. kamar itu memang telah dibooking oleh Gabriel untuk acara pernikahan Melia dan juga Brian.
Gabriel berkata, hitung-hitung untuk permintaan maaf laki-laki itu karena telah sembarangan menuduh sepupunya itu.
*****
Mereka semua sama sekali tidak tahu. bahwa Gabriel dan keluarganya, juga tengah bersenang-senang merayakan pernikahan salah satu keluarga mereka.
"kenapa mereka tidak ada pergerakan sama sekali, Ayah?"tanya Elmira yang merasa semua ini sangat janggal.
"tidak usah dipikirkan. mereka pasti tengah meratapi kesedihan yang baru saja menimpa hidup mereka."sahut Enriq Seraya mengusap kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"tapi kok aku merasa berbeda, ya?"tanya Elmira pada dirinya sendiri.
Namun demikian, wanita itu tetap mengikuti arahan yang ditunjukkan oleh kedua orang tuanya. karena memang mereka hari ini akan bersenang-senang.
Tanpa mereka tahu, bahwa pesawat pribadi milik keluarga Avoss, telah disabotase oleh Gabriel dan anak buahnya.
"sekarang kita semua masuk ke dalam!"perintah Enriq dengan suara yang sangat lantang disertai senyuman kebahagiaan.
"mari kita berangkat!"seru mereka semua dengan kegirangan.
mereka semua masuk ke dalam jet pribadi milik keluarga Avoss itu. dan sang pilot, segera mengudara membawa pesawat itu seaman mungkin.
Namun sekuat apapun pengamanan yang telah mereka lakukan, hari sial tidak ada di kalender. karena tiba-tiba saja, pesawat itu meledak dan langsung jatuh ke dalam lautan luas.
Membuat semua orang yang ada di dalam sana, seketika hancur tak bersisa. mungkin itulah balasan dari orang-orang yang telah dengan kejamnya menenggelamkan seorang yang tidak berdosa untuk menjadi sasaran mereka hanya karena dendam yang diawali dari ketidaksengajaan.
Dan tak lama berselang, semua awak media segera berbondong-bondong untuk meliput kejadian itu. karena mereka semua, termasuk keluarga yang berada.
__ADS_1
Laura menatap nanar ke arah koran yang ada di tangannya itu. dan sesaat kemudian, buliran kristal itu jatuh membasahi pipi mulusnya.
Hatinya tentu sangat sakit mendapati kenyataan ini. Karena bagaimanapun juga dirinya tetap adalah seorang anak dari seorang laki-laki yang bernama Excel dan Alina Smith.