Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 47


__ADS_3

Laura segera masuk ke dalam kamar mandi dengan gerakan sedikit tergesa-gesa. sepertinya, wanita itu masih merutuki kebodohannya sendiri.


"astaga kau ini memang bodoh Laura,"ucap wanita itu Seraya dan sekali memukul kepalanya dengan pelan. dan setelah melakukan aktivitas mandi selama hampir 15 menit, wanita itu akhirnya keluar dari dalam kamar mandi.


degh


Jantung Laura seakan ingin lepas dari tempatnya. saat wanita itu itu mendapati bahwasanya, Gabriel telah berada di atas tempat tidur dengan posisi berbaring. dan kepala yang bertumpu dengan tangan. seperti seorang ibu yang tengah menetap putrinya dengan penuh kasih sayang.


Tentu saja hal itu membuat Laura yang melihatnya, seketika melebarkan kedua matanya.


"Tu... Tuan, sejak kapan Anda di sini?"tanya Laura dengan perasaan yang sangat gugup. sampai-sampai wanita itu melupakan akan sebuah janji pada Gabriel.


Membuat laki-laki itu, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah Laura. hingga membuat wanita itu, seketika tersadar dari apa yang baru saja ia katakan.


"sa... sayang, keluarlah sebentar aku mau ganti pakaian terlebih dahulu,"ucap wanita itu dengan suara yang sedikit terbata-bata dan juga jantung yang berdegup cukup kencang.


Sementara Gabriel, laki-laki itu malah memperbaiki posisinya. yang awalnya berbaring, langsung terduduk dengan kaki bersila.


"untuk apa aku keluar? bukankah selama ini aku sudah terbiasa, bukan hanya melihat. aku juga sudah pernah menikmatinya,"ucap Gabriel dengan suara yang sangat menyebalkan.


Membuat Laura, seketika mendengus kesal."ih dasar laki-laki mesum!"ucap wanita itu Seraya menghembuskan nafasnya panjang Seraya menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


Sepertinya Laura, tengah melupakan segalanya akibat rasa gugup yang mendera hatinya saat ini. akibat perlakuan Tak biasa dari Gabriel itu.

__ADS_1


"biarkan saja mesum, toh aku mesum sama istriku sendiri,"ucap Gabriel Seraya menatap ke arah Laura dengan alis yang naik turun.


Membuat Laura yang mendengarnya, seketika membeku di tempatnya."kau memang bodoh Laura!"entah berapa kali, wanita itu memaki dirinya sendiri karena tindakan bodoh yang beberapa kali ia lakukan itu.


Sementara Gabriel, laki-laki itu perlahan tapi pasti bergerak turun dari atas ranjang. dan dengan segera, melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Laura dari arah belakang.


Setelahnya, mengecup Tengkuk dan juga sesekali menggigit leher wanita itu. membuat si pemilik, seketika meringis kesakitan.


"sayang, apa yang kau lakukan?"tanya Laura berusaha untuk bersikap biasa saja. walaupun saat ini, detak jantungnya sedang tidak baik-baik saja akibat ulah dari laki-laki itu.


Gabriel yang mendengar pertanyaan dari Laura, dengan segera, membalikkan tubuh wanita itu. membuat mereka kembali bertemu dan mengunci satu sama lain.


cup


Perlakuan Gabriel saat ini, sangatlah lembut dan juga halus. dan penuh dengan kasih sayang. seperti seorang suami yang memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang. walaupun mereka memang adalah sepasang suami istri, namun Laura tahu bahwa selama ini Gabriel melakukannya karena terpaksa dan juga ingin membalaskan dendam.


Namun entah mengapa, kini perlakuan laki-laki itu, sungguh sangat menghayati seperti seorang suami yang telah mencintai istrinya dengan cukup lama.


"apa yang aku pikirkan?"tanya Laura Seraya menggelengkan kepalanya. berusaha untuk menghilangkan rasa aneh yang ada di pikiran dan hatinya.


Gabriel mengangkat dagu Laura yang sejak tadi menundukkan kepala. karena memang, wanita itu merasa malu dengan perlakuan laki-laki itu. sehingga saat ini, kedua mata mereka kembali bertemu. dan mengunci satu sama lain. "dengarkan aku Laura Mirabella, mungkin ini bagimu terlalu cepat. tapi aku merasa, aku telah mencintaimu. dan aku tidak tahu, kapan pastinya perasaan itu tumbuh, yang jelas saat ini, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu."setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar milik wanita itu.


sementara Laura, wanita itu hanya dapat mematung di tempatnya. untuk beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"apa ini benar-benar terjadi? atau hanya mimpi?"tanya Laura Seraya mengangkat tangannya. dan kemudian,...


plak


Wanita itu menampar pipinya sendiri. hingga membuatnya, seketika meringis kesakitan." aww! ternyata ini benar-benar tidak mimpi,"gumam wanita itu Soraya sesekali mengusap pipinya yang terasa panas itu.


Sungguh, saat ini Laura merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami itu."ini pasti ada yang salah. ya aku yakin, ini pasti ada kesalahan."gumam wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk segera mengganti pakaian. karena sejak tadi, Laura hanya mengenakan jubah mandinya.


*****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di restoran Black, terlihat seorang wanita cantik tengah duduk dengan ditemani seorang wanita paruh baya dan juga laki-laki paruh baya. dan di hadapan mereka, terdapat sepasang suami istri paruh baya juga.


Sepertinya, mereka semua telah merencanakan sesuatu. terlihat dengan obrolan mereka yang sangat serius dengan raut wajah yang juga tak kalah serius.


"jadi apa rencana kalian?"tanya wanita muda itu Soraya menatap ke arah pasangan suami istri paruh baya itu.


"kau tenang saja Nona, serahkan pekerjaan ini pada kami. kau hanya tinggal menunggu hasilnya saja,"ucap sang wanita paruh baya.


"baik kalau begitu, aku harap, pekerjaanmu tidak mengecewakan!"setelah mengatakan hal itu, wanita itu beserta dengan orang tuanya, melangkahkan



kakinya untuk pergi dari restoran Black.

__ADS_1


__ADS_2