
Laura kini menatap suaminya dengan tatapan kesalnya. karena laki-laki itu, saat ini menatapnya dengan tatapan jenakanya.
"dasar menyebalkan!"gerutu wanita itu Seraya bangkit dari ranjang. dan setelahnya, langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi. guna membersihkan dirinya.
Namun tiba-tiba, wanita itu terhenti tepat di ambang pintu kamar mandi. badannya terlihat sangat gemetar. entah apa yang wanita itu rasakan. yang jelas saat ini, Laura merasakan perutnya diaduk-aduk dari arah dalam.
Laura sempat menoleh ke arah belakang. di mana, Gabriel saat ini masih menatapnya. laki-laki Itu tampak terkejut saat melihat raut wajah dari istrinya yang begitu pucat.
Dengan segera, laki-laki itu melompat ke arah istri kesayangannya itu. dan langsung memeluk tubuh Laura.
"apakah kamu baik-baik saja?"tanya Gabriel menatap istrinya dengan raut wajah khawatir.
"aku baik-baik saja,"ucap wanita itu Seraya membalikkan tubuhnya untuk berlalu ke kamar mandi. karena saat ini, tubuhnya seperti tengah dipukuli oleh beberapa orang. sangat nyeri dan juga mual yang luar biasa.
ueekk ueekk!!
Terdengar dari dalam kamar mandi, bahwa Laura memuntahkan isi perutnya. tentu saja hal itu membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika melangkahkan kakinya dengan cepat untuk masuk ke dalam kamar mandi. laki-laki itu tidak memperdulikan kondisinya saat ini. yang mana saat ini dirinya, tidak mengenakan benang sedikitpun. begitupun juga dengan Laura.
"sayang, apakah kau baik-baik saja?"tanya Gabriel Seraya memijat tengkuk wanita itu dengan pelan.
Sementara Laura yang mendengar itu, seketika menetap ke arah laki-laki itu dengan tatapan memohon. karena saat ini, perutnya benar-benar sakit melilit seperti direm*s-rem*s dari Arah dalam.
__ADS_1
Sontak saja Gabriel yang melihat itu, merasa sangat khawatir. tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menyalakan shower air panas. tentu saja hal itu membuat Laura merasa sangat terkejut dan juga kebingungan.
"sudah jangan bingung-bingung, sekarang kita mandi. setelah itu, kita panggil dokter untuk datang kemari."ucap laki-laki itu dengan tangannya yang langsung meraih sabun cair yang berada di samping tubuhnya.
Laura sepertinya tidak ada tenaga untuk membantah perkataan suaminya itu. karena memang saat ini, tubuhnya begitu lemah dan tidak bertenaga.
Setelah selesai membersihkan diri, mereka segera mengambil jubah mandi yang memang tersedia di dalam lemari yang ada di dalam kamar mandi itu.
"sekarang kamu berbaring,"ucap Gabriel saat mereka telah berada di tepi tempat tidur. sementara Laura yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.
Gabriel segera keluar dari kamar itu untuk menghubungi dokter pribadinya.
"segera panggil dokter Luis kemari,"ucap Gabriel pada penghuni Mansion.
Tak membutuhkan waktu lama, dokter Luis telah sampai di Mansion itu. dan dengan segera, wanita paruh baya itu masuk ke dalam Mansion diantar oleh Brian.
"selamat malam Tuan muda Iskandar, ada yang bisa saya bantu?"tanya dokter itu Seraya tersenyum ramah ke arah Gabriel.
"periksa istriku cepat,"titah Gabriel tanpa menjawab sapaan dari wanita paruh baya itu.
Dokter Luis yang mendengar itu, seketika mendengus kesal. karena ternyata, sifat dingin dari laki-laki muda itu tidak kunjung mencair. dengan segera, wanita paruh baya itu masuk ke dalam kamar pribadi milik Gabriel.
__ADS_1
Saat dokter Louis membuka pintu kamar milik Gabriel, wanita itu tampak tertegun. karena di hadapannya saat ini, ada seorang wanita yang sangat cantik tengah berbaring di tempat tidur.
"apakah dia istrimu?"Tanya dokter Luis Seraya menatap ke arah Gabriel. tapi tidak ada jawaban dari laki-laki itu.
Membuat dokter Luis yang mendengarnya, kembali menghela nafas panjang. sepertinya, kali ini dirinya harus banyak-banyak bersabar untuk menghadapi laki-laki kulkas itu.
"Nyonya, apakah saya boleh memeriksa anda?"Tanya dokter Louis Seraya menatap ke arah Naura yang masih berbaring di tempat tidur.
Laura yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepalanya lemah. karena memang saat ini, wanita itu tidak memiliki tenaga untuk berbuat sesuatu.
Dokter Louis yang melihat itu, seketika tersenyum. tangannya yang sedikit keriput itu, mulai mengoleskan sesuatu ke perut Laura, dan tak berapa lama, wanita itu mulai menggerakkan alat USG di perut wanita itu.
"nah bisa kau lihatkan Gabriel, di dalam perut istrimu memang tengah tumbuh seorang janin. usianya sekitaran 1 bulan."ucap dokter Luis Seraya tersenyum ke arah Laura dan juga Gabriel secara bergantian.
Tentu saja, penuturan dari dokter itu, membuat Laura dan juga Gabriel yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya.
"apakah kau serius?"tanya Gabriel dengan raut wajah tidak percayanya. begitu pula dengan Laura. wanita itu menatap dokter Luis dengan tetapan tidak percayanya.
Wanita paruh baya itu, hanya mengaggukan kepala dan tersenyum tipis. tentu saja hal itu membuat Gabriel yang melihatnya, merasa sangat bahagia.
Laki-laki itu dengan segera melangkahkan kakinya dengan cepat. dan langsung memeluk tubuh istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"terima kasih, terima kasih karena kamu telah menciptakan penerus di keluargaku."ucap Gabriel Seraya menghujani istrinya dengan beberapa kali kecupan.