Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 65


__ADS_3

Sampainya di dalam kamar, Gabriel segera membawa tubuh istrinya untuk naik ke atas ranjang. senyum laki-laki itu, sesekali mengembang. saat menyadari, bawa sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah.


"sungguh, aku tidak pernah mengira jika Tuhan akan memberikan aku turunan secepat ini."gumam Gabriel Seraya mencium perut buncit istrinya itu.


Sementara Laura yang mendengarnya, seketika tersenyum kecil. tangan lentiknya, mengucap kepala laki-laki itu dengan penuh kasih sayang.


Mereka terlihat sangat bahagia. dengan tidur terlelap saling berpelukan.


Satu bulan kemudian.


Kandungan milik Laura, saat ini telah berusia delapan bulan. dan hal itu membuat wanita cantik itu, merasa sedikit kesulitan saat melakukan aktivitas apapun.


Sementara Gabriel, laki-laki itu menyarankan istrinya untuk menggunakan kursi roda. karena sangat merasa kasihan, saat melihat istrinya itu kesusahan dalam melakukan aktivitas apapun.


"sudahlah sayang, lebih baik kamu nurut saja sama aku. kita pakai kursi roda ini ya,"ucap Gabriel masih mencoba untuk membujuk istri kesayangannya itu.


Mendengar hal itu, Laura segera menatap suaminya itu dengan tatapan yang sangat tajam.


"dengarkan aku suamiku! aku itu sedang hamil bukan penyakitan! jadi untuk apa aku menggunakan kursi roda?!"wanita itu Seraya melayangkan tatapan tajam dan wajah merah padam karena menahan amarah.


Tentu saja, hal itu membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika menelan salivanya dengan susah payah. ternyata, amarah dari seorang wanita itu sangat mengerikan. bahkan lebih mengerikan, dari melawan musuh di medan perang.


"buk... bukan begitu maksudku, aku hanya....." ucapan Gabriel terhenti saat laki-laki itu melihat raut wajah tegang dari istrinya.

__ADS_1


"Kau ini kenapa?"tanya Gabriel dengan nada yang sangat panik.


"ad.. aduh perutku sakit sekali Gabriel. seperti Ada yang ingin keluar dari dalam sana."ucap Laura dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.


Tentu saja itu membuat Gabriel yang mendengarnya, merasa begitu panik. dan dengan segera, langsung mengangkat tubuh kesayangannya itu untuk masuk ke dalam mobil.


"kita harus ke rumah sakit sekarang!"Satria Gabriel dengan lantang. dan tak berselang lama, semua orang yang ada di Mansion itu langsung sikap dan menjalankan tugas masing-masing.


Sementara di antara banyaknya orang yang tengah mempersiapkan kondisi urgent seperti itu, ada seorang wanita yang menatap semuanya dengan tatapan biasa saja.


"akhirnya aku berhasil. dengan seperti ini, tidak akan ada yang menyangka jika aku yang melakukan ini."ucap orang itu yang tak lain adalah Merry dengan tersenyum mengerikan.


Sementara Gabriel, berlari seperti orang gila. karena laki-laki itu, begitu merasa panik."aarrrrggghh! aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan juga calon anakku!"teriak laki-laki itu dengan sangat lantang.


Walaupun di dalam hatinya, Melia juga merasakan hal yang sama. apalagi saat matanya, melihat begitu banyak darah yang keluar dari area sensitif dari Laura. setelah semua siap, mereka semua segera masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit terdekat.


"kalian semua berkat penjagaan!"teriak Melia. saat wanita tomboy itu, hendak masuk ke dalam mobil.


"baik Nona!"ucap para penjaga itu serempak.


*****


Sementara itu di dalam mobil, Gabriel tak anti hentinya memeluk tubuh istrinya. yang semakin lama semakin terasa dingin. tentu saja, hal itu membuat Gabriel semakin merasa panik.

__ADS_1


"Brian cepat!"teriak Gabriel dengan sangat lantang.


Dengan segera, laki-laki yang memiliki kulit hitam manis itu segera menambah kecepatan kendaraan roda empat itu.


"ssshhhh akkkhh!sa... sakit Gabriel, perutku sakit sekali!"gumam wanita itu Seraya mencengkeram pakaiannya sendiri.


Melihat hal itu, Gabriel segera menarik kedua tangan istrinya. dan mengalihkannya pada tangannya sendiri.


"aku mohon jangan sakiti dirimu sendiri, cengkeram lah tanganku kuat-kuat!"ucap Gabriel Seraya menitikan air mata.


Dan kalian perlu ketahui, Jika seorang Gabriel Iskandar tidak pernah mengeluarkan air mata selama hidupnya. bahkan saat sang Ibu meninggalkannya, Gabriel tidak menangis parah itu.


Sudah jelas bukan, bahwa perasaan yang dimiliki oleh Gabriel untuk istrinya, begitu sangat dalam dan juga besar. hal itu membuat Melia yang mendengarnya, sesekali tersenyum kecil. karena ternyata, wanita kesayangannya yang selama ini disebut oleh Gabriel, adalah wanita yang sempat laki-laki itu benci.


"kau harus sabar Gabriel, jangan sampai kepanikan mu itu membuat Laura semakin tersiksa."ucap wanita tomboy itu mencoba untuk mengingatkan sepupunya itu.


"apa yang kau katakan? bagaimana aku tidak panik, saat melihat keadaan seperti ini? apalagi, yang tengah kesakitan saat ini, adalah istriku Ibu dari anak-anakku?!"teriak Gabriel dengan lantang.


Laura seketika menggenggam tangan suaminya itu. dengan gerakannya sangat erat. tentu saja hal itu membuat Gabriel, seketika menurunkan emosinya.


"jangan terlalu menuruti amarah."bisik wanita itu di sela-sela rasa sakitnya. dan ajaibnya, Gabriel segera menurut. karena seketika itu pula, amarah yang sempat meledak-ledak itu, berangsur-angsur menghilang.


"aku tidak akan pernah emosi seperti ini, jika tidak ada sebabnya sayang,"ucap laki-laki itu Seraya menghujani wajah istrinya dengan beberapa kali kecupan.

__ADS_1


Gabriel merasa, perjalanan kali ini terasa sangat lambat. mungkin karena dirinya, merasakan kepanikan yang luar biasa. sehingga membuat semua pekerjaan, menjadi lelet di matanya.


__ADS_2