Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT Part 39


__ADS_3

Setelah kepergian Devan Marco, suasana di ruangan itu terasa mencekam. karena pandangan mata Gabriel, tak henti-hentinya menatap Laura dengan tatapan yang siap menerkam wanita itu.


Sementara Laura, wanita cantik itu sesekali akan menatap ke arah Gabriel. dan sesaat kemudian, akan menundukkan kepala. karena merasa, tatapan laki-laki itu begitu mengerikan.


Lain Laura, lain pula Melia. wanita itu, menatap dua pasangan yang ada di hadapannya itu dengan senyuman penuh arti.


"siapa suruh gengsi, makan tuh gengsi!"gumam Melia Seraya beranjak dari tempat duduknya.


Wanita itu, segera melangkahkan kakinya untuk bergegas meninggalkan ruangan itu. sebelum dirinya menyaksikan, perang dunia ke-3 yang akan terjadi sebentar lagi.


"persiapkan dirimu, sebentar lagi kau pasti akan habis."setelah mengatakan hal itu pada Laura, Melia segera berlari untuk keluar dari dalam ruangan itu.


Perkataan dari sepupu suaminya itu, seketika membuat Laura, membulatkan kedua matanya. jadinya tahu apa yang dimaksud oleh Melia.


"apa benar nasibku akan seperti itu? tapi kenapa? bukankah kita menikah tanpa rasa?"seketika itu pula, pertanyaan-pertanyaan dari wanita itu, berputar seperti kaset kusut.


Laura seketika tersentak kaget, saat merasakan tubuhnya seperti melayang di udara. dan setelah wanita itu meneliti, ternyata tubuhnya tengah diangkat oleh sama suami.


Dengan gerakan refleks, Laura mengalungkan kedua tangannya di leher Gabriel. tentu saja hal itu membuat wajah mereka, seketika menjadi semakin dekat. dan tanpa basa-basi, Gabriel segera menyambar benda kenyal yang ada di hadapannya itu.


Membuat Laura yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba itu, seketika membulatkan kedua matanya. wanita itu, bersusah payah untuk menghindari ci*man dari suaminya.


Namun apa mau dikata, ci*man nya bukan semakin mereda, malah semakin menjadi. karena laki-laki itu, semakin memperdalam lum**n nya. hingga membuat Laura akhirnya merasa pasrah. dan membiarkan sang suami, menerima haknya. karena memang akhir-akhir ini, Gabriel jarang sekali menyentuhnya.


"aish aku mikir apa sih?"gerutu Laura dalam hati. saat wanita itu, baru menyadari apa yang ia pikirkan. sementara Gabriel, laki-laki itu, saat ini telah menjelajah di beberapa bagian milik Laura. dengan posisi masih menggendong istrinya itu.


Tanpa menghentikan aksinya, Gabriel membawa tubuh Laura untuk masuk ke dalam kamar yang ada di lantai 3. Laura seketika membulatkan mata, saat menyadari ternyata Gabriel tidak membawanya dengan masuk ke dalam lift. melainkan laki-laki itu, membawa Laura menaiki anak tangga.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Laura, yang menyadari akan hal itu, menjadi takut bercampur marah.


"apa mau laki-laki ini sebenarnya?"tanya Laura dalam hati. karena wanita itu, tidak akan pernah berani untuk berkata secara langsung.


Tentu saja tindakan dari Gabriel itu, membuat semua orang langsung memalingkan wajah mereka masing-masing saat melihat pemandangan itu. karena semua peraturan, telah tertulis di dalam buku kecil di keluarga Iskandar.


Bahwasanya, siapa saja yang melihat pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat, maka hukuman mereka adalah hukuman cambuk. dan hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat ketakutan.


Untuk itulah, saat melihat pemandangan itu, para pekerja di Mansion itu, seketika memalingkan wajahnya masing-masing. dengan semburat merah yang menghiasi pipi mereka. karena tidak sengaja melihat adegan yang kurang pantas itu.


Sesampainya di kamar, Gabriel segera membaringkan tubuh wanita itu di atas tempat tidur. dan dengan segera, langsung mengungkungnya.


"Tuan, kenapa anda seperti sedang marah seperti itu?"tanya Laura dengan raut wajah kebingungan dan juga sedikit ketakutan saat melihat raut wajah dari laki-laki itu yang begitu mengerikan.


Namun bukannya menjawab, Gabriel malah semakin melancarkan aksinya. dan saat ini, laki-laki itu sedang menggigit leher dari Laura. hingga membuat wanita itu, seketika menjerit karena merasa sakit.


Sementara Laura yang mendengar itu, semakin merasa kebingungan dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Gabriel itu.


"dia ini sebenarnya kenapa?"tanya Laura membatin dalam hati.


"kenapa?"tanya Laura pada akhirnya. karena wanita itu, merasa begitu penasaran dengan sikap Gabriel yang terlihat sangat marah. tidak mungkin kan, seorang Gabriel merasa cemburu saat mendengar istri di atas kertasnya, berkenalan dengan laki-laki lain? itu sangatlah konyol! pikir Laura.


"kau bahkan masih;bertanya?"tanya Gabriel yang mulai membuka tali yang melekat pada tubuh Laura.


"kenapa kau tidak bilang, soal pertemuan mu dengan Devan Marco?"tanya Gabriel lagi saat laki-laki itu tidak menemukan sahutan dari istrinya.


"ah, aku rasa itu tidak perlu Tuan, lagi pula kan, bukannya Anda sendiri yang berkata, jika tidak ingin tahu tentang masalahku?"tanya Laura akhirnya memberanikan diri.

__ADS_1


Membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu.


"sekarang aku berubah pikiran, aku menginginkan kau mengatakan Setiap kegiatan yang akan kau lakukan."ucap Gabriel tegas tanpa ingin dibantah.


Mendengar ucapan dari laki-laki itu, membuat Laura semakin merasa kebingungan."sepertinya memang benar apa yang aku pikirkan ini, Tuan Gabriel memang memiliki kepribadian ganda,"ucap Laura dalam hati.


*****


Sementara itu, di tempat lain terlihat seorang laki-laki yang baru saja datang, sedang melamun Seraya sesekali tersenyum kecil.


"aku tidak menyangka, ternyata isu itu memang benar adanya."gumam laki-laki itu yang tak lain adalah Devan Marco.


Setelah keluar dari kediaman Iskandar, Devan Marco memutuskan untuk mampir sejenak di sebuah klub malam yang ada di kota itu.


"sepertinya aku sedang jatuh cinta,"gumam laki-laki itu Seraya meneguk perlahan demi perlahan gelas yang berisi anggur merah itu.


"tunggu, bukankah Gabriel memiliki seorang kekasih?"tanya Devan masih pada dirinya sendiri.


"oh iya aku baru ingat, mereka kan sudah tidak memiliki hubungan apapun, setelah Tuan James membubarkan hubungan mereka secara paksa,"gumam Devan seperti orang gila. karna berbicara seorang diri.


Yap. James sempat mengumumkan kepada khalayak ramai, bahwa hubungan putranya dengan Elmira, telah berakhir beberapa waktu yang lalu. dan karena itulah, hubungan Gabriel dan juga James sempat merenggang.


Namun rupanya, Gabriel tidak menyerah sampai saat itu. dirinya tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya dan memaksa James untuk menyetujui hubungan mereka.


Akhirnya, dengan terpaksa James menyetujui permintaan putranya itu. saat James sendiri, memutuskan untuk menikah. tapi sayangnya, Devan dan yang lain tidak mengetahui, bahwa wanita yang akan dinikahi oleh James adalah Laura.


Nb : yuk di baca, karya memukau dari temen author ini, di jamin ngak nyesel

__ADS_1



__ADS_2