
Kini Laura dan juga Gabriel, telah berada di dalam kamar milik Laura. Keheningan sempat melanda tempat itu. karena mereka berdua, sama-sama tenggelam dalam Lamunan masing-masing.
"sedang apa sih dia di sini? kenapa terus menggangguku?"tanya Laura menggerutu dalam hati.
Tentu saja wanita itu tidak akan berani untuk mengatakan hal itu secara langsung. karena Gabriel pasti akan langsung mencincang tubuhnya secara hidup-hidup.
Sementara Gabriel, laki-laki itu terus saja mengawasi gerak-gerik wanita yang ada di hadapannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, sangatlah dalam.
"kalau dipikir-pikir, Laura memang cantik lebih cantik daripada Elmira,"ucap laki-laki itu pada dirinya sendiri. namun dengan tatapan, yang masih menatap gerak-gerik Laura.
"eh, aku ini mikir apa sih?"tanya laki-laki itu Seraya menggelengkan kepala. Namun demikian, Pandangannya masih tetap tertuju pada wanita cantik itu.
Tentu saja hal itu membuat Laura, yang memang sedari tadi sudah tahu dirinya telah diawasi, merasa begitu risih.
"ish ini kenapa sih, si laki-laki kejam itu menatap aku seperti itu?"tanya Laura pada dirinya sendiri. wanita itu, masih tidak berani untuk menatap ke arah suami sekaligus majikannya itu.
"berikan kue itu padaku,"ucap Gabriel yang seketika membuat suasana menjadi hidup. karena sedari tadi, suasana seperti di dalam pemakaman. sangat sepi dan juga sunyi. seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.
"eh, Tuan mau ini?"tanya Laura Seraya menunjuk ke arah nampan yang berisi kue-kue buatannya itu.
Gabriel yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. sebagai tanda dirinya menginginkan makanan itu.
Dengan langkah hati-hati, Laura mengambilkan satu cup salad buah berukuran sedang. dan juga brownies almond. dan menyerahkannya pada laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"bagaimana rasanya tuan?"tanya Laura dengan raut wajah penasaran. karena jujur saja, wanita itu merasa antusias dan ingin mendengar respon dari laki-laki itu.
"ini enak sekali,"ujar Gabriel pada dirinya sendiri. sepertinya laki-laki itu masih saja gengsi untuk mengatakan bahwa makanan buatan wanita itu sangatlah lezat.
__ADS_1
"biasa saja,"ucap laki-laki itu dengan tetap memasukkan potongan kue itu ke dalam mulutnya.
Tentu saja ucapan dari Gabriel itu, membuat Laura seketika mencebikkan bibir dan memanyunkan bibir sampai beberapa senti. dan hal itu sukses membuat Gabriel yang melihatnya, merasa sangat gemes.a
"menggemaskan sekali,"ujar laki-laki itu Seraya tersenyum kecil. Namun, Lagi Dan Lagi, Gabriel menggelengkan kepala. dan sedikit memukul kepala itu. agar tidak berpikiran yang tidak tidak. ingat tujuan awal Gabriel hanya ingin menyiksa wanita itu. karena telah berani menggoda ayahnya.
Hingga sekarang, wanita itu malah menjadi duri dalam hubungannya bersama Elmira sang kekasih.
"ingat tujuanmu Gabriel, kau harus membuat wanita itu merasa tersiksa dengan berada di sampingmu,"ucap laki-laki itu dalam hati.
Saat ini Gabriel seperti memiliki dua kepribadian yang berlawanan. dan semuanya, mempunyai peranan yang sangat kuat. bahkan Gabriel sampai harus menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menghilangkan bisikan-bisikan itu.
"kenapa malah seperti iblis!"ucap laki-laki itu tanpa sadar. membuat Laura yang masih berada di sampingnya, seketika menatap ke arah Gabriel dengan tatapan heran.
"apa Tuan baik-baik saja?"tanya Laura pada laki-laki itu.
"ekhem,"
"ini makanannya, aku sudah tidak nafsu untuk menghabiskannya,"ucap Gabriel Seraya menyerahkan piring berisi salad buah dan juga brownies almond itu.
Sementara Laura, wanita itu menerima pemberian Gabriel dengan tatapan yang menyiratkan keheranan.
"apa jangan-jangan, dia kesambet?!"tanya Laura dengan suara yang sangat pelan.
Namun sialnya, Gabriel masih dapat mendengarkan ucapan dari wanita itu. hingga membuat tatapan tajamnya, seketika menembus jantung wanita itu.
"apa yang kau bicarakan? kau berani mengataiku?!"tanya Gabriel Seraya masih melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu.
__ADS_1
"eh, maafkan saya tuan, saya tidak sengaja."ujar Laura sedikit menundukkan kepala karena merasa takut dengan tatapan laki-laki itu.
Laura tidak tahu apa yang terjadi di hadapannya. hingga wanita itu terperanjat kaget, saat mendapati Gabriel tidak memakai pakaian atas alias berte*lanjang dada.
Laura sudah merasa sangat gugup saat laki-laki itu berjalan mendekatinya. namun tiba-tiba, Laura dibuat tercengang oleh laki-laki itu. saat Gabriel tiba-tiba saja menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi tengkurap.
"kenapa diam saja, segera pijat saya. saya merasa sangat lelah,"ucap Gabriel Seraya menoleh ke arah belakang.
Tentu saja hal itu membuat Laura yang mendengarnya, seketika mengetahui apa yang diinginkan oleh laki-laki itu.
"baik Tuan,"ucap Laura yang mulai mengusap tubuh kekar milik laki-laki itu. saat tangannya menyentuh permukaan kulit Gabriel, Laura sedikit tersentak. karena merasakan kulitnya terasa sangat lembut seperti kulit bayi.
"lembut sekali kulitnya,"gumam wanita itu pada dirinya sendiri. dengan segera dan perlahan-lahan, wanita itu mulai memijat dari atas sampai bawah.
"jangan pernah berpikiran aneh-aneh!"tegur Gabriel. Membuat Laura sedikit terjingkat kaget.
"baik, saya minta maaf Tuan!"ucap Laura yang mulai memijat tubuh laki-laki itu dengan gerakan pelan. dan tak berselang lama, terdengar dengkuran dari laki-laki tampan itu.
Membuat Laura seketika menghentikan aktivitas memijatnya. dan dengan segera, menatap wajah laki-laki itu. untuk memastikan, apakah laki-laki itu telah tertidur atau belum. Dan helaan nafas, seketika terdengar saat menyadari, bahwa laki-laki itu telah tertidur pulas.a
"menyebalkan sekali "ucapnya Seraya menusuk-nusuk punggung milik laki-laki itu.
"kenapa sih aku harus menikah denganmu? asal kamu tahu, aku masih ingin merasakan hidup bebas. dan tidak terbelenggu seperti ini. jika bukan karena orang tuaku yang memaksa, maka aku tidak akan pernah menikahi James ayahmu."ucapnya dengan luapan amarah yang membara. Namum demikian, Laura tidak berani untuk mengungkapkannya secara langsung.
Yang dapat Laura lakukan, hanyalah meluapkan di saat laki-laki itu telah tertidur lelap. Tentu saja itu dilakukan, karena Gabriel tidak dapat berbuat apa-apa. karena laki-laki itu masih berada di dalam mimpi.
"dasar menyebalkan! kalian semua menyebalkan!" Laura masih menggerutu kesal dan sesekali memukul-mukul punggung laki-laki itu dengan sedikit keras.
__ADS_1
Bahkan saking emosinya, Laura sampai tidak menyadari jika laki-laki itu telah membuka mata akibat ulah dirinya sendiri. Laura masih terus menerus memukul-mukul punggung laki-laki itu.
Hingga Gabriel, membalikkan tubuhnya. membuat wanita itu seketika mengalami spot jantung. tubuhnya menegang untuk beberapa saat karena merasa terkejut dengan apa yang ia lihat.