
Laura saat ini memakai pakaian yang sedikit casual. karena wanita itu akan segera pergi menemui dua orang tuanya di mall yang telah disepakati oleh mereka berdua
Karena dari tadi, sang ibu sudah merongrong meminta Laura untuk cepat menemui dirinya. entah apa, yang diinginkan oleh wanita paruh baya itu, Laura juga tidak mengerti. yang jelas saat ini, Laura harus segera menemui wanita Berubah itu jika tidak ingin sesuatu hal yang buruk, terjadi pada dirinya.
"semoga semuanya baik-baik saja,"ucap Laura dalam hati. wanita itu, segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke halaman Mansion.
"Nyonya Laura,"terdengar suara seseorang dari arah belakang tubuhnya. hingga membuat wanita itu, seketika menoleh dan mendapati, Brian berada di belakangnya.
"Ya Tuan, ada apa?"tanya Laura Seraya sedikit kebingungan karena mendapati asisten suaminya saat ini berada di hadapannya.
"panggil saja saya Brian. karena saya, adalah asisten Tuan Gabriel. yang otomatis akan menjadi asisten anda,"ucap laki-laki itu dengan sopan.
Mendengar pengakuan dari Brian, membuat Laura semakin merasa kebingungan dengan situasi yang terjadi di Mansion itu.
"apa terjadi sesuatu kepada kalian? kenapa kalian begitu baik padaku? apakah ada rencana yang akan kalian lakukan di belakangku?"tanya Laura penuh selidik.
__ADS_1
Karena walaupun wanita itu sedikit bodoh, tapi Laura sedikit yakin bahwa mereka tengah berencanakan sesuatu di belakangnya. karena sangat tidak mungkin, seseorang berubah menjadi baik dalam waktu sekejap.
Brian yang mendengar itu, ketika menggelengkan kepala. "tidak Nyonya, anda salah paham. kami sedang tidak melakukan rencana apapun,"ucap Brian dengan raut wajah bersungguh-sungguh.
Membuat Laura seketika terkekeh pelan. "kau jangan bohong Brian, kalau tidak memiliki rencana apapun, kenapa kalian benar-benar baik padaku? terutama Tuan Gabriel. bukankah laki-laki itu, sangat membenciku?"ucap Laura dengan tatapan tajamnya. Namun, masih dengan kekehan kecil di bibirnya.
"saya benar-benar tidak tahu apa maksud Nyonya. tapi yang jelas saat ini, tidak ada seorang pun yang tengah memainkan perannya."ucap Brian dengan nada tegas.
Membuat Laura yang mendengarnya, seketika mulai berpikir."apa benar yang dia katakan itu? tapi,.. ah sudahlah! bukankah memang dimension ini orang-orangnya sangat aneh? lebih baik, aku segera menemui mereka. daripada semuanya menjadi runyam."gumam Laura pada dirinya sendiri.
"Ya sudahlah terserah kalian, kalau begitu aku pergi dulu."ucap Laura berbalik badan dan melangkahkan kakinya bersiap untuk pergi.
"segera ikuti Nyonya keluarga Iskandar," ucap Brian saat melihat kendaraan yang ditumpangi oleh Laura, telah menjauh dan sedikit menghilang dari pandangan laki-laki itu. pada Pasukan khusus yang memang dikhususkan untuk mengawal Laura. sebagai istri dari keluarga Iskandar. dan itu sudah ada sejak zaman kepemimpinan James.
Setelah mengatakan itu lewat intercom, Brian segera melangkahkan kakinya untuk kembali menghadap kepada Gabriel.
__ADS_1
"bagaimana? apa semuanya sesuai dengan apa yang aku inginkan?"tanya laki-laki tampan itu sesaat setelah melihat kedatangan dan kehadiran asisten sekaligus pengawal pribadinya itu.
Brian menganggukkan kepala."semua sesuai dengan rencana Anda tuan."ucap laki-laki itu Seraya menunduk hormat.
"baik kalau begitu, kita pergi jam berapa?"tanya Gabriel Seraya menatap ke arah berkas yang ada di tangannya.
"sekitaran 09.30 tuan,"ucap Brian.
"baik kalau begitu, kau persiapkan semuanya. karena saat ini, orang yang aku percaya hanyalah dirimu. jadi jangan pernah, kau mengecewakanku. Mengerti?"tanya Gabriel pada asisten pribadinya itu.
"mengerti tuan! terima kasih atas kepercayaan anda,"ucap Brian Seraya menunduk hormat.
****
Setelah berkutat dengan beberapa berkas di ruangannya, akhirnya Gabriel dan juga Brian, memutuskan untuk pergi dari Mansion itu untuk menemui keluarga Virzha.
__ADS_1
Nb : Yuk Mampir yuk di karya memukau yang satu ini, di jamin kalian nggak akan nyesel