Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 77


__ADS_3

Saat ini, di dalam ruangan milik Laura, suasana menjadi sangat hening. karena sejak tadi, Gabriel belum membuka suaranya. laki-laki itu, masih dalam keadaan kalut. akibat permasalahan yang terus-menerus menimpa hidupnya itu.


"Gabriel, di mana Amanda?"tanya Laura mencoba untuk membuka suara. karena sejak tadi, wanita itu hanya melihat suaminya terdiam. dan hal itu membuat Laura, seketika merasa sangat ketakutan.


Karena Wanita itu mengira jika suaminya itu, kembali seperti dulu. yaitu bersikap arogan dan juga angkuh.


Gabriel yang mendengar pertanyaan dari istrinya, seketika mendongakkan kepala. menatap manik hitam milik istrinya itu, dengan perasaan campur aduk.


Tak terasa bulir bening itu, mengalir deras dengan sendirinya. membuat Laura yang melihat itu, seketika merasa sangat terkejut. dengan segera, wanita itu menghapus air mata suaminya.


"Ada apa, kenapa kau tiba-tiba menangis?"tanya Laura dengan ekspresi wajah kebingungan.


Gabriel yang mendengar itu, dengan segera menghapus air matanya dan menggelengkan kepala."tidak apa-apa sayang, aku hanya merasa bahagia. karena ternyata, Tuhan mendengarkan doaku."ucapnya Seraya menggenggam tangan sang istri dan mencoba untuk tersenyum.


Laura yang mendengar itu, mencoba untuk mempercayai ucapan dari suaminya. walaupun hati kecil wanita itu, seketika merasa tidak tenang.


"di mana anak kita?"tanya Laura sekali lagi. dan hal itu membuat Gabriel kembali terdiam. sungguh laki-laki itu merasa sangat kebingungan dengan situasi saat ini.


"apa yang harus aku lakukan?"tanya Gabriel dalam hati. laki-laki itu sesekali akan menatap raut wajah istrinya. hatinya merasa sangat hancur saat melihat wajah tak berdosa dari istrinya itu.


"hei Gabriel, di mana Amanda?"tanya Laura sekali lagi. kali ini, wanita itu merasa sedikit kesal karena diabaikan oleh sang suami.


"dia sedang bersama kakeknya."ucap Gabriel pada akhirnya berbohong dan mengikuti saran dari James.


Laki-laki tampan itu, seketika merasa sangat was was. karena Gabriel, belum pernah melakukan tindakan berbohong kepada orang-orang tercintanya itu. apalagi saat melihat raut wajah dari istrinya yang hanya terdiam. hal itu membuat Gabriel, semakin merasa gusar.

__ADS_1


"apa dia baik-baik saja?"tanya Laura menatap sang suami.


Gabriel mendengar itu sejenak terdiam. dan tak lama berselang, menganggukkan kepala dengan ragu-ragu disertai dengan senyuman tipis di wajah tampannya.


"syukurlah kalau begitu,"ucapnya Seraya menghela nafas lega. hal itu membuat Gabriel merasa sedikit kebingungan.


"memangnya kenapa?"tanya Gabriel dan Pak sadar.


"semalam aku bermimpi. Amanda meninggalkan kita."ucap Laura tersenyum tipis. "tapi aku yakin itu hanya mimpi buruk saja. karena kau, pasti tidak akan pernah membiarkan putrimu dalam keadaan bahaya, kan?"pertanyaan dari Laura itu, justru membuat Gabriel merasa dihantam dengan batu besar.


Karena pada kenyataannya, Gabriel telah gagal melindungi Putri kecilnya itu. dan lebih parahnya lagi, dia tidak berani untuk mengatakan hal itu terus terang.


"kamu memang pengecut Gabriel,"ucap laki-laki itu pada dirinya sendiri.


"Gabriel aku boleh minta sesuatu?"tanya Laura yang seketika membuyarkan lamunan dari laki-laki itu.


"aku ingin makan bubur kacang hijau. karena kata dokter Luis, menyarankan untuk aku memakan makanan seperti itu. agar asiku dapat keluar dengan lancar."ucap Laura Seraya tersenyum tipis. Gabriel yang mendengarnya, merasakan tubuhnya semakin nyeri dan tidak bertenaga. hati laki-laki itu, seperti dihimpit oleh batu besar.


"baiklah kalau begitu, kau tunggu di sini sebentar."ucap Gabriel Seraya beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan untuk keluar dari dalam ruangan itu.


"bagaimana apakah dia percaya?"tanya James saat melihat putranya keluar dari dalam ruang perawatan Laura.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. dan tanpa berkata apapun, laki-laki tampan itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kantin rumah sakit itu.


Sungguh hati Gabriel saat ini, merasa sangat kacau. sesekali laki-laki itu akan ambruk ke atas lantai karena tidak ada daya untuk menopang tubuhnya.

__ADS_1


******


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang laki-laki dan juga perempuan, tengah mengamati keadaan sekitar dari teropong miliknya.


"sepertinya kau sudah bisa masuk,"ucap seorang laki-laki paruh baya pada seorang laki-laki muda.


"baiklah kalau begitu, aku masuk dulu. aku akan membuat wanita itu menjadi gila hahaha."ucap laki-laki muda itu yang tak lain adalah Bramantyo.


"harus itu,'ucap Tania menyemangati.


Sementara seorang laki-laki paruh baya bersama dengan wanita muda yang ada di sana, hanya dapat terkekeh pelan saat melihat kekonyolan anggota keluarga mereka itu.


Bramantyo segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tenaga medis. dan dengan segera, laki-laki itu melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan Laura.


"semua sesuai rencana."ucap Bramantyo menyeringai. laki-laki itu dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan Laura.


Karena saat ini, James dan yang lain tengah sibuk mempersiapkan acara pemakaman dari Amanda. sementara Gabriel, laki-laki itu masih berada di kantin rumah sakit untuk memberikan pesanan dari istrinya.


Laura seketika tersenyum, saat mendapati seseorang datang menghampirinya. dengan mengenakan pakaian seperti seorang tenaga kesehatan.


"selamat pagi Nyonya Laura."ucap laki-laki itu seraya tersenyum tipis.


"pagi dok."ucapnya Sarah yang menganggukkan kepala.


Bramantyo segera meletakkan makanan itu di meja samping ranjang. namun dengan sengaja, laki-laki itu menyenggol proyektor kecil yang memang ia bawa. dan dengan sekejap, proyektor itu menyala dan menampilkan sebuah gambar di dinding kamar Laura.

__ADS_1


sementara Laura, wanita itu hanya menatap bingung ke arah orang yang dianggap sebagai dokter itu. sebelum akhirnya, kedua mata Laura membulat sempurna saat menyadari sesuatu.


"ini pasti tidak mungkin!"teriak Laura sebelum akhirnya tak sadarkan diri. sementara Bramantyo, laki-laki itu tertawa puas dan langsung keluar dari ruangan itu.


__ADS_2