Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 35


__ADS_3

Sementara itu, Melia dan juga Laura saat ini tengah berada di dalam mobil milik wanita itu.


"apa kau baik-baik saja?"tanya Melia dengan raut wajah khawatir. saat melihat luka yang ada di wajah istri sepupunya itu.


Laura yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis dan menganggukkan kepala. "aku baik-baik saja, kau tidak usah khawatir."ucap Laura Seraya memalingkan wajahnya agar Melia tidak mengetahui jika dirinya diam-diam menangis.


Namun nampaknya, Melia melihat hal itu. dengan segera, wanita yang jago beladiri itu, langsung meraih kedua pundak Laura. hingga membuat kedua wanita itu, seketika saling berhadapan.


"jangan pernah disembunyikan jika kau merasa sakit. karena aku, bisa membantumu jika kau menginginkannya."ucap Melia terdengar sangat tulus.


Laura yang mendengar itu, semakin berderai air matanya. dirinya merasa sangat terharu. karena ternyata, masih ada orang baik yang mau memperhatikannya.


"loh kenapa kau menangis lagi? memangnya masih sakit ya itu?"tanya Melia dengan raut wajah khawatir.


Entahlah, mengapa semua orang yang berada di dekat Laura tiba-tiba memiliki tingkat kepedulian yang sangat tinggi. contohnya Devan dan juga Gabriel. dua laki-laki tampan itu, adalah orang yang sangat sulit untuk dicairkan. namun saat berhadapan dengan Laura, mereka dapat bersikap hangat.


Begitupun dengan Melia. wanita cantik dan sedikit tomboy itu, adalah salah satu orang yang tidak memperdulikan keadaan sekitar. bisa dikatakan, bahwa Melia adalah wanita yang sangat cuek. saat berhadapan dengan Laura Melia bersikap 180 derajat.


Laura yang mendengar itu seketika tersenyum kecil."terima kasih, terima kasih karena kau sangat perhatian padaku,"ucap Laura dengan senyuman disertai dengan deraian air mata.


Melia yang mendengar itu, ketika mendengus kesal. "hais kau ini, aku pikir kau ini kenapa,"ucap Melia Seraya mencebikkan bibir.


Membuat Laura yang melihat itu, seketika terkekeh pelan. "terima kasih ya, sudah mencoba menghiburku dengan tingkahmu itu."

__ADS_1


Melia yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. "sudah tidak usah menangis lagi. kau ini jangan cengeng. sebagai bagian dari keluarga Iskandar, kau harus terlatih sebagai mental baja. karena Gabriel, adalah salah seorang yang memiliki musuh cukup banyak. Mereka bisa langsung menyerang, atau bermain secara halus."ucap Melia Seraya menatap ke arah Laura dengan tatapan yang sangat serius.


"contohnya?"tanya Laura yang merasa tidak mengerti.


"seperti yang baru saja kau alami,"ucap Melia Seraya menatap ke arah depan. karena saat ini, wanita itu bersiap akan melajukan kendaraannya.


"maksudmu Tuan Devan?"tanya Laura yang akan mengerti ke mana arah yang akan dituju oleh Melia.


Wanita tangguh itu, seketika menganggukkan kepala. "iya itu salah satunya,"


Laura yang mendengar itu, seketika terdiam. hatinya merasa, bahwa Devan bukanlah laki-laki yang berbahaya.


"tapi aku rasa, dia bukanlah laki-laki yang berbahaya. terlihat dari matanya. dia adalah laki-laki yang sangat tulus."ucap Laura menatap ke arah Melia dengan tatapan yang sangat serius.


"kenapa kau ketawa, bukankah tidak ada yang lucu?"tanya Laura dengan raut wajah bingungnya.


"kau yang lucu Laura,"ucap Melia Seraya menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sedikit sepi.


"maksudnya?"tanya Laura yang memang benar-benar tidak mengerti.


Melia yang melihat itu, seketika menghadap ke arah Laura dengan tatapan yang sangat serius dan juga datar. "dengar, musuh itu bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. kalau hanya soal manipulasi, mereka adalah jagonya. Jadi, aku sarankan kau jangan pernah terlalu percaya dengan orang lain."Melia segera kembali menghadap ke arah depan dan kembali melajukan kendaraannya.


"termasuk kalian?"tanya Laura saat wanita itu telah puas berdiam diri dan memikirkan ucapan dari sepupu suaminya itu.

__ADS_1


"bisa dikatakan begitu."ucap Melia acuh tak acuh. Karena Melia yakin, Laura bukanlah wanita bodoh yang tidak tahu apa maksud dari ucapannya.


****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah restoran yang terletak di dalam mall, terlihat sepasang kekasih tengah menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka.


"aku dengar, kau terkenal panahan? bagaimana keadaanmu?"tanya Elmira pada sang kekasih saat mereka tengah menikmati makan siangnya.


Gabriel yang mendengar itu, seketika menghentikan aktivitas makannya. kemudian, menatap ke arah kekasihnya itu dengan tatapan penuh selidik.


"dari mana kau tahu, bukankah aku belum memberitahumu tentang kondisiku itu?"tanya Gabriel menatap serius ke arah Elmira. hingga membuat wanita itu seketika memucat


"sialan! kenapa aku kelepasan seperti ini?"tanya Elmira Seraya mencari sesuatu yang dapat ia gunakan untuk mencari alasan.


"aku bertemu dengan ayahmu, saat dia tengah berjalan-jalan di taman mansion milik Ayahmu itu,"ucap Elmira.


Tentu saja, ucapan dari wanita itu, semakin membuat Gabriel merasa kebingungan dan juga sedikit ragu.


"aku harus mencari tahu kebenarannya,"gumam laki-laki itu pada dirinya sendiri.


Nb : mampir ke cerita teman aku yuk, di jamin ngak nyesel


__ADS_1


__ADS_2