Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 51


__ADS_3

Gabriel yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. dan tanpa basa-basi, laki-laki itu segera mengangkat tubuh Laura dan membawanya ke dalam kamar.


Kali ini, laki-laki itu tidak membawa Laura ke dalam kamar pribadi milik wanita itu. Melainkan, membawanya ke dalam kamar khusus yang memang diperuntukkan untuk wanita yang sangat dicintai oleh Gabriel nantinya.


Semua orang memang tidak ada yang tahu letak dari kamar rahasia itu. karena laki-laki itu, membangunnya secara khusus tanpa ada orang yang mengetahui letak kamar itu.


"sayang kita di mana?"tanya wanita itu Seraya menatap ke sekeliling. yang terlihat sangat asing di matanya.


"kau pasti akan menyukainya,"ucap laki-laki itu Seraya tersenyum kecil.


Laki-laki itu segera menurunkan Laura. tepat saat mereka, sudah berada di balik pintu. dengan segera, wanita itu menatap takjub ke arah pemandangan yang terjadi di hadapannya saat ini.


"sayang, ini luar biasa indah!"gumam wanita itu Seraya tak henti-hentinya menatap kagum bangunan yang ada di dalam mention itu.


Sejenak, wanita itu terdiam saat memandangi bangunan yang terbuat dari kaca itu. dan seketika itu pula, tubuhnya bergidik saat membayangkan, bagaimana nantinya jika dirinya melakukan hal itu di tempat seperti ini? maka akan sangat menakutkan dan juga memalukan.


"sungguh mengerikan!"gumam wanita itu tanpa sadar. hingga membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika mengerutkan keningnya saat menetap wanita itu dengan raut wajah kehranan.


"are you okay?"tanya Gabriel Seraya menarik kedua pipi wanitanya. karena Gabriel mengira, jikalau kau saat ini tengah mengalami kerasukan.

__ADS_1


"aku baik-baik saja," ucap Laura Seraya tersenyum manis. dengan segera mendaratkan satu kecupan di wajah laki-laki itu.


Hingga membuat Gabriel, seketika menegang di tempatnya. laki-laki itu, dengan perlahan menyentuh pipinya dengan rona merah di sana.


"kau memang nakal istriku sayang."laki-laki itu Seraya tersenyum menyeringai. tentu saja, hal itu membuat Laura yang mendengarnya, seketika melangkah mundur.


"A...aku hanya mengucapkan terima kasih,"ucap wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk segera menjauh dari sang suami.


Namun belum sempat wanita itu berlari semakin jauh, Gabriel telah menarik pinggang wanita itu. hingga membuat mereka, akhirnya jatuh di atas tempat tidur. karena memang di samping Gabriel saat ini, adalah tempat tidur berukuran king size.


"kau harus dihukum karena berani melakukan ini padaku!"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera melancarkan aksinya.


Hingga membuat Laura seketika merasa pasrah. wanita itu juga menikmati permainan yang dilakukan oleh suaminya itu. Laura kembali menyentuh perutnya yang terlihat masih sangat rata itu.


Akhirnya mereka melakukan kegiatan itu dengan saling mencintai satu sama lain. dan hal itu membuat Laura merasa sangat bahagia. karena pada akhirnya, dirinya dapat merasakan dicintai oleh seorang laki-laki dengan begitu tulus.


*****


Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di kediaman keluarga Avoss, terlihat tiga orang tengah berbincang-bincang dengan serius.

__ADS_1


"jadi apa yang akan kamu lakukan?"tanya Enriq Avoss. menatap ke arah Bramantyo putra sulungnya itu dengan tatapan tidak sabar.


"Ayah tenang saja, semua akan berjalan dengan lancar tanpa ada kendali apapun."ucap Bramantyo Seraya menatap ke arah adik dan juga ayahnya itu secara bergantian.


"aku serahkan semuanya pada kamu."setelah mengetakan hal itu, Enriq Avoss segera bangkit dari tempat duduk dan langsung meninggalkan ruang tamu. menyisakan Elmira dan juga Bramantyo yang masih terduduk di tempatnya masing-masing.


"Sebenarnya, apa yang akan Abang lakukan?"tanya Elmira penasaran. Karena Wanita itu, juga tidak mendapatkan informasi apapun dari laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


Bramantyo yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil. kemudian mengusap kepala adik kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.


"kau tidak perlu tahu adikku sayang, yang jelas saat ini, kau harus mengikuti apa yang aku ucapkan."setelah mengatakan hal itu, Bramantyo segera bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar milik laki-laki itu.


Meninggalkan Elmira yang Mendengus kesal karena tidak mendapati jawaban yang ia inginkan.


"Ayah sama Abang menyebalkan!"gerutu wanita itu seraya melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sebenarnya, tujuan wanita muda itu keluar dari dalam kamar, karena mendengar suara Ayah dan juga Abangnya yang berbincang-bincang di ruang keluarga. apalagi saat Elmira mendengar Abangnya menyebut nama Gabriel Iskandar. maka hal itu membuat Elmira semakin merasa penasaran.


Namun, ternyata angan-angannya tak seindah kenyataan. karena ternyata, Ayah dan Abangnya malah menghentikan obrolan mereka saat melihat kedatangan Elmira.

__ADS_1


Sungguh menyebalkan bukan, itulah yang Elmira rasakan saat ini. akhirnya wanita itu kembali masuk ke dalam kamarnya.



__ADS_2