Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 26


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Melia keluar dari dalam kamar Gabriel. membuat Laura yang melihat itu, segera beranjak dari tempat duduk dan langsung menghampiri sepupu dari suaminya itu. bahkan Laura pun, tidak berani untuk menganggap gabril sebagai suaminya. karena saking kejamnya laki-laki itu terhadap dirinya.


Laura penampakan raut wajah yang sangat khawatir. terlihat dari mata wanita itu yang tampak berkaca-kaca. tentu saja hal itu membuat Melia yang melihat itu, seketika tersenyum kecil.


"mungkin dia belum menyadari perasaannya," gumam Melia pelan. namun nampaknya, ucapan wanita itu masih terdengar di telinga Laura.


Terbukti dengan wanita itu yang memasang wajah sedikit memerah dan menatap Melia dengan tatapan sedikit gelisah.


"kau tenang saja dia tidak apa-apa kok,"ucap Melia Seraya menepuk pundak Laura. membuat wanita itu, seketika merubah ekspresi wajahnya.


"aku belum mengatakan sesuatu, tapi kenapa kau menebaknya sembarangan seperti ini?"tanya Laura dengan wajah datar. wanita itu mencoba untuk merubah ekspresi wajahnya senatural mungkin.


"ya ya ya terserah kau saja!"ujar Melia yang langsung masuk kembali ke dalam kamar Gabriel untuk merawat sepupunya itu.


Meninggalkan Laura yang saat ini terdiam di depan pintu kamar laki-laki itu. "astaga! apa yang kau lakukan Laura?!"tanya wanita itu Seraya memukul kepalanya dengan tangannya sendiri.


Kemudian, wanita itu memutuskan untuk membuatkan bubur untuk laki-laki itu. karena di saat orang sakit seperti ini, yang dibutuhkan adalah bubur.


"lebih baik aku buatkan dia bubur saja,"ucap Laura Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah dapur.


Tanpa disadari oleh wanita itu, ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "berani kau mengacaukan rencanaku, dasar wanita sialan!"setelah mengatakan hal itu, orang itu segera pergi dari sana.


Sementara itu, di dapur Laura tengah mempersiapkan semua bahan untuk dijadikan bubur.


"oh iya dia suka bubur apa ya?"tanya Laura pada dirinya sendiri. karena sesungguhnya, wanita itu sangat kebingungan. dirinya takut salah jika membuatkan bubur tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Dia sangat suka bubur kacang ijo dicampur dengan santan yang sangat kental."Laura terjingkat kaget saat mendapati Melia telah berdiri di belakangnya dengan tersenyum kecil.


"astaga! kau ini mengagetkan saja!"ucap wanita itu Seraya mengusap dadanya terasa berdetak kencang.


"dia juga suka susu coklat tanpa gula,"timpal Melia selanjutnya. sebelum wanita itu, pergi meninggalkan Laura seorang diri.


Laura dengan segera, memasak makanan yang diperlukan oleh laki-laki itu dengan sepenuh hati. sekali wanita itu akan tersenyum saat membayangkan betapa lahapnya laki-laki itu saat menyantap makanan yang dirinya buat.


*****

__ADS_1


"kau tahu, istrimu itu sedang membuatkan makanan kesukaanmu."ucap Melia yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Gabriel.


Membuat laki-laki itu seketika menoleh ke arah Melia dengan tatapan tajamnya. namun, hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh wanita itu. Melia malah semakin bersemangat untuk bercerita.


"dan kau tahu, dirinya sudah membuatkan makanan kesukaanmu."ujar Melia tak mau berhenti.


"apa kau tidak ingin berhenti menceritakan wanita itu?!"tanya Gabriel dengan nada yang sangat dingin dan juga aura yang sangat mengerikan.


"aku tidak bertanya dan aku tidak peduli!"ucap laki-laki itu dengan nada yang sangat ketus.


Membuat Melia yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang. " huh, cobalah kau membuka hati untuk wanita itu, sepertinya dia itu sangat tulus terhadapmu."ucap Melia menatap sepupunya itu dengan tatapan yang sangat serius.


"jangan harap!"sahut Gabriel dengan ketus.


"aku tidak tahu, apa yang dilakukan wanita itu. sehingga kau dapat menanamkan rasa sedalam itu pada wanita itu,"ucap Melia atau sepupunya itu dengan tatapan yang sangat jengah.


"suatu saat jika kau tahu tentang kebenaran itu, jangan pernah menyesal. karena aku, sudah memperingatkan mu!"ucap Melia melangkah untuk keluar dari kamar sepupunya.


Namun, langkah wanita itu terhenti saat mendengar ucapan dari Gabriel.


"aku tahu itu pasti hanya alasanmu saja, sebenarnya kau tidak ingin kan, aku mencintai Elmira. karena kau juga memiliki rasa padaku, kan?"tanya Gabriel dengan nada yang sangat sinis.


Melia dengan segera melempar vas bunga yang berada di dekatnya ke arah laki-laki itu.


"sejak kapan kau memiliki pikiran seperti itu? aku ini sepupumu, dan aku tidak pernah berpikiran memiliki perasaan padamu."tanya Melia menatap laki-laki itu dengan tetapan berang nya.


"Halah tidak usah berkilah,"laki-laki itu masih menatap sini sekarang sepupunya.


Melia yang melihat keadaan itu, menarik dagu laki-laki itu. dan menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam.


"lihat aku, apa di mataku ini ada perasaan untukmu?!"tanya Melia menatap manik hitam milik laki-laki itu.


Membuat Gabriel yang melihat itu, seketika menjadi ragu. terlihat laki-laki itu memalingkan pandangannya ke arah lain. karena mungkin tidak sanggup untuk melihat fakta yang ada di depan matanya.


"sekarang jawab aku, dari mana kau mendapatkan informasi seperti itu?"tanya Melia menatap ke arah sepupunya.

__ADS_1


hening


Suasana menjadi sangat hening. tidak ada sahutan dari laki-laki tampan itu. membuat Melia seketika berdecak sebal.


"CK, dasar menyebalkan!"gerutu Melia yang langsung keluar dari dalam kamar Gabriel.


Wanita itu membuka pintu kamar sepupunya. dan seketika, Melia merasa sangat terkejut karena mendapati Laura yang masih berdiri di ambang pintu sepupunya itu.


"kau sudah lama berada di sini?"tanya Melia dengan merubah ekspresi wajahnya agar tidak terlihat oleh wanita itu.


Laura yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepalanya saja. kemudian, dengan segera masuk ke dalam kamar Gabriel.


Sementara Melia, wanita itu berlalu pergi dari sana Soraya mengedikan bahu tidak peduli.


****


"mau makan sekarang atau nanti tuan?"tanya Laura menatap ke arah laki-laki itu.


hening


Tak ada jawaban dari laki-laki itu. karena Gabriel masih sibuk untuk membalas pesan dari sang kekasih. tentu saja hal itu membuat Laura, seketika menghela nafas panjang.


"kalau tidak ada lagi, saya permisi dulu!"ucap Laura beranjak dari tempat duduknya.


"tunggu!"ucap Gabriel. membuat wanita itu seketika menoleh ke arah sumber suara.


"suapi aku!"ucap laki-laki itu masih tetap membalas pesan dari kekasihnya.


Laura dengan patuh melangkahkan kakinya untuk mendekati laki-laki itu. dan menyuapkan bubur ke dalam mulut Gabriel. tentu saja tindakan ini, terlihat seperti seorang anak kecil yang tengah disuapi oleh sang ibu. benar-benar sangat menggelikan.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita bersama dengan beberapa anak buahnya, menatap nyalang ke arah seorang laki-laki yang tengah berlutut di hadapannya.


"jadi, mereka semua mati?"tanya orang itu Seraya mengepalkan kedua tangannya. menahan amarah.

__ADS_1


"iya benar Bos. mereka semua mati tak tersisa."ucap laki-laki yang masih berlutut itu.


"kurang ajar!"ucapnya geram. karena ternyata, usahanya itu gagal total.


__ADS_2