Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 14


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di restoran itu, Gabriel memutuskan untuk membawa kekasihnya pulang. karena sebentar lagi, hari akan mulai gelap.


"kita pulang dulu ya,"ucap Gabriel Seraya meraih dan menggenggam tangan kekasihnya itu dengan lembut.


Membuat Elmira yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. dan langsung menggandeng lengan laki-laki itu dengan mesra. sementara Gabriel, tangannya merengkuh pinggang ramping milik kekasihnya itu.


"lihatlah mereka, seperti pasangan di dalam negeri dongeng,"ucap seorang wanita Seraya berbisik di telinga temannya


"kau benar, mereka adalah pasangan serasi yang pernah aku lihat."sahut wanita yang lain Seraya menatap pasangan itu penuh dengan damba.


"apa kau yakin mereka akan menjadi pasangan bahagia?"tanya salah satu dari mereka.


"hei apa yang kau pikirkan? tentu saja mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi!"ucap salah satu dari mereka dengan raut wajah seriusnya.


"ya tentu saja mereka akan menikah. karena mereka berdua berasal dari keluarga yang berada,"sahut yang lain.


Akhirnya, para wanita penggosip itu terdiam saat pasangan kekasih itu, berjalandi hadapan mereka.


Diam-diam, Elmira tersenyum dengan lebar saat wanita itu mendengar ucapan dari para wanita yang merupakan penggemarnya itu.


"aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini,"tiba-tiba saja, Elmira berkata seperti itu. Seraya menyandarkan kepalanya di lengan kekar kekasihnya.


Sementara Gabriel, laki-laki tampan dan karismatik itu hanya dapat tersenyum Seraya sesekali menghirup aroma rambut yang sangat ia sukai dari kekasihnya.


"sepertinya kau senang sekali menghirup bau rambutku. apakah baunya senikmat itu?"tanya Elmira dengan nada menggoda.


"baunya memang sangat nikmat, dan aku sangat menyukainya."ujar Gabriel Soraya kembali membenamkan hidung dan mulutnya di kepala wanita itu.


Tentu saja pujian dari kekasihnya itu, membuat Elmira merasa semakin senang. "kalau begitu, segera nikahi aku. dan nantinya, kamu akan menghirup aroma ini setiap hari. bahkan, setiap saat." ucap wanita itu penuh arti.


Membuat Gabriel yang mendengar ucapan dari Elmira, seketika mengalihkan pandangannya ke arah lain. tentu saja hal itu membuat wanita cantik itu, merasa semakin geram.

__ADS_1


"ya sudah kalau kamu tidak mau menikahiku, maka hubungan kita hanya sampai di sini saja. terima kasih atas semua perhatianmu,"ucap Elmira segera melangkahkan kakinya untuk menjauh dari laki-laki itu.


Sebenarnya, wanita itu hanya ingin memberikan sedikit pelajaran bagi kekasihnya itu. agar dapat bersikap tegas dengan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh James Ayah dari kekasihnya itu. karena sesungguhnya, wanita itu merasa sangat muak dengan laki-laki paruh baya itu.


Bahkan Elmira berjanji, akan segera menyingkirkan laki-laki itu jika dirinya telah sah menjadi istri dari Gabriel.


Saat tubuhnya hampir menjauh dari laki-laki itu, tangan Gabriel dengan segera menarik pinggang Elmira. hingga keduanya kembali berhadapan dengan tetapan penuh cinta.


"bolehkah aku bertanya?"tanya Elmira Soraya menatap ke arah kekasihnya itu dengan tatapan serius.


"tentu saja, apa yang ingin kamu pertanyakan?"tanya Gabriel Seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya itu.


"kenapa kamu selalu mengikuti saran dari ayahmu?"tanya Elmira dengan nada bersungguh-sungguh.


Karena wanita itu sedikit merasa muak dengan kekasihnya. yang selalu akan mengikuti semua ucapan yang dikeluarkan oleh James.


"aku tahu apa maksudmu,"ucap Gabriel Soraya menarik kedua pipi milik kekasihnya. hingga si empunya, meringis karena merasa kesakitan.


"ayahku mengalami stroke ringan."ucap Gabriel dengan menghela nafas panjang.


Membuat Elmira yang mendengarnya, seketika merasa sangat terkejut. karena wanita itu, memang tidak mengetahui keadaan Dari Ayah kekasihnya itu.


"bagaimana bisa?"tanya Elmira dengan raut wajah tak percaya.


Karena wanita itu, sangat mengetahui bagaimana James. laki-laki paruh baya itu sangat menjaga pola hidupnya. dan juga memiliki seorang dokter pribadi yang akan mengawasi semuanya. baik pola tidur ataupun gizi yang baik yang masuk ke dalam tubuhnya. dan sekarang, dirinya mendapat kabar sangat mengejutkan ini.


"apa itu benar-benar terjadi?"tanya Elmira dengan raut wajah tak percaya.


"tentu saja, apa yang kau katakan?!"tanya Gabriel Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah kekasihnya itu.


Membuat Elmira dengan segera meralat ucapannya." Bu..bukan begitu maksudku. hanya saja, hanya saja aku tidak percaya bahwa ayahmu dapat mengalami gangguan kesehatan seperti itu. padahal dirinya dijaga dengan baik oleh dokter spesialis terbaik pula,"ucap Elmira dengan cepat. berharap agar kekasihnya itu, kembali memasang ekspresi wajah yang bersahabat.

__ADS_1


Karena sejujurnya, Elmira merasa takut saat mendapatkan tatapan mematikan itu dari kekasihnya. dan wanita itu dapat bernafas dengan lega, saat melihat raut wajah Gabriel yang mulai terkontrol.


"dia juga seorang manusia. pasti akan mengalami sakit,"ujarnya kembali menarik tangan Elmira dan menggenggamnya dengan lembut.


Elmira yang mendengar itu, hanya mengangguk. tanpa berniat membalas ucapan dari kekasihnya. karena wanita itu, tidak ingin kembali membuat Gabriel marah kepadanya.


"apa kau ingin pulang?"tanya Gabriel Seraya menatap ke arah kekasihnya itu. dan hal itu langsung dijawab anggukan oleh Elmira.


Gabriel segera membawa kekasihnya itu untuk kembali ke mansion milik wanita itu.


Semua mata yang ada di restoran itu, menatap pasangan itu dengan tatapan mendamba.


"lihatlah, mereka begitu serasi. dan Tuan Gabriel, memperlakukan wanita itu dengan sangat lembut. Padahal, kita semua tahu bagaimana sikap laki-laki itu saat berhadapan dengan orang lain."ucap salah satu pengunjung Seraya menunjukkan arah dua sejoli yang baru saja masuk ke dalam mobil itu.


*****


Sementara itu di kediaman Gabriel Iskandar, terlihat Laura yang tengah terduduk di ranjang dalam kamarnya. sungguh, wanita itu merasa sangat bosan harus berdiam diri seperti ini.


"ya Tuhan, membosankan sekali!"gumam wanita itu Soraya sesekali membolak-balikkan majalah yang tengah ia pegang itu.


Tiba-tiba saja, Laura teringat akan sesuatu. wanita cantik itu segera berdiri dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar.


"kenapa aku tidak berpikiran dari kemarin?" tanya Naura pada dirinya sendiri.


Memang pekerjaan wanita itu, telah selesai melakukan semua pekerjaannya. karena memang, para pekerja di mansion milik Gabriel, sangatlah banyak. sehingga pekerjaan mereka, mudah untuk diselesaikan.


"mau ke mana kau?"tiba-tiba saja, seseorang memanggilnya dari arah belakang. membuat Laura seketika menoleh ke arah sumber suara.


Untuk sejenak, Laura terdiam karena masih terlalu terkejut dengan kedatangan Merry yang secara tiba-tiba.


"sa...saya ingin ke dapur membuat sesuatu,"ucap Laura dengan menundukkan kepala. karena sesungguhnya, wanita itu merasa takut dengan tatapan mata dari Merry yang begitu dingin dan juga tajam.

__ADS_1


__ADS_2