
Saat ini, Gabriel tengah berada di dalam mobil. bersama Ayah dan juga Pamannya. dua laki-laki paruh baya itu, baru saja menyelamatkan Gabriel dari tindakan konyolnya.
"bagaimana bisa kau se ceroboh ini, Gabriel?"tanya games yang mulai kesal dengan tingkah laku putranya itu.
"apa yang akan Ayah lakukan jika hal ini terjadi pada keluargamu?"bukannya menjawab, Gabriel justru malah balik bertanya.
James yang mendengar itu, seketika hanya membuang nafas kasar. bagaimanapun juga saat ini, laki-laki itu tengah diliputi rasa amarah yang luar biasa. sehingga tidak bisa berpikir secara jernih.
"sudahlah. lebih baik, kita segera kembali ke rumah sakit saja."ucap Theo mencairkan suasana.
Dua laki-laki paruh baya itu, baru saja menyelamatkan Gabriel dari tindakan konyol laki-laki itu. yang hampir saja, merenggut semuanya. di mana keluarga Elmira telah mengangkat senjata mereka untuk dihadapkan kepada Gabriel. begitupun juga dengan kedua orang tua Laura dan juga Tony Virzha.
Entah apa yang dipikirkan oleh kedua orang tua Laura itu. sehingga mampu berbuat sedemikian rupa. dan James baru tahun, bahwa rencana untuk menyingkirkan Laura itu, juga atas campur tangan dari kedua orang tuanya. James sama sekali titik habis pikir kenapa ada sosok seperti itu di dalam dunia ini.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Gabriel telah sampai di depan rumah sakit yang merawat istri dan juga anaknya itu. baru saja laki-laki tampan itu membuka pintu mobilnya, seseorang datang berlari menghampirinya dengan meneriakkan namanya.
"ada apa?" tanya Gabriel dengan raut wajah kebingungan.
Karena tidak mendapati jawaban dari sepupunya itu, membuat Gabriel seketika melangkahkan kakinya untuk melihat keadaan yang ada.
Laki-laki itu seketika menghentikan langkahnya, saat mendengar teriakan dari Laura yang sangat histeris dan juga pilu.
__ADS_1
"kembalikan anakku! kalian apakan anakku?!"teriak Laura dengan membabi-buta.
Tanpa pikir panjang lagi, Gabriel segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan istrinya berada. Sesampainya di sana, laki-laki itu segera disambut oleh tatapan tajam dari Laura.
Dan dengan perlahan tapi pasti, wanita cantik itu melangkahkan kakinya untuk menghampiri Gabriel yang masih mematung di tempatnya. bahkan wanita itu tidak memperdulikan, selang infus yang baru saja tercabut dari punggung tangannya.
Hingga membuat darah seketika mengucur deras dari tempat itu. tentu saja hal itu membuat Gabriel yang melihatnya, merasa sangat ketakutan. laki-laki itu hendak menghampiri Laura. namun tiba-tiba saja,....
plak
bugh
Tamparan dan juga pukulan, seketika mendarat mulus di tubuh laki-laki itu. Laura menghajar Gabriel dengan membabi buta. hingga membuat laki-laki itu, seketika meringis kesakitan. karena ternyata, gong Laura sangat kuat dalam menghajarnya.
"seandainya kamu tidak berbuat semena-mena terhadap keluarga itu, maka semua tidak akan pernah terjadi!" teriaknya dengan tangisan yang sangat pilu.
Membuat Gabriel yang mendengar itu, seketika berlutut di depan sang istri. " maafkan aku, aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku," ucap laki-laki itu, seraya menangis tersedu-sedu.
Sementara Laura, wanita itu, hanya bergeming di tempatnya. matanya, menerawang jauh dengan tatapan terluka.
"ceraikan aku!" setelah berdiam cukup lama, akhirnya Laura mempunyai keberanian untuk mengatakan hal itu.
__ADS_1
Sementara Gabriel yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya."tidak. sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melakukan hal itu."ucap laki-laki itu dengan ada yang sangat tegas.
Laura sama sekali tidak peduli. wanita itu melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangan itu. namun dengan segera, tangannya ditarik oleh Gabriel. namun dengan segera, disentak oleh wanita itu.
"jangan pernah sentuh aku!"ucap wanita itu dengan ekspresi wajah yang merah padam karena menahan rasa marah yang luar biasa.
Setelahnya, Laura menuju ke ruangan di mana putrinya berada. dan dengan satu kali sentakan, wanita itu dapat membuka pintu yang tertutup rapat.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika merasa sangat terkejut. mereka semua hendak melarang Naura untuk menghampiri Amanda yang telah dibungkus oleh kain berwarna putih. Namun, semua orang dilakukan saat melihat tatapan mata wanita itu yang sangat membunuh.
Tepat berada di depan bayi mungil itu, Laura menjatuhkan dirinya di samping ranjang rumah sakit. wanita itu, menangis tersedu-sedu.
"tolong jangan tinggalkan Bunda sayang, Bunda mohon buka matamu."ucap Laura dengan deraian air mata dan juga tubuh yang bergetar hebat.
Wanita itu, hampir saja ambruk jika tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. dengan tubuh gemetar, Laura mengangkat tubuh mungil Amanda. dan dengan segera, meletakkan bayi mungil itu di dalam dekapannya.
Laura menangis dengan suara yang sangat pilu. sungguh wanita itu merasa sangat tidak sanggup jika harus diberikan cobaan seperti ini.
"Tuhan, kenapa engkau memberikan cobaan kepadaku seberat ini Tuhan?"tanya wanita itu dengan tangis terisak menatap ke arah langit-langit kamar.
****
__ADS_1
Sementara itu Gabriel, laki-laki itu saat ini tengah memukul para bawahannya dengan membabi buta. karena laki-laki tampan itu, baru saja mendapatkan kabar. bahwa ada seseorang yang kembali menyusup dan mengatakan tentang kematian putrinya pada sang istri.
"dasar kalian tidak guna!"maki Gabriel. Setelah semua anak buahnya, iya terkapar di lantai.