
setelah melakukan perjalanan hampir 15 menit, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Gabriel, telah sampai di kediaman keluarga Virzha.
"silakan masuk tuan,"ucap salah satu keluarga Virzha menyambut kedatangan Gabriel.
Laki-laki itu, hanya menganggukkan kepalanya saja. kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Mansion keluarga Virzha.
"silakan duduk Tuan Muda Iskandar,"sambut seorang laki-laki paruh baya dengan senyuman manisnya.
Gabriel yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala kemudian segera duduk di samping laki-laki paruh baya itu.
"bagaimana keadaanmu Tuan Gabriel? aku dengar-dengar kau terkena kan panah beracun?"tanya Tony Virzha Seraya menatap ke arah Gabriel dengan masih menyunggingkan senyuman.
"oh anda tahu Tuan, padahal saya belum menceritakan semuanya pada kepala keluarga yang lain. dan keluarga saya yang lain saja, belum saya beritahu. kenapa anda bisa tahu?"tanya Gabriel pada laki-laki paruh baya itu.
Seketika, Tony Virzha langsung gelagapan. laki-laki paruh baya itu seperti sedang mencari alasan yang tepat.
"i... itu saya tidak sengaja mendengar saat ada gerombolan orang yang membicarakan tentang Anda yang terluka, tuan!"ucap Tony Virzha dengan suara gelagapan.
Membuat Gabriel yang mendengarnya, seketika menautkan kedua alisnya karena merasa kebingungan dengan jawaban laki-laki paruh baya yang ada di sampingnya itu.
"tunggu, bukankah semua musuhku telah kau habisi?"tanya Gabriel yang saat ini menatap pada Brian. asisten pribadinya.
"bener Tuan, semuanya telah tiada di tempat. saya bisa menjamin itu,"ucap Brian mengangguk mantap.
"lalu bagaimana Tuan Tony Virzha bisa tahu?"tanya Gabriel. yang membuat laki-laki paruh baya itu, semakin sulit untuk menghirup udara bebas karena harus mencari alasan yang tepat.
Wajah laki-laki paruh baya itu, seketika merah padam karena mati kutu tidak tahu bagaimana cara untuk memberikan jawaban pada Gabriel.
"hahaha,"seketika itu pula, Gabriel tertawa dengan lepas. membuat Tony Virzha, semakin merasa kebingungan.
__ADS_1
"aku hanya bercanda Tuan, mana mungkin kau tidak tahu tentang kondisiku. kau kan teman baik ayahku, dan aku yakin saat ini pasti ayahku telah mengetahui tentang kondisiku."ucap Gabriel Seraya menyeruput teh yang ada di atas meja.
Bisa Gabriel lihat, ada raut lega dari wajah laki-laki paruh baya itu. "ini belum waktunya Tony, jika aku telah menemukan sesuatu yang merugikan keluarga Iskandar, maka bersiaplah kau akan hancur."gumam laki-laki tampan itu pada dirinya sendiri.
Sementara Tony Virzha, laki-laki paruh baya itu tampak menghela nafas dengan lega. "syukurlah dia tidak tahu apa rencanaku,"gumam laki-laki paruh baya itu pada dirinya sendiri.
Setelah mereka puas berbasa-basi, tiba saatnya mereka melakukan kerjasama. Gabriel sengaja memberikan kerjasama yang sedikit menguntungkan pada laki-laki paruh baya itu. agar Gabriel, dapat mengetahui letak keburukan dari laki-laki paruh baya itu.
Sehingga, nanti dirinya akan merasa mudah untuk menghancurkan keluarga itu. sementara Tony Virzha, laki-laki paruh baya itu beberapa kali harus menggelengkan kepalanya karena melihat dan membaca nilai kontrak yang ada di surat itu. yang menurutnya, sangat tidak masuk akal.
"100 miliar? apa Anda sungguh-sungguh tuan?"tanya Tony Virzha Seraya menatap ke arah Gabriel dan juga berkas itu, secara bergantian.
"tentu saja Tuan Tony, kenapa memangnya ada yang salah?"tanya Gabriel pura-pura polos.
Padahal, Gabriel telah memprediksi semua itu. Tony Virzha yang mendengar itu, seketika menggilingkan kepalanya dengan cepat.
"tidak Tuan, tapi menurut saya ini terlalu berlebihan. 100 miliar hanya untuk sebuah hotel? menurut saya itu sangatlah konyol."ucap Tony Virzha dengan raut wajah polos.
"Anda mau ke mana Tuan, maafkan saya jika saya lancang."ucap laki-laki paruh baya itu dengan cepat.
Gabriel yang melihat itu, seketika terkekeh pelan. "anda tenang saja Tuan, saya sama sekali tidak tersinggung. saya memang ada urusan yang lain. sebaiknya, anda segera menandatangani surat kontrak itu. sebelum saya berubah pikiran."ucap Gabriel.
Membuat Tony Virzha, dengan segera langsung menandatangani surat kontrak itu tanpa membaca terlebih dahulu.
"sudah Tuan, semoga hari-hari Anda menyenangkan."ucap Tony Virzha Seraya menjabat tangan Gabriel.
*****
Setelah sampai di dalam mobil, seperti biasa Gabriel segera mengganti semua pakaiannya dan juga membersihkan tangannya menggunakan hand sanitizer.
__ADS_1
"dasar menyebalkan! sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini?" tanya Gabriel pada dirinya sendiri.
Sementara Brian, laki-laki itu hanya terdiam Seraya mulai melajukan kendaraannya untuk menjauh dari kediaman Virzha.
"kita mau ke mana Tuan?"tanya Brian saat mereka sudah sedikit menjauh dari kediaman keluarga Virzha.
"kita menuju ke mall W. tempat Elmira berada."ucap Gabriel tanpa menoleh ke arah sang asisten pribadi.
Entahlah. bukannya Gabriel merasa pengecut atau Tamak. tapi laki-laki itu seperti belum rela jika harus melepaskan kekasih yang sangat dicintai. dan saat ini, batinnya merasa sangat kebingungan. harus memilih satu diantara mereka berdua.
*****
Sementara itu di mall ternama, terlihat Laura baru saja tiba di depan kedua orang tuanya. wanita itu, tampak tersenyum manis saat melihat keberadaan kedua orang tuanya.
"Ayah, Ibu, kalian sudah lama...."belum sempat wanita itu menghampiri untuk memeluk kedua orang tuanya, satu tamparan keras mendarat mulus di pipi Laura.
plak
Laura seketika terdiam. saat wajahnya, merasakan rasa panas yang ada di permukaan kulitnya.
"dasar anak tidak tahu diri! kenapa kau tidak membalas semua panggilan dan juga pesanku?"tanya Alina Smith dengan wajah garangnya.
"ma.. maafkan aku Ibu, bukannya aku tidak ingin membalas atau menghubungimu. tapi,..."lagi lagi, belum sempat Laura melanjutkan ucapannya, sebuah bentakan sudah terlebih dulu hadir dalam gendang telinganya.
"diam kau! jangan banyak alasan! sekarang aku minta, kau segera turuti permintaanku. jika kau masih ingin menjadi putriku!"bentak Excel pada Laura.
Membuat Laura, seketika menemukan kepala karena merasa ketakutan. dan dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata, Laura hanya bisa menganggukkan kepala.
Nb : yuk Kak mampir, di novel teman aku yang sangat memukau ini, dijamin nggak akan nyesel.
__ADS_1