Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 31


__ADS_3

Saat ini, Laura dan juga Gabriel tengah menikmati sarapan pagi mereka di dalam sebuah ruangan yang memang khusus dibuat dan didesain oleh para bawahan Gabriel. untuk ruangan bersantai laki-laki itu.


Laura yang melihat itu, seketika merasa sangat kagum. karena wanita itu, memang belum pernah merasakan atau melihat pemandangan seindah ini. mata wanita itu, tak henti-hentinya menatap ke sekeliling ruangan itu. hingga membuat Gabriel, seketika berdehem. yang membuat Laura, langsung merubah ekspresi wajahnya.


"apa yang kau rasakan?"tanya Gabriel pada wanita yang saat ini telah resmi menjadi istrinya itu.


"u..uh umum, bagus tuan. saya merasa belum pernah melihat bangunan semegah dan semewah ini."ucap Laura Seraya menundukkan kepala. karena sungguh, wanita itu merasa sangat malu karena aksinya itu diketahui oleh Gabriel.


Namun, ternyata semuanya sangat diluar dugaan. karena Laura berpikir, bahwa Gabriel akan memarahinya atau bahkan memakinya karena telah berbuat lancang seperti itu. namun, semuanya itu tidak terbukti dengan kediaman laki-laki dingin itu.


Membuat Laura, sejenak terdiam karena merasa aneh dengan tingkah laku laki-laki itu. akhirnya, wanita itu memutuskan untuk menyapa terlebih dahulu.


"anda baik-baik saja Tuan, maafkan kelancangan saya karena telah mengagumi barang milik anda tanpa izin."ucap Laura menundukkan kepala.


Namun, laki-laki itu justru terkekeh kecil. membuat Laura yang awalnya menundukkan kepala, seketika mendongakkan kepalanya karena merasa heran dan juga terkejut karena melihat tingkah laki-laki itu.


"astaga! apa jangan-jangan dia benar-benar kesurupan?"tanya Laura pada dirinya sendiri.


Sementara Gabriel, laki-laki tampan yang jarang sekali tersenyum itu, menatap wanita yang berstatus sebagai istrinya, masih dengan kekehan kecil.


"dia memang sangat menggemaskan!"Gabriel berkata pada dirinya sendiri.


"sudah jangan banyak bicara, sekarang kita makan saja dulu."ucap Gabriel Seraya memerintahkan salah satu pelayannya untuk mempersiapkan semuanya.


Laura dengan sigap, berdiri hendak memberikan pelayanannya pada sang suami seperti hari biasanya. Namun, pergerakan wanita itu segera terhenti, saat mendengar ucapan dari laki-laki itu.


"mulai saat ini, kau hanya akan mendampingiku dimension ini. dan kau tidak boleh melakukan pekerjaan apapun,"ucap Gabriel secara tiba-tiba


Membuat Laura, yang mendengar itu seketika tampak tercengang. "apa benar ini Tuan Gabriel Iskandar? apa jangan-jangan jiwanya tertukar dengan orang lain?"tanya Laura pada dirinya sendiri.


Namun sayangnya, suara dari wanita itu didengar oleh Gabriel. hingga membuat laki-laki itu, seketika mendengus kesal.

__ADS_1


"aku tidak kesurupan Laura, aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita."ucap Gabriel menatap ke arah wanita itu.


"kenapa?"tanya Laura dengan raut wajah kebingungan.


Gabriel yang mendengar itu, hanya terdiam. laki-laki itu tidak menyahut dan tidak menjawab pertanyaan dari Laura. membuat wanita itu, seketika menghela nafas dengan panjang.


"dasar aneh!"ucap Laura pada dirinya sendiri. Namun, kali ini wanita itu mengatakan hal itu di dalam hatinya. karena tidak ingin diketahui oleh laki-laki yang ada di hadapannya lagi.


Kegiatan sarapan keduanya, terjadi dengan suasana sangat canggih dari keduanya. hingga prosesi sarapan itu selesai, mereka masih belum membuka suara.


"aku pergi ke kantor dulu,"ucap Gabriel Seraya beranjak dari tempat duduknya. walaupun kantor milik Gabriel berada di kawasan Mansion, namun laki-laki tampan itu tidak ingin terlambat walaupun satu menit pun.


Laura yang mendengar ucapan dari laki-laki itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian, wanita itu teringat akan pesan singkat yang dikirimkan oleh kedua orang tuanya.


"maaf Tuan, apakah saya boleh keluar sebentar?"tanya wanita itu dengan sedikit merasa takut.


Membuat Gabriel yang mendengar itu, seketika menghentikan langkahnya. dan dengan segera, membalikkan tubuh menatap ke arah wanita itu.


Laura yang mendengar pertanyaan dari Gabriel, sejenak terdiam. wanita itu, saat ini tengah menimbang-nimbang. apakah harus memberitahu semuanya kepada Gabriel atau tidak.


"ah lebih baik tidak usah, bukankah dia memang tidak peduli. mungkin saja saat ini dia berbaik hati kepadaku, karena ingin meminta sesuatu."ucap Laura pada dirinya sendiri di dalam hati.


"Laura, kenapa diam?"tanya Gabriel.


Laura yang mendengar itu, seketika sedikit gelagapan. "eh, euumm saya hanya ingin berjalan-jalan di mall tuan, karena sudah lama, saya tidak bertemu dengan teman-teman saya."bohong Laura.


Gabriel yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. namun sebenarnya, laki-laki itu tidak mempercayai ucapan Laura 100%.


"baik, kau boleh pergi. tapi ingat, sebelum jam 03.00 sore, kau harus kembali ke Mansion ini. jika terlambat, kau akan mendapatkan hukuman dariku."ucap Gabriel dengan senyuman yang aneh.


Laura yang melihat itu, seakan tahu apa yang dimaksud oleh laki-laki itu. "baik Tuan, saya tidak akan terlambat."ucap Laura beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Wanita itu melangkahkan kakinya hendak menuju ke kamarnya untuk mengambil tas selempang miliknya. namun, langkahnya seketika terhenti saat mendengar ucapan dari Gabriel.


"kau mau ke mana?"tanya Gabriel.


"mau ke kamar saya tuan,"jawab Laura Seraya membalikkan badan menatap ke arah laki-laki itu.


"bukankah kamarmu ada di sana sekarang?"tanya Gabriel Seraya menunjukkan ke arah kamar mewah yang ada di dalam Mansion itu.


Seketika itu pula, Laura menepuk keningnya sendiri karena merasa bodoh dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"astaga kau ini memang bodoh Laura!"gumam wanita itu pada dirinya sendiri. dan tanpa pikir panjang lagi, wanita itu langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar barunya.


Laura bahkan tidak sempat menengok ke arah Gabriel yang masih menatapnya. karena wanita itu benar-benar harus segera pergi ke tempat itu.


****


"Brian, menurutmu apakah aku harus mengikuti saran dari ibuku?"tanya Gabriel pada pengawal sekaligus asisten pribadinya itu.


Brian yang mendengar itu, sejenak mengerutkan keningnya."maksud Tuan, bagaimana?"tanyanya dengan ekspresi wajah kebingungan.


"malam itu,..."Gabriel segera menceritakan. jika malam itu, dirinya bertemu dengan mendiang ibunya. wanita itu menyuruh, untuk Gabriel mencoba membuka hati pada Laura. dan meminta putranya itu, untuk menyelidiki tentang kekasihnya.


Sayangnya, saat Gabriel ingin menanyakan tentang maksud dari ibunya, wanita itu sudah menghilang dari pandangan Gabriel. dan tak berselang lama, laki-laki tampan itu terbangun dari tidur lelapnya.


"mungkin saja ada maksud terselubung tuan,"ucap Brian pada akhirnya setelah Gabriel menyelesaikan bercerita.


"maksudmu? aku benar-benar harus menyelidiki semuanya?"tanya Gabriel pada asisten pribadinya itu.


Brian yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan dari Gabriel.


"baiklah kalau begitu, kau atur saja semuanya."ucap laki-laki tampan itu Seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebanggaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2