Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 45


__ADS_3

"di mana Gabriel? kenapa aku tidak menemukan keberadaannya di Mansion ini?"tanya Laura pada dirinya sendiri.


Wanita itu tidak tahu, bahwa ada seorang wanita lain yang berada tepat di belakang tubuhnya.


"Dia baru saja pergi ke cafe yang ada di kota ini,"tiba-tiba saja, Melia menyahut.


Membuat Laura yang mendengarnya, seketika terjingkat kaget. wanita itu refleks menoleh ke arah sumber suara.


"kebiasaan ya kau ini, datang seperti setan saja!"ucap Laura menggerutu kesal.


Sementara Melia yang mendengar itu, seketika hanya terkekeh pelan."kau tidak usah khawatir, suamimu hanya sebentar untuk menemui kekasihnya untuk mengakhiri hubungan semuanya."ucap Melia tanpa diminta untuk menjelaskan semuanya.


Laura yang mendengarnya, seketika menoleh dan menatap ke arah Melia dengan tatapan kebingungan.


"kenapa?"tanya Laura.


"mana aku tahu,"ucap Melia Seraya mengadikkan kedua bahunya. dan berlalu pergi dari sana.


Sementara Laura yang melihat itu, seketika mendengus kesal."dasar menyebalkan! mereka itu, ternyata Sama Saja."gerutu Laura Seraya menatap ke arah Melia yang semakin lama semakin menghilang di balik tembok.


Setelah kepergian dari Melia, Laura kembali terduduk di kursi yang ada di kamar itu. wanita itu, sepertinya tengah berpikir keras. apa yang membuat seorang Gabriel Iskandar yang sangat mencintai kekasihnya, tiba-tiba saja memutuskan hubungan secara sepihak? bukankah mereka saling mencintai, atau jangan-jangan...

__ADS_1


Laura seketika menggelengkan kepalanya. saat pikiran anehnya, tiba-tiba melintas di dalam kepalanya.


"tidak mungkin, mana mungkin alasan Gabriel memutuskan hubungan dengan kekasihnya, karena kehadiranku,"ucap Laura Seraya menggelengkan kepalanya dan sesekali memukulnya dengan sedikit keras.


Laura tidak ingin, merasa di atas angin karena mengira dan menerka-nerka alasan sepasang kekasih itu mengakhiri hubungan, adalah karena dirinya.


"sadarlah Laura, kau ini hanya seorang wanita yang dinikahi oleh seorang laki-laki, karena sebuah paksaan."ucap Laura pada dirinya sendiri.


Entah mengapa, wanita itu merasa sedikit senang. karena mendapati, bahwa Gabriel tengah berusaha untuk memutuskan hubungan dengan sang kekasih. itu berarti, posisinya saat ini, telah dipertahankan.


"apa sebenarnya rencana laki-laki itu?"tanya Laura pada dirinya sendiri. wanita itu, sama sekali tidak ingin perasaan berlebihan. dengan menerka-nerka, alasan apa yang terdapat di balik keputusan laki-laki itu, entahlah. semoga saja bukan rencana buruk.


Sementara itu di tempat lain, terlihat Elmira menatap kekasihnya itu, dengan tatapan tidak percaya. setelah wanita itu, mendengarkan ucapan yang sangat mengejutkan. yang keluar dari mulut laki-laki itu.


"honey kenapa kau memutuskan hubungan kita secara sepihak seperti ini?"tanya Elmira dengan ekspresi wajah sedihnya.


"maafkan aku Elmira, tapi memang sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi."ucap Gabriel dengan ekspresi wajah datar.


Namun, jauh dilubuk hatinya apa yang paling dalam, Gabriel merasa sedikit bersalah karena memutuskan hubungan asmara mereka. karena tidak dapat dipungkiri, Elmira adalah wanita yang sangat sempurna dalam kehidupan seorang Gabriel Iskandar. dan sejujurnya pula, laki-laki itu tidak ingin memutuskan hubungan di antara mereka.


Namun apa boleh buat. ini harus dilakukan. karena mimpi itu, seperti benar-benar nyata. mimpi pertemuan antara dirinya dan juga sang ibu. dalam mimpi itu sangat jelas, Ibu dari Gabriel, meminta laki-laki itu untuk segera memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Entahlah. Gabriel juga tidak mengerti. kenapa, ibunya tiba-tiba saja datang. padahal biasanya, laki-laki itu jarang sekali di mimpikan oleh mendiang ibunya.

__ADS_1


Akan tetapi, setelah pernikahannya dengan Laura, wanita itu seringkali hadir di dalam alam mimpi Gabriel. tentu saja hal itu membuatnya merasa semakin senang. namun Gabriel juga merasa sedih. saat Ibunya itu, memerintahkan untuk segera melahiri hubungan dengan sang kekasih.


"jika tidak ada yang dibicarakan, aku ingin pergi. semoga, harimu menyenangkan setelah ini. dan setelah ini, aku harap kau mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari diriku."setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera beranjak dari tempat duduknya.


Laki-laki tampan itu, segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan VVIP tersebut. tanpa berniat untuk menoleh ke belakang. karena Gabriel tidak sanggup, jika harus melihat raut wajah sedih dari kekasihnya.


"aku mohon maafkan aku,"ucap laki-laki itu dalam hati Seraya melangkahkan kakinya semakin menjauh dan menghilang di balik pintu ruangan VVIP tersebut.


Sementara di belakang sana, Elmira mengepalkan tangannya kuat-kuat." berani-beraninya kau, memutuskan hubungan kita secara sepihak? sebentar lagi, kau akan hancur Gabriel Iskandar!"teriak Elmira dengan sangat kencang.


prang!!


brakk!!


Wanita itu mengamuk seketika dengan menghancurkan barang-barang yang ada di dalam ruangan itu.


"aku harus segera membalaskan dendam ini!"ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat. dadanya terlihat naik turun. seiring dengan nafasnya yang memburu akibat menahan amarah.


Nb: Yuk Mampir yuk ke cerita memukau ini, di jamin ngak akan nyesel


__ADS_1


__ADS_2