Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 38


__ADS_3

Setelah selesai, memoles wajah istri sepupunya menjadi semakin cantik, Melia segera menggandeng tangan Laura untuk segera keluar menemui tamu Gabriel. karena perjanjian di keluarga Iskandar sudah jelas, bahwa seorang istri harus mendampingi kemanapun suaminya pergi.


Walaupun, awalnya Gabriel sempat menolak. karena laki-laki itu merasa, yang pantas untuk mendampingi dirinya adalah Elmira kekasih yang sangat ia cintai.


Namun, bukan Melia Albern namanya, jika tidak bisa membuat keputusan seorang Gabriel Iskandar berubah. wanita itu, bahkan sampai mengancam akan mencium sepupunya itu jika Gabriel tidak ingin menuruti keinginannya.


Tentu saja hal itu membuat Gabriel langsung menyetujui apa yang diinginkan oleh Melia. karena laki-laki tampan itu, seketika bergidik ngeri saat membayangkan dirinya akan dicium oleh seorang wanita.


Karena bagi seorang Gabriel Iskandar, tindakan seperti itu adalah tindakan yang sangat berbahaya. apalagi dirinya adalah seorang penerus dari keluarga ternama. Gabriel tidak akan pernah membiarkan seseorang menyentuhnya dengan sembarangan. dan karena alasan itulah, laki-laki tampan itu mengira bahwa Melia juga menyukainya.


Padahal yang sebenarnya adalah, Melia tidak akan pernah menyentuh sepupunya sendiri. karena baginya, sepupu adalah keluarga kandung. mana mungkin Melia mau menikahi saudara kandungnya sendiri, itu sangat mustahil.


Setelah semuanya selesai, Laura dan Melia bergegas untuk keluar dari dalam kamar itu. dan tentu saja, dibantu oleh beberapa pelayan. yang memang ditugaskan, untuk mengawal istri dari Gabriel Iskandar itu.


"kenapa?"tanya Melia saat wanita itu merasa tangannya ditarik oleh seseorang. dan setelah menoleh, orang yang menarik itu adalah istri dari sepupunya. tentu saja hal itu membuat Melia, seketika mengerutkan keningnya.


"kau temani aku di sini, ya?" pinta Laura pada sepupu suaminya itu.


Tentu saja hal itu membuat Melia yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya. "tidak Laura, aku tidak--"seketika ucapannya terhenti, saat melihat ekspresi wajah dari istri sepupunya itu.


"huh, baiklah baiklah,"ucap wanita itu pasrah. dan dengan segera, Melia menggandeng tangan Laura untuk menuju ke ruang keluarga. di mana saat ini, Gabriel dan beserta tamunya, sedang berbincang-bincang di sana.


Suara pintu yang dibuka, membuat Gabriel dan tamunya menghentikan aktivitas berbincang-bincang mereka. Apalagi, saat melihat Laura perlahan-lahan memasuki ruangan itu. membuat orang-orang yang ada di sana, tak terkecuali Gabriel, menatap Laura tanpa berkedip sekalipun.

__ADS_1


Sungguh, pemandangan Laura saat ini, adalah definisi pemandangan seorang bidadari. bagaimana tidak, wajah cantik Laura itu, dibuat semakin cantik dengan sentuhan make up yang sangat natural. dan juga lipstik yang berwarna soft. menambah kecantikan dan keanggunan dari seorang Laura Mirabella.


Sementara Laura, wanita itu juga merasa terkejut. bagaimana tidak terkejut, orang yang ada di hadapannya saat ini, adalah orang yang membantunya beberapa waktu lalu di pusat perbelanjaan.


"wah ternyata dunia ini sempit ya,"ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Devan Marco. laki-laki itu, bergegas bangkit dari tempat duduk dan langsung menghampiri Laura. tanpa memperdulikan ekspresi wajah dari Gabriel.


"senang bisa bertemu denganmu kembali Nyonya,"ucap Devan Seraya tersenyum kecil dan mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan.


Sementara Laura, wanita itu hanya terdiam. merasa sangat kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan itu. hingga Terdengar seseorang ber-dehem dari arah belakang. yang tak lain adalah dari Gabriel, membuat Laura tersentak kaget. dan dengan segera, mereka semua menoleh ke arah sumber suara.


"sepertinya anda sudah mengenal istri saya?"tanya Gabriel Seraya beranjak dari tempat duduk dan mulai berjalan menghampiri tamunya dan juga istrinya. dan dengan segera, menarik pinggang wanita itu. membuat Gabriel leluasa mere-mas pinggang wanita itu karena merasa sedikit kesal.


Tentu saja tindakan dari Gabriel itu, membuat Laura seketika menoleh ke arah sang suami. dan betapa terkejutnya wanita itu, saat melihat tatapan tajam namun disertai dengan senyuman yang sangat manis yang tersaji di hadapannya.


Sementara Devan yang melihat itu, seketika menyadari sesuatu. laki-laki itu, seketika tersenyum lebar.


"jadi ini adalah istrimu?"tanya Devan masih dengan senyuman jenakanya.


"Ya Tuan, dia istri saya. ucap Gabriel Seraya mengecup pipi Laura. membuat wanita itu, seketika tersentak kaget.


"apa yang dilakukan laki-laki ini? apa dia cemburu?"tanya Laura pada dirinya sendiri.


"ah itu pasti hanya perasaanku saja,"gumam wanita itu lagi Seraya menepis pikiran aneh yang baru saja melintasi kepalanya itu.

__ADS_1


sementara Melia, wanita itu seketika tersenyum penuh arti saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu. "aku tahu apa yang harus aku lakukan,"ucapnya dalam hati Seraya beranjak dari tempat saat ini dirinya berdiri.


Namun, sungguh sial nasib Melia hari ini. karena wanita itu baru saja melangkah beberapa kali, suara Gabriel sudah terdengar memanggilnya.


"mau ke mana kau?!"mendengar hal itu, seketika membuat Melia, menghentikan langkah. dan dengan segera, menoleh ke arah sumber suara.


"Tentu saja aku ingin kembali ke kamar, untuk apa juga aku berada di sini?"tanya Melia dengan suara ketus.


"tidak bisa, temani Laura di sini."ucap Gabriel dengan penuh arti.


Membuat Melia yang mendengar itu, seketika mendesah pelan." ssh, baiklah baiklah, kalau begitu aku akan di sini,"ucap Melia pasrah pada akhirnya.


Wanita itu, seketika kembali mendudukkan dirinya di kursi sebelah Devan.


"aku masih penasaran tuan, Jika benar Luna ini adalah istrimu, mengapa kau biarkan dia terluka?" ucap Devan dengan masih menetap Laura yang saat ini tengah duduk di samping Gabriel.


"maksudmu bagaimana?"tanya Gabriel menatap tajam ke arah laki-laki itu.


Dengan segera, Devan menceritakan apa yang ia lihat. tentu saja hal itu membuat Laura yang mendengarnya, begitu terkejut.


"jadi waktu itu, dia melihat semuanya? apa dia juga mendengar perkataan dari ibuku?" tanya Laura dalam hati. wanita itu seketika mulai gelisah.


Nb: yuk mampir ke cerita teman aku, Di jamin ngak akan nyesel.

__ADS_1



__ADS_2