
Setelah beberapa waktu, akhirnya Elmira memutuskan untuk kembali ke kediamannya. wanita itu keluar dengan balutan gaun yang sangat anggun. membuat siapa saja yang melihatnya, akan merasa iri. bukan oleh seseorang secara diam-diam.
"tubuhnya sangat bagus! tentu saja, Gabriel akan lebih memilih dia daripada diriku,"ujar seseorang wanita yang diam-diam mengamati Elmira dari kejauhan.
"ah aku ini bicara apa sih?!"tanya Laura pada dirinya sendiri. wanita itu merasa sangat bodoh. karena tiba-tiba saja, membandingkan antara dirinya dan juga Elmira.
Wanita itu begitu merutuki kebodohannya karena telah berpikiran sangat jauh. tentang hubungannya dengan Gabriel. itu sesuatu hal yang sangat mustahil. seperti pungguk merindukan bulan.
” sudahlah Laura, daripada kamu berhalu-halo seperti itu, lebih baik kamu menyelesaikan semua pekerjaan agar cepat selesai dan cepat beristirahat."gumamnya pada dirinya sendiri.
Laura segera mengerjakan semua pekerjaan yang telah dibagi oleh Merry. kepala pelayan di mansion milik Gabriel. saat wanita itu kembali mengingat tentang semuanya, tiba-tiba saja ada satu nama yang membuatnya sangat penasaran.
Kenapa Merry seperti tidak suka saat dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di mansion ini. padahal mereka tidak saling mengenal satu sama lain. ya walaupun, itu bisa saja terjadi. karena Laura, adalah manusia biasa. yang pasti ada pro dan kontra tentang kehadirannya di tempat ini.
Akan tetapi yang membuat wanita itu merasa sangat janggal, adalah perlakuan kepala pelayan itu saat berada di muka umum. seperti seseorang yang tengah mencari muka terhadap seseorang. padahal, menurut Laura itu tidaklah penting. karena Gabriel, bukanlah laki-laki yang mencintainya. jadi untuk apa Merry melakukan hal itu? sampai saat ini pun, Laura masih belum menemukan jawaban yang pasti dari pertanyaan itu.
"Akhirnya selesai juga,"ucap Laura Seraya kembali meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat pegal karena bekerja terus-menerus.
Laura segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke dapur milik para pelayan. di mana Di sana, tempat yang sangat menyenangkan bagi para pekerja di mension itu karena mereka semua, dapat menyalurkan ide mereka ke dalam berbagai hal. tanpa harus takut jika mendapatkan sanksi dari Gabriel.
Karena laki-laki itu sendirilah, yang mengumumkan bahwa bangunan yang ada di belakang mansion itu, milik semua para pekerja. jadi mereka dapat menggunakannya dengan bebas tanpa meminta izin pada Gabriel sebagai pemilik dari mention itu.
Di saat wanita itu kembali melangkahkan kakinya menuju toilet yang berada di samping dapur, wanita itu seperti mengalami Dejavu. karena Laura kembali mendengar bisik-bisik dari para pelayan.
__ADS_1
"ternyata pasangan Tuan kita sangatlah cantik. lebih cantik dari istrinya,"
"iya kau benar, apa kau yakin Tuan kita akan menikah lag? secara kan, peraturan dari keluarga Iskandar, memperbolehkan mereka menikah untuk kedua kali, jadi apa menurutmu Tuan kita akan menikah lagi?"
Laura yang mendengar penuturan dari para pelayan itu, seketika merasa sangat terkejut. karena ternyata di dunia ini, ada peraturan-peraturan yang tidak mengenakkan dari beberapa keluarga besar di dunia. dan itu semua, pasti akan menyusahkan satu pihak. yang tak lain adalah pihak wanita.
Namun demikian, Laura mencoba untuk diam. dan menenangkan diri. karena wanita cantik itu, ingin mendengarkan cerita lebih jauh lagi.
"entahlah, mungkin Tuan Gabriel akan menikah lagi. tapi yang menjadi masalah, apakah Tuan besar James menyetujui permintaan putranya?"
Setelah mendengarkan ucapan dari pelayan itu, hati Laura seketika merasa sangat lega. dan untuk beberapa saat setelah itu, Laura tersenyum manis. Namun tiba-tiba saja, Laura menggelengkan kepalanya. saat menyadari apa yang ia lakukan.
"astaga! apa yang kamu lakukan?!"tanya wanita itu pada dirinya sendiri yang merutuki tingkah bodohnya itu.
Tentu saja saat mereka semua melihat ke arah Laura, suasana menjadi sangat hening. karena mereka semua, memutuskan untuk menundukkan kepala. tentu saja hal itu membuat Laura, menjadi semakin kebingungan.
"dasar aneh!"gumam Laura Seraya berjalan menjauh dari para pekerja itu untuk masuk ke dalam kamarnya. karena untuk saat ini, dirinya telah menyelesaikan apa yang ia kerjakan.
******
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah restoran mewah, terlihat sepasang kekasih, tengah saling menyuap satu sama lain.
Siapa lagi jika bukan Gabriel dan juga Elmira. mereka bahkan tidak memperdulikan tatapan dari beberapa pengunjung yang menatap mereka dengan tatapan aneh. tentu saja mereka tidak memperdulikan hal sekecil itu. karena para pelanggan yang tadi melihat mereka dengan tatapan aneh, langsung mendapatkan todongan pistol dari asisten Gabriel.
__ADS_1
Tentu saja, itu membuat Elmira merasa sangat bahagia. wanita cantik yang menjadi model kelas dunia itu, tersenyum senang. dan wanita itu membayangkan, jika dirinya benar-benar menjadi istri dari seorang Gabriel Iskandar. pasti semuanya akan terasa sangat menyenangkan.
"sayang, kenapa tersenyum seperti itu, hmm?"tanya Gabriel Seraya menarik hidung kekasihnya dengan pelan.
Membuat si pemilik, seketika mengaduh karena merasa kesakitan. "aww! sakit honey,"ucap Elmira Seraya menepis pelan tangan kekasihnya.
"terus kenapa kamu senyum-senyum sendiri?"tanya Gabriel sekali lagi.
Membuat Elmira yang mendengarnya, seketika kembali tersenyum tipis. "aku hanya membayangkan, akan seperti apa pelayanan atau pengawalan dari para bawahan kamu saat aku menjadi Nyonya Iskandar yang baru," ujarnya santai.
Sontak saja, perkataan dari kekasihnya itu membuat raut wajah Gabriel berubah total. "apa yang harus aku lakukan?"tanya laki-laki tampan itu dengan suara yang sangat lirih.
Namun, sungguh sial karena perkataan dari Gabriel itu, didengar oleh Elmira. tentu saja wanita cantik itu segera menatap kekasihnya dengan tatapan curiga.
"kenapa kamu bertanya apa yang harus aku lakukan?"tanya wanita itu menatap serius ke arah sang kekasih.
Gabriel yang mendengar itu, seketika berusaha untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"ah tidak apa-apa, itu hanya urusan pekerjaan"ujar Gabriel dengan raut wajah setenang mungkin.
Karena kekasihnya itu, adalah tipe wanita yang tidak bisa ditipu secara mentah-mentah. karena Elmira, adalah sosok wanita berkelas. dirinya adalah model kelas dunia. Tentu saja tidak mudah untuk dibohongi.
Benar dugaan Gabriel. saat laki-laki itu mengatakan dengan ekspresi wajah tenang, Elmira hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda mengerti.
__ADS_1
Membuat Gabriel secara diam-diam menghela nafas panjang. laki-laki itu merasa seperti seseorang yang tengah berselingkuh dengan wanita lain. padahal, itu memang kenyataannya. hanya saja, Gabriel tidak pernah mengakui Laura menjadi istrinya.