Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 15


__ADS_3

Kini, Laura berada di dapur dengan segala peralatan masak untuk membuat kue brownies dan juga kue lapis kesukaannya. dan sesekali, wanita cantik itu akan memasukkan beberapa kacang almond ke dalam adonan kuenya.


Karena Laura dari dulu, memang sangat menyukai makanan yang berbau kacang. apalagi jika kacang almond. wanita cantik itu merasa sangat menggemari makanan yang satu itu.


"emm ini enak sekali,"gumam wanita itu pada dirinya sendiri. Seraya tangannya, sibuk memasukkan semua yang diperlukan untuk membuat adonan itu.


Setelah semuanya selesai, Laura segera memasukkan adonan itu ke dalam oven. dan setelahnya memanggang adonan itu selama 15 menit.


"tiba-tiba saja, aku kok ingin membuat salad buah."gumam wanita itu Seraya membuka kulkas yang ada di sebelahnya. dan dengan segera, mengeluarkan beberapa buah juga membuat saus salad.


Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya Laura telah menyelesaikan semua pekerjaannya. dan dengan segera, wanita itu mulai membersihkan sisa-sisa dari aktivitas membuat kuenya itu.


"cantik sekali,"gumam Laura pada dirinya sendiri. kemudian, dengan segera mulai menghias kue brownies dan juga salad buah itu dan selanjutnya, menyusunnya di atas sebuah nampan.


"banyak sekali aku membuatnya,"ucap Laura pada dirinya sendiri. "lebih baik, aku berikan pada mereka."lanjut wanita itu.


***


Setelah membagikan semua pada orang-orang yang ada di sana, Laura melangkahkan kaki untuk menuju ke kamarnya. karena memang, hari telah malam. dan semua orang, telah berada di dalam kamarnya masing-masing.


Karena memang hari ini, Gabriel tidak menikmati makanan dimension itu. laki-laki tampan itu, lebih memilih makan di tempat sang kekasih.


Saat Laura tengah melajukan langkah kakinya menuju ke kamar, tiba-tiba saja Laura merasa sangat terkejut. saat sebuah tangan kekar menarik tubuh kecilnya dan membawanya ke dalam sebuah kamar.


Tentu saja gerakan yang terlalu mendadak itu, membuat Laura hampir saja berteriak. jika tidak melihat siapa yang menariknya.


"Tuan Gabriel, sedang apa anda di sini?"tanya wanita itu dengan polosnya.


Tentu saja, pertanyaan dari Laura itu, membuat kening Gabriel seketika mengerut. karena merasa bingung dengan pertanyaan wanita itu.

__ADS_1


"tentu saja aku ada di sini, ini kan rumahku."ujar laki-laki itu dengan tatapan yang masih memandang ke arah Laura tanpa kedip.


Membuat wanita itu, seketika merasa kebingungan. karena sedari tadi, Gabriel terus saja memandanginya tanpa henti. hingga akhirnya, Laura menyadari sesuatu.


"astaga!" pekik Laura dengan sedikit kencang. hingga membuat suaranya, seketika menggema di ruangan tengah itu.


"hei, apa yang kau lakukan?!"tanya Gabriel dengan suara sedikit meninggi.


"ups maaf Tuan, saya tidak bermaksud untuk bersikap kurang ajar "ujar wanita itu dengan nada gugupnya.


Karena kini, wajah laki-laki itu terlalu dekat dengannya. hingga Laura dapat merasakan nafas yang berbau mint yang keluar dari mulut laki-laki itu. dan entah mengapa, bau itu membuat Laura menjadi sangat tenang.


Bahkan wanita itu, sampai harus memejamkan matanya untuk merasakan ketenangan yang lebih.


"apa yang kau lakukan?!"sentak Gabriel Seraya menepuk kening Laura dengan sedikit keras.


Hingga membuat wanita itu, seketika tersadar dari tingkah bodoh yang baru saja ia lakukan itu.


"apa yang kamu bawa itu?"Gabriel tidak menggubris ucapan dari wanita yang ada di hadapannya itu.


Mata laki-laki tampan dan dingin itu, justru malah terfokus terhadap sesuatu yang di tengah berada di tangan Laura. yang sepertinya sangat menggugah selera.


"oh ini brownies kacang almond dengan saus strawberry. dan juga salad buah, saya baru saja membuatnya. dan memberikan lebihan pada para pekerja di rumah ini."ucap Laura dengan tersenyum tipis.


Tanpa basa-basi, Gabriel segera merebut nampan itu dan membawanya menuju ke kamar pribadi. tentu saja tindakan dari laki-laki yang terkenal dingin itu, membuat Laura merasa kebingungan dan juga terkejut.


"Tuan, itu milik saya!"ucap Laura yang berusaha menghalangi niat tafsir untuk membawa makanan itu ke dalam kamarnya.


Karena kata Merry, Gabriel tidak pernah melakukan yang namanya makan malam. karena menurut laki-laki itu, makan malam hanya akan membuat tubuhnya menjadi gemuk. dan Gabriel tidak menyukai akan hal itu.

__ADS_1


Bahkan saking perfeksionisnya laki-laki tampan itu, Gabriel sempat melarang para pekerjanya untuk membuat makanan di malam hari. karena dirinya tidak menyukai para pekerja itu menjadi malas karena gemuk akibat terlalu banyak makan. batas waktu untuk membuat makanan, adalah sampai jam 06.00 sore. setelahnya, tidak diperbolehkan lagi.


Tapi lihatlah sekarang. bahkan laki-laki itu malah membawa makanan Laura untuk masuk ke dalam kamar.


"memangnya kenapa kalau ini milikmu? apa aku tidak boleh memakannya?"tanya Gabriel Seraya menatap ke arah Laura dengan tatapan tajamnya.


Tentu saja perkataan dari laki-laki itu, membuat Laura menjadi gelagapan. " Bu.. bukan begitu maksud saya. tapi bukankah anda sangat membenci makan malam, karena itu akan membuat anda menjadi gemuk?"tanya Laura dengan suara terbata-bata.


Karena wanita itu sangat takut, jika Gabriel akan tersinggung dengan ucapannya. Namun, sebuah ucapan membuat Laura seketika terdiam.


"tentu saja itu tidak masalah. kan ada kau yang dapat membuatku bisa berolahraga,"ucap Gabriel dengan disertai menarik tangan Laura.


Hingga membuat wanita itu, seketika tertarik masuk ke dalam kamar Gabriel. "apa yang dimaksud?"tanya Laura yang masih memikirkan apa yang dimaksud oleh laki-laki.


Setelah beberapa saat terdiam, kedua mata Laura, seketika membulat sempurna. saat wanita itu menyadari sesuatu hal yang akan menimpa dirinya.


"astaga, kenapa aku bodoh sekali!"ucap Laura yang menutupi kebodohannya dan sesekali, memukul kepalanya dengan pelan.


Sementara Gabriel, laki-laki itu telah duduk di atas ranjang dengan mata yang masih menatap ke arah Laura.


"apa aku memang harus mencobanya?"tanya laki-laki tampan itu pada dirinya sendiri.


Memang setelah mengantarkan Elmira pulang, Gabriel memutuskan untuk menjenguk ayahnya. yang kali ini, telah sedikit membaik dari sebelumnya. James sudah bisa menggerakkan kedua tangannya.


Tentu saja hal itu membuat Gabriel, merasa sedikit senang. karena bagaimanapun juga, James adalah satu-satunya keluarga yang ia punya. jadi Gabriel harus menjaganya dengan baik.


"cobalah membuka hati untuk istrimu itu. karena dia, adalah sosok wanita yang baik dan penurut,"begitulah ucapan dari James yang masih menggunakan alat monitor di atas kepalanya.


"tapi aku tidak bisa Ayah, aku sangat mencintai Elmira,"ucap Gabriel dengan tegas.

__ADS_1


James kembali berbicara menggunakan monitor yang ada di atas kepalanya. "kau harus mencobanya dulu, dan Ayah ingin menimang cucu dari kalian."begitulah ucapan dari James.


__ADS_2