
Sepulang mereka dari tempat kediaman James Iskandar, wajah Gabriel tampak tidak bersahabat. bahkan laki-laki itu, sesekali melayangkan tatapan tajamnya pada istrinya itu. membuat Laura yang menyadari hal itu, seketika tersenyum kecil dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
"pasti dia akan mengamuk nantinya,"ucap Laura dalam hati. Karena Wanita cantik itu yakin, dirinya kali ini kita akan pernah selamat karena berani membohongi laki-laki yang bernama Gabriel Iskandar itu.
Karena menurut Melia, suaminya itu mempunyai sifat keras kepala. dia pasti akan menuntut balas atas apa yang mereka lakukan itu. dan Laura tidak tahu, balasan apa yang akan ia terima atas kejadian ini.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikendarai oleh Brian, telah sampai di Mansion milik Gabriel. dan seketika itu pula, aura yang tercipta begitu mencekam saat Brian dan juga Melia keluar dari dalam mobil itu.
"aku tidak mau ikut campur, kalian selesaikan saja urusan kalian."setelah mengatakan hal itu, Melia bergegas keluar dari dalam mobil.
Wanita itu, seketika tersenyum senang. karena yakin, sepupunya itu pasti akan menghukum Laura. dan hukumannya itu, yang pasti sangat menguntungkan mereka berdua.
Mana mungkin, Gabriel menghukum wanita yang telah menjadi istri kesayangannya itu, dengan yang begitu mengerikan. pasti akan melakukan hal yang membuat mereka senang.
"semoga berhasil membuat keponakan yang banyak!"teriak Melia Soraya berlari untuk masuk ke dalam Mansion. membuat Laura yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya.
"astaga! aku benar-benar menjadi korban kali ini!"ucapnya merutuki kebodohannya. jika tahu akan seperti ini, maka Laura memilih untuk tidak ikut bersama dengan mereka.
__ADS_1
Sekarang, lihatlah! laki-laki yang ada di sampingnya saat ini begitu mengerikan. menatapnya, seperti seseorang yang tengah ingin menguliti mangsanya secara hidup-hidup. tentu saja, hal itu membuat Laura merasa merinding seketika.
"A...aku mau ke kamar mandi, perutku melilit."ucap wanita itu bersiap dengan membuka pintu mobil yang ada di sebelahnya.
Namun seketika, pergerakannya berhenti. saat pergelangan tangannya, tiba-tiba saja dicekal oleh Gabriel. membuat Laura yang melihat itu, semakin merasa ketakutan. karena tatapan mata suaminya saat ini, begitu mengerikan.
"aku benar-benar tamat kali ini,"gumam wanita itu dalam hati.
Sementara Gabriel, laki-laki itu semakin mendekatkan wajahnya kepada wajah Laura. dan tanpa basa-basi, menyambar bibir mulus milik wanita itu. membuat Laura yang tidak siap, seketika tubuhnya terdorong ke belakang. wanita itu, mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari laki-laki yang tengah kesetanan itu.
Namun, semakin keras dirinya berusaha, maka akan semakin kuat Gabriel dalam melancarkan aksinya.
Laura seketika menarik nafas dengan sangat dalam dan menghirup udara dengan sangat rakus. saat Gabriel, melepaskan ciumannya.
"ini baru babak awal sayang,"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera keluar dari dalam mobil. dan hal itu tentu saja membuat Laura, merasa sangat panik. wanita itu berusaha untuk ikut keluar dari dalam mobil. Namun, semuanya terlambat. karena Gabriel telah mengunci pintu mobil itu secara otomatis saat laki-laki itu keluar dari mobil mewahnya itu.
"sialan kau Gabriel!"ucap Laura Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu. Tentu saja itu tanpa sepengetahuan dari si pemilik nama. karena jika di hadapan laki-laki itu, Laura akan berubah seperti kucing yang sangat nurut.
__ADS_1
Padahal tanpa wanita itu sadari, saat ini dirinya telah menjadi barang berharga seorang Gabriel Iskandar. jadi mana mungkin, dirinya akan mendapatkan hukuman fisik seperti dulu. belum sempat Laura mengatur emosinya, pintu mobil kini telah terbuka. dan dengan segera, tubuh mungilnya itu terangkat ke udara.
Karena ternyata Gabriel, telah membuka pintu mobil itu dan menggendongnya. "kau harus dihukum akan hal ini,"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera melangkahkan kakinya dengan cepat untuk masuk ke dalam kamar.
Sementara Laura yang melihat itu, hanya dapat memandang suaminya dengan tatapan memohon. walaupun Laura yakin, bahwa usahanya kali ini adalah sia-sia. dan akhirnya, yang dapat wanita itu lakukan hanya berpasrah dan berserah diri.
*****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di Mansion milik keluarga Avoss, terlihat satu keluarga itu tengah berkumpul untuk membicarakan sesuatu yang sangat serius.
"jadi kalian berencana ingin menghancurkan laki-laki itu melalui istrinya?"tanya Tania kepada suami dan juga kedua anaknya itu.
"tentu saja ibu, kau tentu tahu kan, bagaimana rasanya kehilangan?"tanya Bramantyo Seraya menatap ibunya dengan tatapan terluka karena teringat akan adik bungsunya.
Sementara Tania yang mendengar itu, seketika tersenyum mengerikan. "Tentu saja aku tahu, gara-gara laki-laki itu, aku menjadi sangat depresi Dan hampir saja gila."ucapnya dengan deru nafas yang memburu. menandakan bahwa Tania, saat ini tengah diliputi amarah.
"Ibu tidak usah dipikirkan ya, kami yakin dan kami janji, akan membuat Gabriel merasakan hal yang sama." ucap Elmira Seraya mengusap punggung wanita paruh baya itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1