Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 76


__ADS_3

Saat ini, Gabriel tengah menunggu dengan harap-harap cemas di depan ruang NICU. terlihat dari dalam, dokter Matteo tengah berusaha keras untuk menyelamatkan Amanda. dengan alat pacu jantung dan juga beberapa selang yang menempel di tubuh mungil Amanda.


"Daddy mohon, kau harus bertahan. karena Daddy yakin, kau akan menjadi wanita yang kuat. jadi Daddy mohon, bertahanlah."ucap laki-laki itu dengan tubuh bergetar. karena menahan sesak yang menyerang di dalam dada.


"sabar Gabriel, yakinkan dirimu. bahwa semua, akan baik-baik saja." ujar James Seraya menepuk bahu putranya.


Gabriel yang mendengar itu, sama sekali tidak memperdulikannya. pikiran laki-laki itu, masih sangat kacau. akibat cobaan yang datang bertubi-tubi itu.


Tak lama berselang, terlihat dokter Matteo berjalan dengan langkah gontai menuju ke arah pintu. terlihat jelas raut wajah laki-laki itu yang tampak memucat.


Gabriel segera menarik kerah baju dari laki-laki itu, sesaat setelah pintu dibuka oleh dokter Matteo.


"katakan padaku, Putriku baik-baik saja, kan?"tanya Gabriel Seraya menatap dokter laki-laki itu dengan tatapan penuh harap.


"maafkan aku Gabriel, tapi kami telah melakukan yang terbaik. dan sepertinya, Tuhan memiliki kehendak lain."ucap dokter Matteo Seraya menyingkir dari hadapan laki-laki itu.


brughh


Seketika itu pula, tubuh Gabriel ambruk di atas lantai. dan dengan segera, James dan juga Theo langsung berlari menghampiri laki-laki itu untuk membantunya berdiri.


Namun, sepertinya Gabriel sama sekali tidak ingin disentuh oleh siapapun. terbukti dari respon laki-laki itu yang mengedikkan bahu. hal itu membuat James dan Theo yang melihatnya, seketika melangkah mundur.


Karena kedua laki-laki paruh baya itu tahu, jika Gabriel telah bersikap seperti itu, maka hati laki-laki itu memang benar-benar hancur tak bersisa.

__ADS_1


"tidak ini pasti tidak mungkin!"teriak Gabriel Seraya menjambak rambutnya sendiri. laki-laki itu menangis sekencang mungkin. dirinya tidak memperdulikan tatapan heran dari beberapa tenaga medis yang kebetulan lewat.


Bahkan Gabriel juga sepertinya tengah melupakan sesuatu. bahwa istri kesayangannya, saat ini tengah dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


" Tuhan, mengapa kau memberikan cobaan seperti ini?"tanya laki-laki itu Seraya membenturkan kepalanya di atas lantai.


Sungguh, saat ini laki-laki tampan itu merasa sangat frustasi. tentu saja tindakan dari Gabriel itu, membuat Matteo dan juga games yang melihatnya, segera menenangkan laki-laki itu.


"kau harus tenang Gabriel. ingat, kau masih mempunyai Laura. jangan sampai, karena sikapmu ini, kau juga akan kehilangan Laura."ucap James memperingatkan putranya itu.


mendengar penuturan dari Ayahnya itu, sontak membuat Gabriel seketika menatap laki-laki berupa yaitu dengan tatapan tajam dan jika dingin.


"Ayah mencoba menyumpahi ku?!"tanya laki-laki itu dengan nada yang sangat tinggi.


Tak Berselang lama, terdengar seseorang yang memanggilnya. sontak saja laki-laki itu segera menoleh ke arah sumber suara.


"Tuan, Nyonya Laura telah sadar."ucap orang itu yang tak lain adalah dokter Luis.


Seketika itu pula, tubuh Gabriel kembali menegang. karena laki-laki itu, tidak akan pernah sanggup jika harus menceritakan semuanya pada istrinya. saat wanita itu, nanti menanyakan tentang putrinya.


"aku harus bagaimana?"tanya Gabriel entah pada siapa.


Sementara James, laki-laki paruh baya itu juga tampak sangat kebingungan. dengan perlahan-lahan, laki-laki paruh baya itu segera mendekat ke arah putranya dan mencoba berbicara dari hati ke hati.

__ADS_1


"jika Laura nanti menanyakan perihal putrinya, jawab saja jika tengah bersama Ayah."ucap James Seraya menghela nafas panjang.


"apa dia akan percaya?"tanya Gabriel menatap ke arah ayahnya itu dengan tatapan yang sangat frustasi.


James yang mendengar itu, seketika menghembuskan nafasnya kasar."Ayah juga tidak yakin. tapi, tidak ada salahnya kan, kalau kita mencoba?"tanya James berhati-hati.


Gabriel yang mendengar itu, sejenak terdiam. dan tak berselang lama, laki-laki tampan itu bangkit dari lantai dan langsung melangkahkan kakinya, untuk menemui Laura.


*****


Sementara itu di tempat lain, Bramantyo baru saja menghubungi seseorang. dan tak berselang lama, laki-laki itu tertawa dengan terbahak-bahak. hingga membuat anggota keluarganya yang lain, seketika menghampiri laki-laki itu. karena memang, tawa laki-laki itu sangatlah kencang.


"kenapa? Ada apa Bramantyo?"tanya Tania Seraya menghampiri putranya itu.


Laki-laki itu tidak menjawab pertanyaan dari sang ibu. melainkan, langsung menunjukkan sebuah foto pada wanita paruh baya itu.


Seketika itu pula, tawa Tania menggelegar. " Haha ma*pus kau Gabriel, nyawa harus di bayar nyawa!"ucap wanita paruh baya itu seperti orang gila.


Tak berselang lama, Elmira dan juga Enriq datang menghampiri Tania dan juga Bramantyo.


"kenapa? apa rencana kita berhasil?" tanyanya seraya duduk di sebelah sang istri.


"sangat berhasil Ayah!" ucap Tania dengan girang seraya menunjukkan sebuah portal berita online kedepan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2