Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 29


__ADS_3

Setelah melalui drama yang cukup panjang, akhirnya Laura memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri. Namun, betapa terkejutnya wanita itu saat mendapati barang-barangnya sudah tidak ada di dalam kamar.


"hah, dimana barang-barang ku?"tanya Laura dengan ada yang sangat panik. karena barang-barang itu, adalah satu-satunya peninggalan yang diberikan orang tuanya sebelum dirinya keluar dari rumah itu.


Laura bertambah semakin panik saat membongkar semua isi yang ada di dalam kamarnya. namun, wanita itu tidak menemukan satu barang pun miliknya.


"kau mencari apa?"terdengar suara bariton dari arah belakang. membuat Laura seketika terjingkat kaget.


"astaga!"gumamnya Seraya mengusap dada. "saya mencari semua barang-barang saya tuan,"ucap Laura Seraya menundukkan kepala. Karena jujur saja, wanita itu sangat takut saat melihat raut wajah dari Gabriel yang begitu mencekam dan menakutkan.


Tanpa basa-basi, laki-laki tampan itu menarik tangan Laura. membawa wanita itu masuk ke dalam sebuah kamar yang terlihat sangat mewah. membuat Laura, merasa sangat kebingungan.


"dia mau bawa aku ke mana?"tanya Laura pada dirinya sendiri. Namun demikian, langkahnya masih mengikuti langkah lebar dari Gabriel.


Mereka akhirnya masuk ke dalam kamar yang terlihat sangat mewah. bahkan saking mewahnya, kamar itu di desain dengan kolam air panas di dalamnya.


"amazing!"ucap Laura tanpa sadar. dan dengan segera, wanita itu menutup mulutnya sendiri karena sudah merasa bodoh dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Sementara Gabriel, laki-laki itu menatap sekilas ke arah Laura dengan tatapan yang sulit diartikan. membuat Laura, menjadi sedikit waspada.


"jangan-jangan, dia mau menerkam ku di sini,"ucap Laura sedikit melangkah mundur. Namun, pergerakan wanita itu segera dihentikan oleh Gabriel. dengan segera, laki-laki itu menarik tangan Laura. membuat mereka, seketika saling berpelukan. dan berpandangan satu sama lain selama beberapa menit.


"ma ..maaf Tuan, saya tidak sengaja!"ucap Laura dengan gugup dan juga menundukkan kepala. karena wanita itu merasa semakin takut dengan aura yang dihasilkan oleh laki-laki itu.


Sementara Gabriel, laki-laki itu semakin lama semakin dekat, hingga membuat Laura, seketika memejamkan mata. karena wanita itu berpikir, Gabriel akan melakukan sesuatu hal padanya.

__ADS_1


"kau pikir aku akan melakukan apa? aku hanya ingin memberikanmu ini,"ucap Gabriel Seraya menyerahkan sebuah kunci yang berada di tangannya itu kepada Laura.


blush


Wajah Laura seketika langsung memanas saat mengetahui kenyataan itu. "kau ini memang bodoh tak berguna!"maki wanita itu pada dirinya sendiri.


"i....ini apa, Tuan?"tanya Laura mencoba untuk bersikap biasa saja. walaupun wanita itu merasa, jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya. karena perasaan malu yang luar biasa.


"kau bisa memeriksanya sendiri,"ujar Gabriel Seraya duduk di sofa yang ada di kamar itu. laki-laki itu tampak sibuk dengan ponsel mahalnya.


Sementara Laura, wanita itu beberapa saat masih mematung di tempatnya. sebelum akhirnya, Laura tersadar dari apa yang baru saja ia lakukan.


Dengan secepat kilat, wanita itu masuk ke dalam ruangan kecil yang ada di kamar itu. Seraya sesekali menggerutu kesal karena tindakan bodoh yang baru saja ia lakukan itu.


"dasar bodoh! Memalukan!"ucap wanita itu tak henti-hentinya meninju kepalanya sendiri dengan tangan mungilnya itu.


Dengan perlahan-lahan, Laura mulai membuka lemari yang sangat besar itu. dan seketika itu pula, kedua matanya membulat sempurna. saat menyaksikan sesuatu yang ada di hadapannya itu.


"i...ini apa?"tanya Laura dengan raut wajah terkejut. dan juga suara yang gemetar hebat. karena wanita itu, memang baru pertama kali melihat pemandangan menakjubkan seperti itu.


Dengan secepat kilat, Laura berlari ke arah kamarnya dan menemui Gabriel yang masih terduduk di sofa kamar itu. melihat kedatangan Laura yang berlari secepat kilat, membuat Gabriel, seketika mendongak menatap ke arah wanita itu dengan tatapan keheranan.


"kau ini kenapa?"tanya Gabriel pada Laura.


"Tu.... tuan, apakah barang yang ada di dalam sana itu adalah,..."ucapan Laura terhenti saat mendengar sahutan dari laki-laki itu.

__ADS_1


"benar itu adalah milikmu. Anggap saja, itu adalah hadiah pernikahan kita dariku."ucap Gabriel beranjak dari duduknya.


Laura yang mendengar itu, semakin merasa terkejut. bahkan, wanita itu tambah terkejut saat melihat kenyataan yang baru saja ia sadari.


"Tu... Tuan, apakah anda sudah sembuh?"tanya Laura dengan suara yang sangat kecil.


"hmm, ini semua juga berkat dirimu!"ucap Gabriel datar dan langsung melangkah secara perlahan untuk meninggalkan kamar itu.


Namun, sebelum laki-laki itu benar-benar keluar dari dalam kamar yang ditempati oleh Laura, kepalanya sempat menoleh ke arah belakang.


"ingat Laura. sekarang, kau sudah tidak boleh tinggal lagi di kamar yang sebelumnya. karena kamar ini, sudah resmi menjadi milikmu. dan ini surat kepemilikannya,"ucap Gabriel Soraya mengulurkan tangannya yang membawa sebuah dokumen.


Lagi Dan Lagi, wanita itu dibuat tercengang dengan tindakan dari Gabriel."apakah semua orang yang menempati kamar di sini harus memiliki surat kepemilikan?"tanya Laura dengan suara kecil dan berhati-hati.


"hmm,"setelah menjawab pertanyaan dari wanita itu, Gabriel segera keluar dari kamar itu, dengan langkah sedikit tertatih. karena masih merasa sakit di pergelangan kakinya.


Sementara Laura, wanita itu masih mematung di tempatnya. "ini benar atau hanya mimpi?"tanya Laura pada dirinya sendiri. kemudian dengan segera,...


plak


Wanita itu, menampar pipinya untuk menyadarkan pikirannya. "ternyata bukan mimpi!"gumam wanita itu Seraya meringis kesakitan akibat tamparannya sendiri itu. Laura dengan segera, langsung bereforia. karena seumur hidupnya, dirinya belum pernah mendapatkan kemewahan seperti ini.


Walaupun terlahir dari keluarga mampu, namun orang tuanya tidak memberikan kemewahan itu padanya. bukan karena ingin mengajarkan mandiri seperti kebanyakan orang tua. orang tua Laura melakukan hal itu, justru tidak ingin putrinya itu mendapat kemewahan dari harta yang mereka peroleh dengan susah payah.


Memang, keluarga Laura berbeda dengan keluarga kebanyakan. jika keluarga lain berfoya-foya dengan memikirkan anak mereka, maka tidak dengan keluarga Laura. mereka akan menikmati kemewahannya sendiri. dan meninggalkan Laura, dalam kesusahan.

__ADS_1


Untuk itulah, Laura merasa begitu senang saat mendapatkan kemewahan kemewahan ini. namun seketika, Laura mulai berpikir. apakah ini semua gratis? atau berbayar? tidak mungkin jika Gabriel memberikan ini secara cuma-cuma. pasti ada maksud terselubung. pikir Laura


__ADS_2