
Saat ini, Gabriel tengah duduk di samping panjang rumah sakit. yang di atasnya, saat ini tengah terbaring lemah seorang wanita yang sangat ia cintai.
"syukurlah kau baik-baik saja."ucap Gabriel Seraya menggenggam tangan wanita itu dan sesekali mengecupnya.
Wajah laki-laki tampan itu, tidak sedetik pun berpaling dari wajah cantik istrinya. seolah ada magnet, yang menyuruhnya untuk tetap menatap wajah damai wanita itu.
"aku berjanji, semua akan baik-baik saja. dan kita akan berkumpul, sebagai sebuah keluarga yang bahagia."setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera membenamkan bibirnya di kepala Laura.
Tak terasa, ada buliran bening yang keluar dari mata laki-laki itu. dan membasahi wajah tampannya. dan mengenai rambut dari Laura.
"maafkan aku. aku mohon, maafkan aku."ucap laki-laki itu sering mengeluh tubuh sang istri dengan sangat erat. seakan laki-laki itu, tidak ingin melepaskan wanita yang ada dalam dekapannya saat ini.
Atensi laki-laki itu teralihkan, saat merasakan pergerakan dari Laura yang masih berada dalam dekapannya itu. seketika itu pula, wajah Gabriel berbinar-binar. download lagu segera menghubungi dokter Luis.
"akhirnya kau sadar juga,"ucap Gabriel Seraya menatap dan mengusap wajah cantik istrinya itu dengan penuh kasih sayang. dan tak lama berselang, terdengar suara pintu yang dibuka.
"apa dia sudah sadar?"Tanya Dokter Luis untuk memastikan.
"tadi dia seperti gerak-gerak."ucap Gabriel Seraya menyingkirkan tangan dari tubuh sang istri.
"kalau begitu, biar saya periksa dulu."ucap dokter Luis mulai menjalankan tugasnya. sementara Gabriel, laki-laki itu kini tengah duduk di kursi panjang yang menghadap langsung ke arah ranjang istrinya.
__ADS_1
Ada guratan kesedihan dan juga kebahagiaan yang muncul secara bersamaan di dalam mata laki-laki itu. bagaimana tidak, kondisi kedua wanitanya itu saat ini sungguh membuat pikiran Gabriel kacau.
"apa yang harus aku lakukan? aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya,"ucap laki-laki itu pada dirinya sendiri menjembak rambutnya.
Tak lama berselang, dokter Luis berjalan menghampirinya. "sebentar lagi, Nyonya Laura akan tersadar. ingat pesan saya, jangan pernah membebani pikirannya dengan hal-hal yang buruk."ucapnya Seraya hendak melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
Namun sejenak langkah dokter Luis terhenti saat mendengar penuturan dari laki-laki itu. "bagaimana caranya, sementara saat ini, putri kami tengah berjuang akibat tenggelam beberapa waktu yang lalu?!"tanya Gabriel dengan raut wajah yang sangat kacau.
Dokter Luis yang mendengar itu, seketika tersentak kaget. wanita paruh baya itu seketika langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Gabriel dengan tatapan tak percaya.
"kenapa bisa begitu?"Tanya Dokter Luis dengan raut wajah terkejut.
Begitupun juga, dengan dokter Luis. wanita paruh baya itu juga ikut menghela nafas panjang. karena wanita paruh baya itu, merasa sangat kasihan dengan nasib keluarga Gabriel.
"ada apa?"tanya Gabriel dengan raut wajah kebingungan. saat laki-laki itu mendapati, bahwa dokter itu masih berada di hadapannya saat ini.
"apa kau memerlukan seorang lawyer?"tanya Luis menetap ke arah Gabriel dengan ekspresi wajah bersungguh-sungguh.
"tidak perlu,"ucap Gabriel dengan tegas. karena menurut laki-laki tampan itu, dirinya bisa menyelesaikan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Dokter Luis yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang."Ya sudah kalau begitu, aku permisi dulu. nanti kalau istrimu sudah sadar, Segera hubungi aku."setelah mengatakan hal itu, Dokter wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang rawat Laura.
__ADS_1
Gabriel kembali melangkahkan kakinya dan mendekati sang istri. kemudian, kembali mendaratkan tubuhnya di samping wanita itu. dan memeluknya dengan erat.
"segeralah sadar."ucap laki-laki itu Seraya berbisik di telinga Laura.
Tak berselang lama, terlihat seseorang yang melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Gabriel saat ini berada. dan tiba-tiba saja,...
brakkk
Gabriel seketika terjingkat kaget menatap tajam ke arah sumber suara. saat laki-laki tampan itu tahu, siapa yang datang menghampirinya.
"apa kau tidak bisa pelan-pelan?"tanya Gabriel dengan menatap orang itu dengan tatapan yang sangat kesal.
"maafkan aku Gabriel. tapi, situasi di sana sangatlah genting."ucap orang itu yang tak lain adalah Melia.
Gabriel yang menyadari sesuatu, seketika langsung melompat dari atas tempat tidur. "apa yang terjadi pada putriku?"tanya Gabriel pada Melia.
"sebaiknya kau ikut aku saja."ucap Melia Soraya menarik tangan Gabriel untuk menuju ke tempat di mana Amanda dirawat.
Degup jantung laki-laki itu, seketika memacu dengan sangat cepat. saat merasakan bahwa mencekam dari ruangan rawat Sang Putri.
"semoga saja tidak apa-apa."gumam Gabriel pada dirinya sendiri. mereka segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan Amanda
__ADS_1