
Melia melihat ke arah Laura dengan senyuman mengembang. hingga membuat wanita itu, seketika mengerutkan kening karena merasa heran melihat tingkah dari sepupu suaminya itu.
"auramu sangat terpancar sekali, apakah kau sedang hamil?"tanya Melia mencoba untuk menggoda istri sepupunya itu.
Seketika itu pula, Laura tersedak salivanya tersendiri. karena mendengar ucapan dari wanita itu.
uhuk uhuk uhuk
Mendengar suara batuk dari arah dalam kamar Laura, membuat Gabriel seketika membuka paksa pintu kamar itu.
Tentu saja, hal itu membuat Laura dan Melia yang berada di dalam sana, seketika saling pandang. dan setelahnya, sama-sama menatap ke arah Gabriel dengan tatapan bertanya-tanya.
"apakah kau baik-baik saja? apa yang terjadi? anak kita baik-baik saja kan?"saat laki-laki itu sampai di hadapan Laura, beberapa pertanyaan langsung ia lontarkan.
Tentu saja hal itu membuat kedua wanita itu, langsung berbeda reaksi. Laura dengan segera, memutar bola mata malasnya. karena melihat tingkah laku dari suaminya itu yang sangat berlebihan.
Sementara Melia, wanita itu menatap Laura dan juga Gabriel dengan tatapan tidak percaya.
"sudahlah Gabriel, aku baik-baik saja. kau tidak usah khawatir,"ucap Laura Seraya mendengus kesal.
Sementara Melia, wanita tomboy itu menatap pasangan suami istri yang ada di hadapanya itu dengan ekspresi kebingungan.
"kalian membahas apa?"tanya wanita itu Seraya menatap ke arah Laura dan juga Gabriel secara bergantian.
Gabriel yang mendengar itu, seketika menatap Melia dengan tatapan yang sulit diartikan.
"dengarkan ini baik-baik, karena aku hanya akan mengatakan satu kali Saja."ucap Gabriel Seraya menghela nafas panjang.
Mendadak, jantung wanita tomboy itu merasa sangat berdebar-debar. menantikan kalimat apa yang akan dilontarkan oleh sepupunya itu. apakah hal buruk atau hal sebaliknya?
__ADS_1
"istriku sedang hamil, dan sebentar lagi, kau akan memiliki keponakan yang sangat lucu seperti dengan rencanamu sejak awal."ucap Gabriel dengan suara datarnya.
Melia yang mendengar itu, seketika berdecak kesal. "Ck, aku pikir kenapa. eh, apa?"Melia seketika membulatkan kedua matanya. saat wanita itu baru menyadari tentang suatu hal yang telah diucapkan oleh laki-laki itu.
Raut wajahnya, seketika memerah karena merasa sangat bahagia dengan kenyataan yang baru saja ia dapatkan itu.
"apakah ini serius?"tanya Melia menatap ke arah sepupunya itu.
Sementara Gabriel yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.
"aaaakkhh!"teriak Melia kegirangan. hal itu membuat Laura yang melihatnya, seketika melangkah mundur. Karena Wanita itu mengira, jika suami dari sepupunya itu akan melakukan hal yang Di Luar batas.
Namun ternyata itu tidak terjadi. karena ternyata Melia malah memeluknya dengan sangat erat.
"aaakkkhhhh! akhirnya aku akan mempunyai keponakan yang lucu-lucu dari kalian!"teriak Melia dengan penuh kegirangan.
Bahkan, wanita yang biasanya terlihat tomboy dan barbar itu berperilaku seperti seorang anak kecil yang kegirangan karena mendapatkan mainan baru.
"jangan dekat-dekat istriku,"ucap Gabriel Seraya melayangkan tampan tajam ke arah sepupu luknutnya itu.
Melia yang mendengar itu, seketika mendengus kesal."dasar posesif!"gumam Melia Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar sepupunya itu.
****
"Tuan ini kentang goreng dan juga burgernya sudah siap,"terdengar seorang mengetuk pintu kamar Laura.
Gabriel yang mendengar itu, segera melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar itu.
"bawa makanan itu kemari!"titah Gabriel Seraya melayangkan tatapan datar ke arah para pelayan itu.
__ADS_1
Mereka semua segera menganggukkan kepala. dan tak berselang lama, salah satu pelayan itu masuk ke dalam kamar milik Laura dan meletakkan makanan itu di tempat biasa.
"sayang kita makan sama-sama ya,"ujar Gabriel Seraya menarik tangan istrinya itu untuk duduk di tempat yang telah disediakan.
Laura hanya menganggukkan kepala. wanita itu, dengan segera mengikuti langkah kaki dari suaminya.
"kau mau makan apa?"tanya Gabriel Seraya mengambil piring yang berada di hadapan istrinya itu.
"nasi goreng seafood saja,"ucap Laura Seraya menunjuk ke arah nasi goreng yang begitu menggugah selera itu.
Gabriel dengan patuh, mengambilkan makanan yang dipesan oleh istrinya itu. tentu saja, hal itu membuat Laura merasa sangat takjub. karena menurut penuturan Melia, Gabriel tidak akan pernah mau mengambilkan makanan untuk orang lain. jangankan mengambilkan makanan, menyentuh piring saja, laki-laki itu tidak pernah. semua dikerjakan oleh para pelayan di Mansion itu.
"ini benar-benar luar biasa,"ucap Laura pada dirinya sendiri. dengan sesekali menatap ke arah suaminya yang kini tengah menyantap makanan itu.
****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di Mansion milik keluarga Avoss, terlihat seorang wanita paruh baya tengah berada di kamar putrinya.
"sayang apakah kamu tidak akan membalaskan rasa sakit hatimu? tanya Tania pada Elmira putrinya.
"maksud ibu?"tanya Elmira yang Mama tidak mengerti.
"tentang kematian adikmu!"
"Tentu saja aku akan membalaskan semuanya. tapi aku menunggu waktu yang tepat."
"kapan?"tanya Tania yang merasa sudah tidak sabar hari itu tiba.
"Ibu jangan khawatir, sebentar lagi kita akan menjelaskan dendam."bukan, bukan Elmira yang berbicara. melainkan Bramantyo. laki-laki itu masuk ke dalam kamar adiknya untuk menemui mereka berdua.
__ADS_1